Ayu Nabila | zahir zahir
Peluncuran Rudal Balistik Jericho II Milik Israel. (militarytoday.com)
zahir zahir

Serangan mendadak Iran yang menargetkan wilayah Israel pada tanggal 13 April 2024 lalu tentunya memang tidak disangka-sangka beberapa pihak.

Dilansir oleh laman indomiliter.com, serangan yang dilancarkan oleh militer Iran dengan menggunakan puluhan unit rudal jelajah dan rudal balisti, serta ratusan unit drone tersebut memang dianggap tidaklah sukses karena banyak rudal dan drone yang berhasil dijatuhkan oleh Israel.

Namun, serangan ini kemungkinan besar akan membuat Israel merencanakan serangan serupa yang menargetkan beberapa situs militer di wilayah Iran dan beberapa negara sekitarnya yang disinyalir juga dikuasai oleh Iran.

Menyadur laman janes.com, Israel sendiri juga kemungkinan besar menggunakan metode serangan yang sama, yakni menggunakan rudal balistik dan jelajah untuk menyerang Iran. Salah satunya adalah rudal balistik jarak menengah, Jericho II.

Dikembangkan Sejak Dekade 1980-an

Hulu Ledak Rudal Balistik Jericho II. (militarytoday.com)

Melansir dari laman militarytoday.com, rudal Jericho II atau yang memiliki kode YA-3 merupakan rudal balistik berbahan bakar padat yang mulai dikembangkan dan dioperasikan oleh Israel sejak dekade 1980an.

Rudal ini sendiri merupakan pengembangan dari rudal balistik Jericho I yang sudah dioperasikan oleh Israel sejak awal dekade 1970-an silam.

Rudal Jericho II merupakan rudal dengan 2 fase peluncuran seperti rudal-rudal balistik jarak menengah atau jauh pada umumnya. Rudal yang memiliki panjang sekitar 15 meter ini mampu membawa hulu ledak dengan berat hingga 1 ton.

Merujuk dari laman missilethreat.csis.org, rudal ini bisa memuat beberapa jenis hulu ledak, mulai dari hulu ledak konvensional, hulu ledak kimia hingga nuklir.

Hal tersebutlah yang membuat rudal balistik Jericho II lebih berbahaya dibandingkan pendahulunya, Jericho I. Rudal Jericho II sendiri diklaim mampu mencapai jarak hingga 1.500 km dan beberapa varian bisa mencapai jarak 2.000 km.

Jarak tersebut memungkinkan Israel bisa mencapai sebagian wilayah Iran dengan rudal Jericho II apabila ingin meluncurkan serangan balasan.

Belum lagi bila Israel mendapatkan persetujuan dari Jordania untuk bisa meluncurkan rudal tersebut dari wilayah negara tetangganya tersebut.

Pengembangan rudal balistik Jericho II sendiri kini melahirkan rudal balistik Jericho III yang mulai dioperasikan sejak tahun 2006 lalu.

Rudal Jericho III sendiri merupakan rudal balistik antar benua (ICBM) yang memiliki jarak jangkau lebih dari 11.000 km.

Sama dengan rudal Jericho II, rudal balistik Jericho III juga mampu membawa hulu ledak nuklir dengan berat sekitar 1,5 ton.