Dalam sebuah realitas yang tercipta, yang mana, di dalamnya kekurangan populasi laki-laki, "Ready, Set, Love" muncul sebagai drama komedi romantis yang menghibur, tetapi cukup tajam mengkritisi beberapa hal. Series asal Thailand yang tayang perdana pada 15 Februari 2024 di Netflix, menyajikan enam episode penuh lika-liku.
Kisahnya dimulai dari kekhawatiran pemerintah terhadap penurunan populasi laki-laki yang semakin merosot, keberadaan laki-laki dianggap sebagai harta nasional yang berharga.
Untuk mengatasi krisis ini, pemerintah memutuskan menyelenggarakan reality show yang diberi judul "Ready, Set, Love".
Para kontestan yang berhasil memenangkan kompetisi ini nggak hanya berkesempatan menikah dengan salah satu dari lima pria "Gentleman" yang menjadi incaran, tetapi juga mendapatkan hak untuk hidup layak dengan fasilitas yang terjamin di The Farm.
Reality show ini nggak semudah kelihatannya. Day, seorang gadis biasa, mendadak mendapatkan kesempatan untuk menjadi kontestan “Ready, Set, Love”, berkat kemenangan lotre yang didaftarkan oleh adiknya, May.
Meskipun awalnya bersikap apatis, Day kemudian menjadi ambisius untuk memenangkan kompetisi demi keinginan adiknya yang rupanya mengidolakan salah satu "Gentleman".
Ulasan:
Satu aspek yang patut dicatat dari "Ready, Set, Love" adalah penyutradaraan yang cemerlang oleh Yanyong Kuruangkura, yang sebelumnya menggarap film populer "Back to the 90’s".
Kuruangkura berhasil menggabungkan elemen komedi romantis dengan nuansa ‘semacam distopia’, sehingga suasana yang diciptakan terlihat khas dan menarik. Penceritaan yang pas juga memberikan daya tarik tersendiri bagi penonton, menjadikan setiap episodenya begitu dinamis dan memikat.
Pengembangan karakter yang baik menjadi salah satu kekuatan utama series ini. Belle Kemisara bisa dibilang berhasil menghidupkan karakter Day, yang mana, menghadirkan kombinasi kepolosan dan keberanian yang membuat penonton langsung terhubung dengannya.
Oh, iya, aku lumayan terkagum-kagum pada sinematografi-nya yang dengan penerapan desain penuh warna. Sinematografi memainkan peran esensialnya, dan series ini berhasil menarik perhatian penonton melalui komposisi shot dan gradasi warna yang memanjakan mata.
Dengan pengaturan visual dan penempatan kamera yang cermat, "Ready, Set, Love" mampu menciptakan suasana yang memikat.
Pilihan warna yang cerdas dan simbolisme yang terkandung dalam setiap adegan menjadi bukti kreativitas mendalam yang begitu direncanakan.
Seiring durasi bergulir, "Ready, Set, Love" benar-benar menawarkan kejutan. Episode-episode terakhir menghadirkan momen-momen yang memperkuat ketegangan, memberikan kejutan terkait reality show yang cukup mengejutkan.
Meskipun demikian, "Ready, Set, Love" memang nggak benar-benar sempurna. Aku merasa beberapa episode terakhir terasa seperti dipanjang-panjangkan. Namun, sebenarnya ini hanyalah pendapat yang lebih bersifat subjektif.
Secara keseluruhan, "Ready, Set, Love" memang berhasil menciptakan dampak yang kuat dan menghibur. Dengan akting yang memikat, penceritaan yang dinamis, dan sentuhan misteri akhir yang nggak terduga, series ini aku kasih skor: 8/10. Selamat menonton, ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Review Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Saat Skala Sekuel Dipaksa Lebih Besar
-
Review Empat Musim Pertiwi: Pulang untuk Melawan Luka dan Stigma
-
Review Minotaur: Perselingkuhan, Kekuasaan, dan Monster dalam Diri Manusia
-
Review Atonement: Saat Perang Usai, Rasa Bersalah Berubah Jadi Medan Tempur
-
Review Bird in Hand: Pulang Demi Pernikahan, Kembali pada Luka Lama
Artikel Terkait
-
Biodata dan Agama Fifa Premanan, Aktor Thailand yang Menikah dengan Perempuan Berhijab
-
Series Komedi Kacau Garapan Raditya Dika Panen Kritik: Enggak Lucu
-
Baru Tayang, Ini 5 Alasan Harus Nonton Avatar The Last Airbender di Netflix
-
Ulasan Bhakshak: Film Thriller yang Menggali Kegelapan Sistem
-
Kalah Lawan Thailand, Timnas Basket Indonesia Petik Pelajaran Berharga
Ulasan
-
Museum Blambangan dan Artefak Tanah Liat yang Harus Dijaga
-
I Need Space: Belajar Mengelola Emosi Lewat Petualangan di Luar Angkasa
-
Mampukah Indonesia Bangkit? Mencari Jalan Keluar dari Krisis
-
Indonesia Tidak Lagi Dijajah Belanda, Lalu Mengapa Gerpolek Masih Relevan?
-
Tragedi Ohara: Ketika World Government One Piece Fobia pada Pengetahuan
Terkini
-
Tinggal Tap! 3 Stamp Blush On Ini Bikin Pipi Merona Cocok Buat Daily Makeup
-
Menyelamatkan Nyawa di Ujung Perbatasan: Akhir Tragis Pelarian Kapal Penyelundup di Bintan
-
Kenali Boreout: Ketika Bosan di Kantor Lebih Menyiksa dari Beban Kerja
-
Agensi Konfirmasi Sophia KATSEYE Bakal Comeback Januari 2027 Usai Hiatus
-
Perkuat Jejaring Pers, Forum Wartawan Kebangsaan Bentuk Koordinator di DIY