Menjadi anak rantau tentu bukan hal yang mudah. Jauh dari keluarga di kota yang asing, harus beradaptasi sekaligus menelan kerinduan yang berat dengan keluarga. Demikian yang dialami oleh Geum Myeong dalam drakor When Life Gives You Tangerines.
Drama Korea yang tayang sejak 7 April 2025 di Netflix ini sukses mencuri perhatian penonton. Dengan dinamika yang kompleks mulai dari romansa, keluarga, hingga perjuangan, drama ini sukses bikin banjir air mata.
Geum Myeong, yang diperankan oleh IU, merupakan anak pertama dari pasangan Gwan Sik dan Oh Ae Sun. Sejak berusia 20 tahun, Geum Myeong sudah harus merantau di Seoul untuk melanjutkan kuliahnya.
Bukan hal yang mudah bagi Geum Myeong karena seluruh keluarganya ada di pulau Jeju. Menahan kerinduan serta kesepian di kota besar, Geum Myeong terus berusaha untuk mengejar pendidikannya.
Berikut beberapa kesulitan yang dialami Geum Myeong dalam drama When Life Gives You Tangerines:
1. Geum Myeong tidak mendapat asrama dan harus mencari kos murah
Ketika memulai kuliah, Geum Myeong mengajukan diri agar menerima beasiswa dan asrama di kampusnya. Namun Geum Myeong gagal melakukannya dan terpaksa mencari kos sendiri.
Masalah terjadi karena kos yang dekat dengan kampus memiliki harga yang cukup mahal. Oleh karena itu, Geum Myeong terpaksa mencari kos yang jauh dari kampusnya.
Tidak hanya jauh, kos yang Geum Myeong tempati cenderung tidak nyaman dan kecil. Bahkan pemilik kos selalu membatasinya dalam melakukan apapun.
2. Kesulitan mencari pekerjaan paruh waktu
Setelah mendapat kos, Geum Myeong berniat untuk mencari pekerjaan paruh waktu. Geum Myeong pada saat itu juga mendapat kesulitan, karena meskipun ia kuliah di universitas ternama dan sempat mendapat pertukaran belajar ke Jepang, mencari pekerjaan patuh waktu sangat sulit baginya.
Beruntung tidak lama kemudian dia bertemu seseorang yang dengan baik hati membawanya dan memberinya pekerjaan sebagai penjaga loket tiket film.
3. Harus berhemat agar uangnya cukup untuk pengeluaran sehari-hari
Hidup dalam kemiskinan membuat Geum Myeong harus pandai-pandai menghemat uangnya. Selama kuliah, Geum Myeong berusaha mengatur pengeluarannya agar ia tidak perlu merepotkan orangtuanya lagi.
Hal ini relate banget bagi kita sebagai anak perantau yang takut untuk minta uang tambahan kepada orangtua. Jalan jitunya adalah dengan menghemat.
4. Sering merasa bersalah kepada orangtuanya
Hidup dalam keterbatasan menimbulkan perasaan bersalah pada diri Geum Myeong terhadap orangtuanya. Menyadari perjuangan orangtuanya yang terpaksa harus pindah ke rumah yang lebih kecil, menangkap ikan sangat pagi, dan ibunya yang harus berjualan di pinggir jalan membuat Geum Myeong kerap merasa bersalah karena pendidikannya saat ini.
5. Saat Ibunya menelpon, Geum Myeong selalu pura-pura baik-baik saja
Salah satu kalimat menyentuh dalam drama When Life Gives You Tangerines adalah "kekhawatiran Ibu sangat melelahkan.. namun kekhawatiran itu menyelamatkanku berkali-kali" menunjukkan kekhawatiran besar ibunya, Oh Ae Sun, kepada Geum Myeong.
Setiap pukul sembilan malam, Ibu Geum Myeong selalu menelpon putrinya untuk memastikan ia sudah pulang ke kos. Kekhawatiran berlebih pada ibunya kadang kala membuat Geum Myeong kesal.
Dalam drama ini, Geum Myeong kesulitan untuk menceritakan kesulitan yang ia hadapi kepada orangtuanya. Sehingga setiap kali ibunya menelpon, Geum Myeong justru melontarkan kalimat kasar.
Melalui drama ini kita bisa melihat dinamika emosional dari Geum Myeong yang harus merantau ke kota demi pendidikannya. Selama merantau, Geum Myeong juga harus menelan berbagai kesulitan.
Meski demikian, Geum Myeong merupakan anak yang kuat. Dalam perjalanannya ia selalu berusaha untuk mandiri dan menyelesaikan masalahnya. Masalah yang dihadapi Geum Myeong cukup relate bagi kita yang juga merantau.
Baca Juga
-
Menakar Kontrol Sosial Masyarakat Modern Lewat Kasus Penyekapan di Bandung
-
Cara Saya Mengubah Kesepian Menjadi Ruang Terbaik untuk Mengenal Diri
-
Cara Saya Menemukan Kembali Makna Proses di Balik Lembar Pengesahan Skripsi
-
Bagaimana Sistem Transportasi Publik Melanggengkan Kemiskinan Waktu
-
Pengkhianatan, Trauma, dan Luka Masa Kecil dalam The Silent Patient
Artikel Terkait
-
Spin-off 'Hospital Playlist', Ini 5 Karakter Utama 'Resident Playbook'
-
4 Alasan Gwan Sik Jadi Cowok Green-Flag di Drama Korea When Life Gives You Tangerines
-
Berlatar di Universitas, 3 Poster Pemeran Utama Drama Korea Crushology 101
-
4 Fakta dan Sinopsis Drama Korea Resident Playbook, Spin-Off Hospital Playlist
-
Drama Korea Waiting for Gyeongdo Umumkan Jajaran Pemeran Pendukung
Ulasan
-
The Bodyguard From Beijing: Film Jet Li yang Bikin Masa Kecil Kita Berdebar-debar
-
Ulasan The Auditors, Kisah Seru Tim Audit yang Bekerja Layaknya Detektif
-
Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Ego Anak, Penyesalan, dan Air Mata di Panti Jompo
-
Hospitality: Seni Memanusiakan Pelanggan di Tengah Persaingan Bisnis
-
Ketika Darah Rakyat Mengakhiri Takhta: Sumatera dalam Kacamata Anthony Reid
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Cetak Rekor, Erling Haaland Kian dekat Raih Gelar Topskor
-
Prediksi Curacao vs Pantai Gading: Misi Panas Kedua Tim di Philadelphia
-
Analisis Taktik Ekuador vs Jerman: Die Mannschaft Jaga Mental Juara
-
5 Serial Netflix Terbaik 2026 yang Wajib Masuk Daftar Tontonan
-
Turki vs Amerika Serikat: Ujian Mental di Akhir Fase Grup Piala Dunia 2026