Baru-baru ini, Netflix merilis "Tiger Stripes,” sebuah film asal Malaysia yang sudah berlenggang dalam berbagai festival film dan sukses memikat banyak hati penonton. Dibalut dengan sentuhan sutradara berbakat Amanda Nell Eu dari Malaysia, dan diproduseri Yulia Evina Bhara dari Indonesia, film ini segera menjadi sorotan berkat keunikan ceritanya.
Film "Tiger Stripes" yang berdurasi 97 menit, merupakan film horor, tetapi ini bukan tentang setan semata, yang menakut-nakuti. Film ini memulai debutnya di ajang Cannes pada 18 Mei 2023. Sepekan setelahnya, pada 24 Mei 2023, film ini mengukir prestasi dengan memperoleh penghargaan: Semaine De La Critique Cannes 2023. Nggak hanya itu, film ini juga berlenggang di JAFF (Jogja-Netpac Asian Film Festival 2023), dari tanggal 27-28 November 2023.
"Tiger Stripes" mengisahkan perjalanan Zaffan, berusia 12 tahun, yang harus mengarungi masa pubertasnya di sebuah sekolah khusus perempuan di Malaysia. Seiring dengan perubahan fisik, emosionalnya, dan menstruasi pertamanya, Zaffan pun terjerat dalam situasi-situasi yang menggemaskan.
Ulasan Film "Tiger Stripes"
Dalam merinci pengalaman menonton film ini, aspek teknisnya patut mendapat apresiasi. Sutradara Amanda Nell Eu sukses menyuguhkan kisah remaja dengan kekuatan visual dan narasi yang mendalam. Pemilihan Zafreen Zairizal sebagai pemeran utama memberikan nuansa keaslian pada karakter Zaffan.
Ekspresi emosionalnya, baik yang sengit, marah, maupun pada situasi tenang, berhasil ditangkap dengan baik dan membawa penonton terhubung secara emosional dengan karakternya.
Dari segi sinematografi, pengambilan gambar dalam beberapa adegan, cukup mampu memberikan nuansa yang tepat sesuai dengan alur cerita. Pilihan musik dangdut sebagai latar belakang juga memberikan keunikan tersendiri, sehingga menguatkan atmosfer naratif yang dibangun dengan cermat.
Salah satu aspek mencolok dalam "Tiger Stripes" adalah penggambaran pertama kali datang bulan yang dialami Zaffan. Film ini berani menyentuh tema sensitif ini dengan cara yang nggak hanya menggambarkan fisik, tetapi juga berfokus pada dampak emosionalnya.
Karakter Zaffan mengalami perubahan drastis setelah mendapat menstruasi pertamanya. Emosinya yang bergejolak, perubahan sikap, dan konflik dengan teman-temannya memberikan gambaran nyata tentang pengalaman menstruasi yang rupanya nggak sesimpel kelihatannya.
Dengan pendekatan yang emosional dan penuh empati, "Tiger Stripes" bukan hanya menghibur tetapi juga mengajak penonton untuk merenung tentang tantangan yang dihadapi remaja perempuan dalam menjalani fase ini.
Intinya, aku suka "Tiger Stripes". Ya, jelas ini bukan sekadar kisah remaja biasa; melainkan sebuah pengalaman film mendalam dengan penggambaran realistis tentang pertumbuhan, pertemanan, dan proses menghadapi masa-masa pubertas. Oleh karenanya, skor dariku: 8,5/10. Bakal se-related apa film ini dalam hidupmu? Coba saja ditonton!
Baca Juga
-
Antara Keberanian dan Shock Value: Kritik Atas Promosi Film Aku Harus Mati
-
Memahami Ulang Makna 'Pulang' dan 'Rumah' dalam Project Hail Mary
-
Film 'Senin Harga Naik': Saat Karier Sukses Harus Dibayar dengan Luka Lama Keluarga
-
Review Film The Super Mario Galaxy Movie: Seru tapi Terasa Hambar
-
Tak Kenal Maka Taaruf: Film Religi Buat Kamu yang Punya Trauma Jatuh Cinta!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Refleksi Lagu Runtuh: Ketika "Baik-baik Saja" Jadi Kebohongan Paling Melelahkan
-
Pesan Kuat di Balik Film 'David': Mengalahkan 'Raksasa' dalam Hidup Kita Sehari-hari
-
Kisah Desi dan Aini: Saat Idealisme Guru Bertemu Tekad Baja Sang Murid
-
Peran Terbaik Laura Basuki! Menguak Sisi Gelap Sumba di Balik Film Yohanna
-
Buku Tamasya Ke Taman Diri; Menemukan Tuhan Lewat Kata-Kata Para Sufi
Terkini
-
Teruntuk Kamu! Lampu Kendaraanmu Terang Banget Kayak Mau Jemput Ajal Saya
-
Hunian di Balik Geligi Elara
-
Momen Haru Irene Red Velvet Raih Kemenangan Solo Perdana, Kalahkan BTS!
-
Bahaya Mikroplastik di Kamar Tidur: Lakukan 7 Hal Ini Malam Ini Sebelum Terlambat!
-
4 Sunscreen Peptide, Bikin Kulit Plumpy dan Terhidrasi Sepanjang Hari!