HYUKOH adalah band indie asal Korea Selatan yang dibentuk pada tahun 2014. Band ini terdiri dari empat anggota, yakni Oh Hyuk sebagai vokalis utama sekaligus gitaris dan leader grup, Im Dong-geon sebagai bassist, Lim Hyun-jae sebagai gitaris, dan Lee In-woo sebagai drummer. Mereka saat ini berada di bawah naungan label DooRooDooRoo Artist Company.
Lagu “TOMBOY” diproduksi oleh Oh Hyuk bersama dengan musisi indie lainnya, Car, the garden. Lagu ini berasal dari album mereka yang dirilis tahun 2017 berjudul "23". Sejak pertama kali mendengar lagu ini, saya langsung merasakan nuansa nostalgia yang kuat dan kesedihan yang mendalam.
Bahkan tanpa membaca terjemahan liriknya, perasaan yang tersampaikan dalam musiknya sangat jelas, seperti ada kemarahan yang terpendam, dorongan untuk bertahan, dan juga kerinduan yang sulit dijelaskan. Dan ini adalah salah satu lagu yang bisa saya dengarkan berulang-ulang dalam waktu lama, karena setiap kali diputar, rasanya seperti menyentuh sisi emosional yang berbeda dalam diri saya.
Yang paling mencolok dari lagu ini adalah kekuatan vokal Oh Hyuk. Suaranya begitu khas, serak tapi lembut, dan mampu menyampaikan perasaan dengan jujur.
Ketika suara Oh Hyuk bergabung dengan permainan musik dari anggota band lainnya, rasanya seperti mendengarkan harmoni yang sempurna. Tidak heran jika banyak orang menyebut HYUKOH sebagai salah satu band indie paling unik dan berbakat di Korea Selatan.
Meskipun “TOMBOY” bukan lagu yang ceria atau penuh semangat, lagu ini tetap sangat layak untuk didengarkan. Justru karena kesederhanaannya dalam mengungkapkan kesedihan dan pencarian jati diri.
Lagu ini terasa sangat jujur dan relevan, terutama bagi mereka yang sedang berada di usia dua puluhan, masa transisi yang penuh kebingungan dan tantangan hidup.
Lirik “TOMBOY” sendiri berbicara tentang bagaimana rasanya menjalani masa muda yang tidak mudah. Lagu ini mengangkat isu yang sering disebut sebagai “masalah usia 20-an”. Ketika seseorang merasa seperti tersesat dalam labirin kehidupan yang tidak ada ujungnya dan hanya bisa terus berjalan meskipun tanpa arah yang jelas.
Salah satu bagian lirik yang paling menyentuh berbunyi:
"Orang dewasa yang sedih hanya berjalan mundur
Kamu, yang baru saja melewati usia dua puluh yang mengerikan, terlihat bosan
Karena kita tidak ingin terbakar terlalu cepat
Kita menyemangati cinta".
Lirik tersebut mencerminkan perasaan putus asa namun tetap berusaha bertahan, khas dari generasi muda yang sedang mencari arah dan tujuan hidup.
Kita diajak untuk merenung, sekaligus memahami bahwa tidak apa-apa jika belum menemukan semua jawabannya.
Musiknya sendiri memberikan kesan klasik yang terasa familiar. Banyak pendengar merasa bahwa lagu ini mengingatkan mereka pada musik rock klasik dari era 80-an.
Meski berasal dari band Korea modern, nuansa musiknya terasa seperti lagu-lagu nostalgia yang mungkin biasa didengarkan orang tua kita. Hal inilah yang membuat “TOMBOY” terasa dekat dan menyentuh, bahkan tanpa perlu memahami liriknya sekalipun.
Tidak heran jika lagu ini menjadi salah satu lagu paling populer dari HYUKOH. Di Korea Selatan, lagu ini berhasil merajai tangga lagu dan mendapatkan banyak pujian dari berbagai kalangan.
“TOMBOY” dianggap sebagai salah satu lagu paling sentimental dan penuh perasaan dari HYUKOH hingga saat ini. Secara keseluruhan, “TOMBOY” adalah lagu yang penuh makna dan emosional.
Lagu ini tidak hanya enak didengar secara musikal, tetapi juga punya kedalaman lirik yang menggambarkan realita kehidupan muda dengan jujur dan apa adanya.
Jika kamu sedang merasa bingung, lelah, atau butuh pelukan dari lagu yang mengerti perasaanmu, “TOMBOY” bisa menjadi teman setia yang bisa menemani hari-harimu.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Belajar Mengambil Keputusan Lewat The Decision Book Karya Mikael Krogerus
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Dari Ongkos Transportasi hingga Harga Sembako
-
Polemik Modifikasi Kurikulum, Kenapa Lulusan Masih Sulit Siap Kerja?
-
Durasi Musik Modern Semakin Pendek, Apakah Kreativitas Ikut Berubah?
-
Efisiensi Anggaran tapi Gaji Tetap: Apakah Masyarakat Merasakan Manfaatnya?
Artikel Terkait
-
Jadi Cantik Apa Adanya Lewat Lagu Scars to Your Beautiful oleh Alessia Cara
-
Lagu Out of Time oleh The Weeknd: Sebuah Penyesalan dalam Balutan City Pop
-
Menikmati Sunyinya Malam Bersama IU Lewat Lagu Bertajuk Through the Night
-
Di Tengah Gugatan Keenan Nasution, Vido Aldiano Tulis Pesan Haru Bahas Hidup yang Sebentar
-
Kiss of Life Ungkap Pesona Cinta Lewat Vibes Sensual di Lagu Lips Hips Kiss
Ulasan
-
Ulasan Film Main Vaapas Aaunga: Romantisme Pilu di Balik Tragedi Tahun 1947
-
Ketika Hijab Terasa Berat: Panduan Hati bagi Muslimah yang Sedang Berproses
-
Buku Pintar Kompas 2011: Potret Dinamika Indonesia dalam Satu Tahun
-
Review Film The Protege: Drama Kriminal yang Penuh dengan Intrik dan Darah!
-
Kisah Romansa Antara Mei Li dan Lung di Film Bangkok Traffic (Love) Story
Terkini
-
Rutinitas Ngopi: Mood Booster dan Hangatnya Kebersamaan Bareng Keluarga
-
Yeonjun TXT Siap Comeback Solo dengan Mini Album Kedua "NO LABELS: PART 02"
-
Mau Nobar Piala Dunia? 5 Inspirasi Outfit Ini Buat Penampilanmu Makin Kece
-
Vibes Piala Dunia 2026 Masih Anyep, FIFA Harusnya Lirik 2 Potensi Besar Ini untuk Dimaksimalkan
-
Ulang Tahun Hoshi SEVENTEEN Diwarnai Aksi Mulia untuk Ratusan Anak Zambia