Ketika cinta kandas, maka tak akan ragu kulepas. Mungkin kalimat itu cukup untuk merepresentasikan tokoh Maxwell di buku ini. Si arkeolog tampan yang realistis dan cukup sinis. Tapi bukan berarti ia tak punya hati, ia juga manusia yang bisa merasa sakit. Tapi, hidup ini terlalu indah untuk dilewatkan hanya dengan kesedihan!
Identitas Buku
- Judul: Geronimo
- Penulis: Indah Hanaco
- Penerbit: Elex Media Komputindo
- Tebal: 463 halaman
- Tahun Terbit: 2019
Novel Geronimo karya Indah Hanaco menyajikan sebuah romansa yang kompleks, berlapis, dan emosional. Sebagai bagian kedua dari Job Series, novel ini menggabungkan unsur drama keluarga, cinta penuh liku. Punya sentuhan profesi yang unik yakni arkeolog dan party planner.
Dengan mengambil latar eksotis seperti Lombok dan dunia kerja yang jarang disorot dalam novel populer, Geronimo tampil sebagai bacaan yang tidak hanya menghibur tetapi juga informatif.
Cinta Berliku dan Luka yang Belum Sembuh
Cerita berpusat pada Tara Solange dan Maxwell Ravindra, dua karakter kuat dengan latar belakang dan luka masa lalu masing-masing. Maxwell, seorang arkeolog yang ditinggal kekasihnya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri, mencoba mengobati hati dengan liburan ke Lombok. Di sana ia bertemu Tara, seorang party planner cerdas yang juga menyimpan luka karena tidak mendapat dukungan penuh dari keluarganya atas pilihan kariernya. Pertemuan mereka mengalir alami, penuh percikan emosional, dan perlahan berkembang menjadi cinta. Namun, hubungan ini tidak semudah kedengarannya.
Ketika fakta bahwa Tara adalah adik dari Jacobs—pria yang merebut kekasih Maxwell—terkuak, situasi menjadi rumit. Hubungan keduanya diwarnai kesalahpahaman, kecemburuan, dan campur tangan masa lalu yang belum sepenuhnya selesai. Bahkan ketika Tara dan Maxwell akhirnya bersama, cobaan belum selesai. Seorang klien pria jatuh cinta pada Tara, sementara mantan Maxwell, Sheva, kembali muncul dengan kebohongan yang menghancurkan kepercayaan Tara.
Profesi Arkeolog: Informasi yang Menarik dan Menyegarkan
Salah satu kekuatan dari novel ini adalah bagaimana profesi arkeolog yang digeluti Maxwell dijabarkan secara rinci namun tetap ringan dan mudah dipahami. Pembaca akan dikenalkan pada lokasi-lokasi ekskavasi, metode kerja lapangan, serta betapa pentingnya pelestarian warisan budaya. Informasi ini menambah nilai edukatif dalam novel yang berbalut drama. Pembaca sejarah atau pencinta budaya akan menemukan bagian ini sangat menarik.
Sayangnya, profesi party planner yang dijalani Tara tidak mendapat porsi eksplorasi sebesar itu. Padahal potensi untuk menjelaskan sisi industri kreatif dan dinamika bisnis acara cukup besar.
Jalinan Tokoh yang Kompleks dan Dinamis
Indah Hanaco membangun dunia yang “sempit”—di mana satu tokoh memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan yang lain. Ini membuat konflik dalam Geronimo terasa hidup dan terus berkembang. Novel ini tidak takut untuk bermain dengan konflik berlapis, bahkan ketika pembaca merasa satu masalah selesai, tiba-tiba muncul komplikasi baru. Beberapa pembaca mungkin merasa kewalahan dengan banyaknya twist, tapi justru inilah yang menjadikan Geronimo dinamis dan sulit ditebak.
Cinta yang Tidak Mudah, Tapi Layak Diperjuangkan
Geronimo bukan sekadar novel cinta. Ia adalah eksplorasi akan luka lama, pengampunan, kejujuran, dan perjuangan untuk mempertahankan cinta di tengah badai masa lalu. Kalimat “Love gives you wings. It makes you fly. I don’t even call it love. I call it Geronimo,” bukan hanya kutipan manis, tapi representasi dari lompatan hati yang penuh risiko namun bermakna.
Dengan paduan cerita romantis, edukatif, dan penuh konflik, Geronimo cocok bagi pembaca yang menyukai kisah cinta dewasa yang realistis dan tidak simplistik. Sebuah novel yang mengajak pembaca melompat tanpa jaring, karena begitulah cinta—dan begitulah Geronimo.
Tag
Baca Juga
-
Perebutan Kuasa Tertinggi Asia Pasifik, Membaca Kisah Bujang di Novel Pergi
-
Menanam Mindset Baru, Setiap Luka Bisa Jadi Peluang di From Zero to Survive
-
Mengurai Makna Hidup dalam Rembulan Tenggelam di Wajahmu
-
Berlayarnya Blitar Holland, Kisah Perjalanan Haji 1938 di Novel Rindu
-
Pengejaran Si Tanpa Mahkota di Novel Komet Karya Tere Liye
Artikel Terkait
Ulasan
-
Perebutan Kuasa Tertinggi Asia Pasifik, Membaca Kisah Bujang di Novel Pergi
-
Review Film Nuremberg: Duel Psikologis di Balik Pengadilan Sejarah Terbesar
-
Ramadan di Wisconsin
-
Film Komang: Angkat Kisah Cinta Penyanyi Raim Laode dan Toleransi Beragama
-
Menanam Mindset Baru, Setiap Luka Bisa Jadi Peluang di From Zero to Survive
Terkini
-
Silaturahmi Lebaran dan Budaya Gosip: Ketika Obrolan Hangat Berubah Arah
-
Terjebak di Lift, Film Thriller Indonesia Ini Sajikan Teror Mencekam
-
Menjual Borobudur: Ambisi Komersial di Balik Jubah Budaya
-
Gurih & Manis! 5 Ide Isian Stoples Lebaran Selain Kue Kering
-
Lebaran dan Tradisi: Antara Rindu, Ritual, dan Makna yang Selalu Kembali