"The Lost Bookshop" adalah novel bergenre magical realism yang juga menyentuh elemen historical fiction, romance, dan bibliophilia. Ditulis oleh penulis Irlandia Evie Woods, nama pena dari Evie Gaughan dan diterbitkan pada 22 Juni 2023 oleh imprint One More Chapter. Novel ini langsung meraih kesuksesan komersial luar biasa termasuk dalam daftar bestseller Wall Street Journal, Sunday Times, serta terjual lebih dari satu juta eksemplar hingga Mei 2024.
Cerita ini dibangun dalam dua garis waktu utama, yaitu pada tahun 1920-an melalui perspektif Opaline Carlisle, dan kisah modern melalui Martha dan Henry. Ketiganya dipersatukan oleh sebuah toko buku misterius yang muncul dan menghilang di the lost bookshop yang menjadi inti magis dalam kisah ini.
Opaline, yang menolak perjodohan dan kontrol keluarga, melarikan diri ke Paris dan menemukan dunia buku langka di Shakespeare and Company. Akhirnya ia bersembunyi di Dublin dengan nama samaran, membuka toko buku, dan menjadi bagian dari sejarah tersembunyi Brontë yang baru dikembangkan.
Di masa kini, Martha melarikan diri dari rumah tangganya yang penuh kekerasan dan menemukan pekerjaan sebagai pembantu rumah di Dublin, sedangkan Henry datang dengan misi akademis, mencari naskah Emily Brontë yang hilang. Mereka bertemu secara ajaib di depan rumah tempat seharusnya berdiri toko buku yang hilang itu.
Woods menghadirkan tema kuat soal kebebasan perempuan, penindasan, penyembuhan lewat literatur, serta kekuatan ingatan dan cerita. Novel ini menyentuh isu serius seperti misogini, kekerasan domestik, dan institusionalisasi perempuan yang tidak adil.
Toko buku itu sendiri bukan sekadar latar melainkan entitas yang memiliki "kemauan" sendiri. Ia adalah portal ajaib yang menghubungkan masa lalu dan sekarang, memungkinkan Opaline, Martha, dan Henry menemukan jejak tak kasat mata kehidupan mereka.
Opaline digambarkan sebagai wanita pemberani yang mencari kebebasan. Dalam pelariannya, ia menemukan komunitas sastra dan cinta, kemudian kekejaman yang mendorongnya ke penjara jiwa. Namun, ia menunjukkan kekuatan luar biasa dalam mempertahankan harapan dan identitas, bahkan di kondisi paling kelam.
Martha, karakter modern, adalah seorang penyintas yang pelik, ia awalnya menolak buku, namun lambat-laun dibimbing kembali pada kekuatan melalui kata-kata. Proses transformasi dirinya adalah bagian emosional yang paling diberi sorotan.
Henry, peneliti akademik belajar untuk lebih dari sekadar penelitian. Ia menemukan hubungan personal dan makna melalui perjalanannya dengan Martha. Dinamika mereka berkembang secara tentatif namun tulus.
Woods patut dipuji karena gaya bahasanya yang puitis, penuh aroma nostalgia dan rasa cinta terhadap literatur. Setting seperti Paris tahun 1920-an dan Dublin kontemporer digambarkan dengan sangat imersif, menghadirkan suasana yang mengundang pembaca menyelami tiap halaman.
Bagi pencinta buku, novel ini adalah harta karun penuh referensi klasik dan simbolisme, mulai dari Shakespeare and Company hingga naskah Brontë dan Book of Kells.
Namun, beberapa pembaca mungkin menyoroti kelemahan buku ini seperti pacing yang tidak merata, penggunaan POV tiga karakter yang bisa membingungkan, serta beberapa misteri magis yang kurang tuntas dijabarkan sehingga menyisakan beberapa pertanyaan dan interpretasi terbuka.
"The Lost Bookshop" adalah kisah menawan tentang kekuatan cerita, penyembuhan, dan kegigihan perempuan lewat waktu. Dengan perpaduan sejarah, romantisme, misteri, dan sentuhan magis, novel ini mencipta pengalaman mendalam bagi pecinta literatur. Ia mengajak refleksi tentang bagaimana kisah yang hilang maupun ditemukan dapat meretas ruang antara masa lalu dan masa kini, membawa harapan dan transformasi.
Bagi kamu yang mengharapkan akhir terang atau jawaban pasti terhadap semua misteri, buku ini mungkin terasa menyisakan ruang terbuka. Namun bagi kamu yang menikmati resonansi dan simbolisme, serta cinta terhadap buku sejati, ini adalah bacaan yang akan dikenang dengan hangat dan penuh imajinasi.
Identitas Buku
Judul: The Lost Bookshop
Penulis: Evie Woods
Penerbit: One More Chapter/HarperCollins UK
Tanggal Terbit: 2 Juni 2023
Tebal: 432 Halaman
Baca Juga
-
Novel Delicious Lips: Berawal dari Rasa Turun ke Hati
-
Ulasan Drama Taxi Driver, Keadilan Hukum di Balik Taksi Mewah Misterius
-
Ulasan Drama Hometown Cha Cha Cha, Romansa Manis di Pesisir Desa Gongjin
-
Novel Utang dan Sampah Sesudah Pesta, Ketika Menolak Tunduk pada Realita
-
Ulasan Novel Halte Alam Baka, Pertemuan di Batas Dua Dunia yang Mengharukan
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Rose in Chains: Intrik Politik dan Romansa di Dunia Magis
-
6 Rekomendasi Film Thriller Detektif Original Netflix yang Wajib Ditonton
-
Ulasan Novel Mean Moms: Sisi Gelap Dunia Ibu-Ibu Sosialita New York
-
Novel The Fake Mate: Kisah Cinta Terlarang yang Berawal dari Kebohongan
-
Ulasan Novel History Lessons: Misteri Kematian Mahasiswa dan Skandal Kampus
Ulasan
-
Ulasan Law and The City: Drama Hukum dengan Nuansa Healing yang Hangat
-
Voicemails for Isabelle: Sulitnya Melepas Orang yang Telah Tiada
-
Toy Story 5 Angkat Fenomena Screen Time Addiction pada Anak-Anak
-
Mohammad Hatta: Potret Kesederhanaan dan Integritas Sang Proklamator
-
Review Film Phi Phong: The Blood Demon, Misteri Ritual Kuno yang Mencekam!
Terkini
-
Teriak Demokrasi, tapi yang Beda Pendapat Dicap Buzzer: Sehat?
-
Punya Kulit Kering & Berjerawat? 4 Moisturizer Ini Aman Tanpa Bikin Pori Tersumbat
-
Bintang yang Mustahil Digapai
-
Jadi Ladang Korupsi, Program MBG Sudah Sepatutnya Dihentikan?
-
Dibalik Maraknya Kasus Deepfake di Kampus: AI Bukan Lagi Sekadar Alat Bantu