Buku Mawar dan Melati mengisahkan kehidupan rumah tangga yang tidak adil. Ibu yang berat sebelah kepada kedua anaknya. Saudara tiri yang jahat. Dan anak perempuan bernama Mawar yang baik dan penyabar.
Sejak ayahnya meninggal dunia, Mawar hanya tinggal bersama ibu dan saudara tirinya, Melati. Setiap hari, Mawar dipaksa melakukan semua pekerjaan rumah. Mawar diperlakukan tidak adil oleh ibu dan saudara tirinya.
Setiap hari Mawar disuruh mencuci pakaian di sungai, meski hujan di luar sangat deras, ia tetap dipaksa oleh ibunya untuk mengerjakan tugas sebagai pencuci baju. Di sungai itu, saat Mawar bersedih hati meratapi nasib yang dialami, ia bertemu dengan batu ajaib yang sanggup menolongnya dan menuntaskan kegalauannya selama ini.
Berikut kisah lengkapnya. Di sebuah rumah, hiduplah sebuah keluarga dengan dua anak, Mawar dan Melati. Dari luar, keluarga mereka tampak harmonis. Namun, saat mengetahui dengan isi di dalamnya, ternyata dua anak itu diperlakukan berbeda.
Melati selalu dimanja oleh sang ibu, tapi tidak dengan Mawar. Sejak ayahnya meninggal dunia, Mawar si anak tiri itu tak pernah hidup bahagia. Ia selalu dipaksa untuk melakukan pekerjaan rumah. Ia memasak untuk ibu dan Melati. Ia juga harus mencuci pakaian ibu dan saudari tirinya itu.
Saat seperti itu, ia rindu kehadiran sosok ayahnya yang selalu mencintai dan menyayangi Mawar. Namun, apa hendak dikata, ayahnya sudah kembali ke hadirat-Nya.
Tiba-tiba di sebuah sungai, saat Mawar hendak mencuci baju, ia kaget mendengar batu ajaib yang dapat berbicara. Batu itu membantu Mawar mencucikan bajunya. Sementara Mawar terus dihantui rasa tak percaya. Ia sangat kaget. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Mawar pulang dengan rasa penasaran yang menyelimutinya.
Saat hujan deras bahkan disertai sambaran petir, Mawar tetap dipaksa oleh ibu dan Melati untuk mencuci baju di sungai. Keduanya berharap Mawar celaka, disambar petir atau jatuh dan diseret arus sungai.
Namun, setibanya Mawar di rumah, keduanya tercengang karena baju Mawar tak basah oleh hujan. Akhirnya, dalam tugas-tugas mencuci berikutnya, dari balik jendela sang ibu dan Melati mengintip perihal yang terjadi. Mereka tahu, ada batu ajaib yang membantu Mawar mengerjakan pekerjaan mencuci.
Sang ibu dan Melati kemudian meminta sesuatu kepada batu tersebut. Ia minta agar permintaannya dikabulkan. Alih-alih menolongnya, justru batu itu menganga dan hampir menelan sang ibu dan Melati. Untung Mawar segera berlari dan memohon agar batu tersebut tak menelan ibu dan saudari tirinya.
"Tolong lepaskan ibu dan Melati, Batu. Aku mohon. Mereka adalah satu-satunya keluargaku," pinta Mawar kepada batu tersebut. (Halaman 29).
Mendengar permintaan Mawar, batu itu melepaskan ibu dan Melati. Kedunya pun meminta maaf kepada Mawar. Sejak kejadian itu, ibu dan Melati benar-benar berubah. Mereka hidup rukun, saling menyayangi, saling mengerti. dan saling membantu satu sama lain.
Hikmah yang dapat kita petik dari kisah Mawar dan Melati ini, hendaklah kita menjadi orang baik dan tidak berlaku semena-mena kepada orang lain, terlebih seorang ibu. Ibu harus adil kepada anak-anaknya. Sebagai anak, harus saling memahami dan mengalah antar saudara, tidak bermusuhan dan tidak saling membenci.
Selamat membaca!
Identitas Buku
Judul: Mawar dan Melati
Penulis: Leni Aryani
Ilustrasi: Garis Bintang
Penerbit: Kanak, Bumi Aksara
Cetakan: I, Januari 2020
Tebal: 32 Halaman
ISBN: 978-623-7576-35-8
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Mengenal Myasthenia Gravis Lewat Buku Orbit Tiga Mimpi
-
Menjaga Kesucian Cinta Masa Lalu dalam Buku Cerpen Pertobatan Aryati
-
Curigai Motif Prabowo Pamer Borong Buku, Rocky Gerung Sindir Jokowi: Buku Sumber Gagasan, Bukan Gorong-gorong!
-
Pengen Cuan? Simak Caranya di Buku Sukses Mengubah Waktu Luang Menjadi Uang
-
Cinta yang Dimulai dari Satu Kebohongan Manis dalam Novel One Sweet Lie
Ulasan
-
Belajar Tenang ala Buddhis di Buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3
-
Jadi Guru Gak Boleh Nanggung! Seni Menjadi Guru Keren ala J. Sumardianta
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Film Mother Mary: Balutan Estetika A24 dalam Tragedi Musikal Modern
-
Novel Lampuki: Tragedi Kemanusiaan yang Menghujam Desa Lampuki
Terkini
-
Dari Gubuk Seng di Pinggir Rawa ke Universitas Glasgow: Perjalanan Hengki Melawan Keterbatasan
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
-
Bosan Helm Pasaran? Cargloss Chips Highway Patrol Usung Gaya Polisi 80-an
-
Bisikan dari Rimbun Bambu di Belakang Rumah
-
CIX Umumkan Bubar usai 7 Tahun Bersama, Seluruh Member Tinggalkan Agensi