Bagi sebagian orang, penampilan luar kerap dijadikan ukuran dalam menilai apa yang ada di dalam. Misalnya tampilan fisik serta ruang pribadi yang rapi biasanya menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki pemikiran yang teratur. Meskipun hal tersebut tidak sepenuhnya tepat. Kita tidak bisa mematok rata asumsi seperti ini pada setiap orang.
Akan tetapi, terkadang memang pikiran dan dunia fisik di luar diri kita itu saling berpengaruh. Oleh karena itu, merupakan hal amat penting untuk memperbaiki lingkungan yang ada di sekitar kita, khususnya rumah agar pancaran positif dari ruang yang tertata rapi bisa menjadi mood booster kala menjalani aktivitas.
Salah satu buku yang membahas hal ini adalah buku berjudul 'Danshari', yang ditulis oleh Hideko Yamashita, seorang decluttering expert asal Jepang.
Berbicara tentang decluttering atau prinsip menyortir barang yang tidak terpakai, pertama kali saya temui hal ini dalam buku The Life Changing Magic of Tidying Up karya Marie Kondo. Dari sana, saya mendapati bahwa metode decluttering ini adalah sesuatu yang dapat membawa banyak hal positif dalam hidup.
Lantas, lewat buku Danshari ini, saya mendapat penjelasan lebih detail lagi tentang bagaimana melakukan teknik decluttering dengan tepat.
Terinspirasi dari praktik Yoga, penulis mendefinisikan Danshari sebagai kegiatan mengeluarkan barang. Kata 'mengeluarkan' terlihat lebih santai ketimbang 'membuang' atau 'menyingkirkan'.
Selayaknya metabolisme dalam tubuh yang butuh aliran keseimbangan antara apa yang masuk dan keluar, ruangan pun begitu. Ketika kita terlalu banyak menjejalkan benda-benda dan malas untuk mengeluarkan, maka ruangan tersebut akan menjadi sesuatu yang memancarkan energi negatif.
Kita mungkin sudah paham mengenai konsep keseimbangan di atas. Namun realitanya, terkadang amat sulit untuk mengeluarkan barang-barang dengan alasan akan terpakai lagi, barang hadiah, atau mungkin karena benda itu menyimpan sejarah.
Oleh karena itu, penulis memaparkan secara amat detail tentang bagaimana kiat agar kita mudah mempraktikkan Danshari ini.
Di antara hal yang menarik bagi saya adalah pembahasan tentang prinsip Pareto dalam Danshari. Bahwa fungsi dari 80 persen barang yang ada di ruangan kita itu sebenarnya bisa diwakili dengan keberadaan benda sebanyak 20 persen saja. Dengan mengingat prinsip ini, kita bisa lebih mudah dalam menyortir barang sesuai dengan fungsinya saja.
Selain itu ada juga pembahasan tentang upaya mengurangi pemakaian organizer yang hanya memudahkan kita menimbun barang. Padahal, banyak orang yang berlomba-lomba membeli organizer berbagai bentuk dengan alasan ingin merapikan barang.
Alih-alih merapikan, memakai organizer justru membuat kita semakin ingin memenuhi tempat penyimpanan dengan berbagai barang yang bertumpuk.
Lalu bagi saya pribadi, bagian paling makjleb adalah poin tentang meminimalkan pembelian barang dan perintilan dapur karena alasan kepraktisan. Mulai dari blender serba guna, mesin pembuat kopi, alat pemanggang canggih, dan benda-benda sejenisnya yang terkadang hanya dipakai sesekali. Padahal jika tidak membelinya pun kita masih bisa hidup dengan lancar.
Selain hal di atas, masih banyak poin-poin menarik yang dibagikan penulis dalam buku ini. Jika kamu tertarik untuk mempelajari teknik berbenah dan bersih-bersih dengan decluttering, buku Danshari ini bisa menjadi referensi!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
The Let Them Theory: Buku dengan Konsep Sederhana untuk Hidup Lebih Tenang
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
Artikel Terkait
-
Lucinta Luna Pamer Wajah usai Oplas, Malah Disangka Foto Filter AI
-
Bahas Isu Lingkungan, Ini 3 Rekomendasi Buku yang Wajib Dibaca Semua Orang!
-
Jangan Kaget Lihat Penampilan Ria Ricis dan Teuku Ryan Setelah Cerai, Beda Banget!
-
4 Rekomendasi Karya Sastra Khas Penulis Lokal, Selami Keindahan Ceritanya
-
4 Buku yang Cocok Dibaca ketika Overthinking, Bebaskan Dirimu Sejenak
Ulasan
-
Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis
-
Why You Should Read Children's Books: Pengingat untuk Orang Dewasa
-
Ulasan Drama Dinner Mate: Menemukan Ruang Pulih setelah Patah Hati
-
Ulasan Culture Shock: Perjalanan Riko Menghadapi Dunia Baru di Jakarta
-
Review Runner: Aksi Simpel tapi Menghibur Banget, Keren!
Terkini
-
Anti-Kusam Seharian! 4 Chemical Sunscreen Brightening Bikin Wajah Glowing
-
Perjalanan Hidup 'Si Leher Beton' Dibongkar dalam Serial Dokumenter TYSON
-
Hadir 15 Oktober, Kate Wyler Hadapi Krisis Politik di The Diplomat Season 4
-
Di Balik Kecanggihan AI: Ada Tagihan Listrik dan Air Bumi yang Membengkak
-
Rakyat Harus Beradab, Mengapa Penguasa Bebas Berkata Kasar di Ruang Publik?