Film animasi The Wonderland yang dibuat oleh sutradara Keiichi Hara pada tahun 2019 membawa penonton dalam perjalanan imajinatif yang memukau.
Berdasarkan cerita anak-anak, Chikashitru Kara no Fushigi na Tabi (Perjalanan Ajaib dari Basement), anime ini menghabiskan sedikit waktu di bumi, yang mana sisanya berada di dunia cermin yang ajaib.
Dalam anime ini, seorang remaja bernama Akane dipaksa berpetualang oleh temannya yang ceroboh, yaitu Chii, dan diundang oleh seorang alkemis misterius untuk menjadi “Dewi Angin Hijau” yang akan menyelamatkan dunia dari kekeringan.
Review Anime The Wonderland
Plot The Wonderland mungkin tampak standar dengan berbagai rintangan yang harus dihadapi Akane, termasuk penjahat robotik Zan Gu dan upacara pemulihan air yang membutuhkan pangeran yang hilang.
Namun, fokus film ini bukan pada plotnya, melainkan pada latar belakangnya yang penuh imajinasi. Meskipun dunia yang ditampilkan berskala kecil, namun penggambarannya sangat indah dan beragam.
Setiap kota memiliki ciri khasnya sendiri, dari rumah-rumah kecil yang menyerupai ornamen Natal hingga kota yang dihantam badai angin dengan debu merah yang beterbangan.
Untuk animasi dalam film ini, meskipun kadang-kadang tidak konsisten, tetap memperlihatkan perhatian besar pada detail kota dan lanskap. Adegan-adegan panorama dari latar belakang juga sangat memukau, menjadikannya salah satu karya animasi paling indah.
Desain karakter oleh Kuvshinov juga mendapat sorotan, dengan karakter yang memiliki tulang pipi lebar, hidung kecil, dan mata besar yang detail, cocok dengan latar belakang yang menakjubkan.
Namun, The Wonderland juga memiliki beberapa kekurangan. Pengembangan karakter tidak terlalu mendalam, dan cerita cenderung memberikan informasi secara langsung daripada secara halus.
Akting suara oleh Mayu Matsuoka juga terasa canggung. Namun, mengingat bahwa film ini ditujukan untuk anak-anak dan berdasarkan sumber materi yang serupa, ekspektasi dari penonton seharusnyajuga perlu disesuaikan.
The Wonderland adalah anime yang melibatkan para penontonnya dengan cara yang sederhana. Setelah menyesuaikan ekspektasi, saya dapat menikmati keajaiban yang ingin disampaikan oleh film ini.
Film ini menciptakan intensitas dan urgensi yang membuat saya peduli pada karakternya, serta mengingatkan saya pada imajinasi masa kecil.
Terlepas dari beberapa kekurangan yang disebutkan, The Wonderland adalah sebuah dongeng yang memikat anak-anak dan mengajak orang dewasa untuk menjadi anak-anak lagi selama beberapa jam.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan Buku The Art of Stoicism, Misi Pencarian Makna tentang Kehidupan
-
Fenomena Job Hugging, Tanda Loyalitas atau Karier Stagnan?
-
Mengubah Hobi Jadi Gaya Hidup Sehat Lewat Olahraga Futsal
-
Futsal dan Tren Urbanisasi: Solusi Ruang Terbatas di Lingkup Perkotaan
-
Bukan Sekadar Hobi, Futsal sebagai Investasi Kesehatan Jangka Panjang
Artikel Terkait
-
Ulasan Anime 'Dungeon Meshi': Perpaduan Genre Fantasy dan Gourmet yang Unik
-
Film Haikyuu!! The Dumpster Battle Melejit di Box Office China Akhir Pekan
-
Kisah Anak SMA Mengelola Taman Hiburan dalam Anime 'Amagi Brilliant Park'
-
Anime Tokyo Revengers Bersiap Produksi Sekuel Terbaru, Intip Teasernya
-
Keren! Anime Totto-chan Sabet Penghargaan Bergengsi di Festival Film Annecy 2024
Ulasan
-
Ulasan Novel Muslihat Berlian: Perburuan Masa Depan yang Keseleo!
-
Film Surat untuk Masa Mudaku: Berdamai dengan Luka Masa Kecil
-
Film Good Will Hunting: Kisah Matematikawan Jenius dengan Trauma Masa Lalu
-
Buku Yang Terhormat Bapak Saya: Antologi Kisah tentang Sisi Terapuh Manusia
-
Film Mudborn: Boneka Tanah Liat yang Mengutuk dan Mengerikan!
Terkini
-
Bye Kusam! 4 Cleanser Glycolic Acid Angkat Sel Kulit Mati untuk Kulit Cerah
-
4 Pelembap Lokal Madecassoside Atasi Redness dan Dehidrasi Kulit Sensitif
-
Digelar di Tokyo, Crunchyroll Anime Awards Edisi ke-10 Hadirkan 32 Kategori
-
4 Ide Outfit Rok ala Wonyoung IVE yang Super Aesthetic dan Girly!
-
Guru di Ujung Laporan: Mengapa Mediasi Kini Kalah oleh Jalur Hukum?