Lintang Siltya Utami | Oktavia Ningrum
How Could You Do This to Me, Mum? (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Menjadi remaja ternyata bukan cuma soal menghadapi tugas sekolah, ujian, atau mencari tahu ingin menjadi apa di masa depan. Ada persoalan lain yang kadang terasa jauh lebih serius bagi seorang remaja. Keinginan yang bertabrakan dengan orang tua. Hal itulah yang menjadi salah satu daya tarik novel How Could You Do This to Me, Mum? karya Rosie Rushton. Novel ini mengangkat kehidupan lima remaja yang sedang berada dalam masa pencarian jati diri. Mereka menghadapi persoalan yang sebenarnya dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama tentang keluarga, cinta, cita-cita, dan keinginan untuk dianggap dewasa.

Sinopsis Novel

Buku setebal 224 halaman ini bercerita tentang lima remaja yang tinggal di kota fiktif Leehampton. Chelsea, Jemma, Sumitha, Jon, dan Laura. Kelima tokoh tersebut memiliki persoalan masing-masing. Namun, ada satu benang merah yang menghubungkan mereka: orang tua mereka ternyata bisa menjadi sumber rasa malu, frustrasi, sekaligus konflik yang tidak kalah rumit dibandingkan masalah percintaan.

Chelsea, misalnya, merasa sangat malu karena ayahnya berjualan sup menggunakan mobil van di sudut-sudut jalan yang mudah terlihat oleh teman-teman sekolahnya. Bagi orang dewasa, pekerjaan sang ayah tentu bukan sesuatu yang memalukan. Ia bekerja keras untuk mencari nafkah. Tetapi bagi Chelsea, situasinya berbeda. Pada usia ketika pendapat teman terasa sangat penting, ia khawatir pekerjaan ayahnya membuat dirinya terlihat berbeda.

Masalah Chelsea semakin rumit karena ibunya juga memiliki kebiasaan yang menurutnya memalukan. Sang ibu gemar mengenakan rok mini dan bahkan menulis cerita tentang kehidupan keluarganya di koran lokal. Bagi Chelsea, rasanya seperti tidak memiliki privasi.

Sementara itu, Jemma menghadapi persoalan yang berbeda. Ia memiliki impian besar untuk menjadi seorang aktris. Sayangnya, orang tuanya tidak memberikan dukungan yang ia harapkan. Bagi Jemma, kurangnya dukungan tersebut terasa seperti penolakan terhadap cita-citanya. Padahal, masa remaja sering kali menjadi periode ketika seseorang sangat membutuhkan validasi dari orang-orang terdekat.

Sumitha justru memiliki strategi sendiri untuk mendapatkan perhatian. Ia tiba-tiba berubah menjadi anak yang sangat rajin belajar hingga membuat orang tuanya bangga. Namun, di balik perubahan tersebut terdapat alasan yang tidak mereka ketahui: Sumitha sebenarnya sedang berusaha menarik perhatian seorang cowok.

Di sisi lain ada Jon yang merasa kesulitan membuat Sumitha terkesan. Ayahnya yang gemar berolahraga bahkan sering salah menyebut nama Sumitha, sementara ibunya sibuk dengan kehidupan sebagai mahasiswa dan berbagai aksi demonstrasi. Situasi keluarga tersebut membuat kehidupan percintaan Jon semakin rumit.

Kemudian ada Laura yang menghadapi persoalan yang jauh lebih sensitif. Ibunya sedang hamil lagi dan situasi hubungan sang ibu membuat Laura kebingungan. Pada saat yang sama, ia ingin pergi berdemo bersama Daniel, cowok yang disukainya, tetapi ibunya justru melarangnya.

Kelebihan dan Kekurangan

Menariknya, novel ini tidak menjadikan para orang tua sebagai tokoh jahat. Justru di situlah kekuatannya. Hal-hal yang dianggap memalukan oleh anak belum tentu merupakan kesalahan orang tua. Ayah Chelsea mungkin merasa bangga dengan pekerjaannya. Ibu Jemma mungkin memiliki pertimbangan sendiri. Orang tua mereka adalah manusia dengan pilihan, impian, kekurangan, dan persoalan masing-masing.

Novel ini memperlihatkan benturan antara dua sudut pandang. Remaja yang ingin dipahami sebagai individu yang mulai dewasa dan orang tua yang juga ingin menjalani kehidupannya sendiri. Dengan gaya bahasa yang ringan, jenaka, dan dekat dengan keseharian, Rosie Rushton berhasil menjadikan konflik keluarga terasa menghibur tanpa kehilangan sisi emosionalnya. Situasi yang bagi tokoh-tokohnya terasa seperti bencana besar justru dapat membuat pembaca tersenyum karena terasa akrab.

Pada akhirnya, How Could You Do This to Me, Mum? bukan sekadar cerita tentang remaja yang malu kepada orang tuanya. Novel ini juga berbicara tentang proses menjadi dewasa dan belajar memahami bahwa orang tua ternyata bukan manusia sempurna. Kadang-kadang mereka salah. Kadang mereka menyebalkan. Kadang mereka benar-benar membuat malu. Tetapi seperti halnya anak-anak mereka, orang tua juga sedang berusaha menjalani hidup dengan cara terbaik yang mereka tahu. Dan mungkin, itulah pelajaran paling menarik dari novel ini. Bertambah dewasa bukan hanya belajar memahami diri sendiri, tetapi juga mulai memahami bahwa orang tua adalah manusia.

Identitas Buku

  • Judul: How Could You Do This to Me, Mum?
  • Penulis: Rosie Rushton
  • Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit: 2005 
  • ISBN: 979-22-1556-5
  • Tebal: 224 halaman
  • Kategori: Fiksi Remaja, Novel