Bukit Selong merupakan salah satu tempat wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam tetapi juga sebagai wisata edukasi budaya dan sejarah di Lombok Timur.
Objek wisata alam berikut berada di atas ketinggian sekitar 1.800 mdpl sehingga panorama yang disuguhkan akan tampak memukau berupa hamparan persawahan dan megahnya pegunungan.
Lantas, hal-hal menarik apa saja yang dapat ditemukan oleh wisatawan di Bukit Selong? Yuk, langsung saja simak ulasan selengkapnya yang akan dibahas di bawah ini.
Daya Tarik Bukit Selong
Daya tarik utama wisata Bukit Selong tentu saja terdapat pada panorama alam sekitarnya yang tampak masih asri dengan udara sejuk yang sulit sekali ditemukan di kawasan perkotaan.
Wisatawan dapat menyaksikan keberadaan hamparan area persawahan yang luas serta Gunung Rinjani yang tampak megah dan populer di Lombok.
Tidak lupa, Bukit Selong juga sudah dilengkapi dengan beberapa spot foto yang tampak kekinian, seperti di sebuah gardu pandang hingga di atas puncak bukit berlatarkan pegunungan.
Di beberapa sudut Bukit Selong juga terdapat bangku-bangku yang dapat ditempati untuk sekadar bersantai sembari melepaskan penat perjalanan menuju kawasan wisata.
Pengunjung juga dapat menyaksikan panorama sunset atau matahari terbenam di Bukit Selong yang pastinya akan tampak berbeda dengan sunset yang sering dilihat di kawasan pantai.
Tidak hanya itu, Bukit Selong juga menjadi salah satu wisata edukasi karena keberadaan Desa Beleq yang memiliki sejarah cukup menarik untuk dipelajari.
Di Desa Beleq, wisatawan dapat menemukan keberadaan 7 bangunan dengan bentuk khas yang menjadi saksi sejarah cikal bakal masyarakat Sembalun. Bentuk rumah di Desa Beleq juga cukup unik, di mana atapnya terbuat dari bambu dengan lantai tanah liat bercampur kotoran sapi.
Rumah-rumah adat di Desa Beleq menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah untuk berwisata ke Bukit Selong.
Alamat dan Harga Tiket Masuk Wisata Bukit Selong
Bukit Selong berada di belakang Dusun Beleq, tepatnya di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Apabila beranjak dari Kota Mataram, wisatawan diperkirakan akan sampai di Bukit Selong setelah menempuh waktu perjalanan sekitar 2 jam setengah.
Adapun waktu yang tepat untuk mengunjungi Bukit Selong adalah di pagi hari, suasana di sekitar kawasannya terasa asri dengan pemandangan Gunung Rinjani yang lebih jelas.
Untuk menikmati keindahan alam Bukit Selong yang mempesona, wisatawan cukup membayar biaya tiket masuk yang terjangkau, yakni mulai dari Rp10.000 per orang.
Itulah tadi ulasan mengenai Bukit Selong yang mungkin saja dapat dijadikan sebagai tempat wisata tujuan bersama dengan teman sesama pencinta alam di Lombok.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pantai Sawangan, Surga Tersembunyi di Nusa Dua Bali
-
Pantai Samuh, Wisata Gratis dengan Panorama Menawan di Nusa Dua Bali
-
Bukit Pengilon, Spot Healing dengan View Laut Lepas di Jogja
-
The Lost World Farm, Wisata dengan Konsep Peternakan ala Belanda di Jogja
-
Pantai Geger, Pesona Wisata Murah Meriah di Nusa Dua Bali
Artikel Terkait
-
Menelusuri Pantai Suluban, Pesonanya bak Surga Tersembunyi di Bali
-
Bersantai di Tepian Pantai Setangi yang Memiliki Hamparan Pasir Putih Halus
-
Berlibur di Pulau Cubadak yang Memiliki Suasana seperti di Private Island
-
Merasakan Pengalaman Seru Bermain River Tubing di Sumber Maron Malang
-
Curug Cihear, Lokasi Liburan Terbaik untuk Wisatawan Pencinta Tantangan
Ulasan
-
The Catalyst: Kenapa Semakin Dipaksa, Orang Justru Semakin Sulit Berubah?
-
Membaca Sejarah Nama Bahasa Indonesia: Bahasa yang Mencerminkan Pikiran
-
Deathstalker: Hadir dengan Petualangan Pahlawan Barbar Melawan Penyihir!
-
Eternal Sunshine of the Spotless Mind: Saat Kenangan Tak Bisa Sepenuhnya Hilang
-
Review Home School: Saat Belajar di Sekolah Tak Harus Lewat Buku Pelajaran
Terkini
-
Kemiren Lawan Komersialisasi Budaya Lewat Wirausaha UMKM Berkelanjutan
-
Geliat Literasi Anak Muda: Minat Baca Bangkit, Harga Buku Sulit
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit