Ada hal yang selalu berhasil membuat kita terpaku di depan layar, misalnya kisah misteri yang perlahan-lahan membuka luka lama. Di dunia series thriller masa kini, nama Harlan Coben sudah jadi jaminan.
Setelah sukses besar lewat sederet adaptasi: ‘The Woods’ (2020) dan ‘Missing You’ (2025), kali ini Mick Davis bikin kisah orisinalnya sendiri berjudul’ ‘Harlan Coben’s Lazarus’ yang tayang di Amazon Prime Video sejak 22 Oktober 2025.
Series ini dibintangi bintang-bintang ternama lho, di antaranya: Sam Claflin, Bill Nighy, Alexandra Roach, dan David Fynn. Dengan hanya enam episode, series ini mencoba membangun dunia yang gelap, mengusik pikiran, dan penuh teka-teki spiritual. Menarik banget deh.
Semenarik Apa Kisahnya?
Tentang Joel ‘Laz’ Lazarus (Sam Claflin), pria yang terpaksa kembali ke rumah masa kecilnya setelah ayahnya, Dr. Lazarus (Bill Nighy), ditemukan bunuh diri. Namun, kepulangannya nggak sebatas berduka ya, melainkan juga untuk menghadapi bayangan masa lalu yang mulai muncul lagi.
Nggak lama setelah kembali, Laz mulai mengalami hal-hal aneh. Dia mendengar bisikan di malam hari, melihat sosok ayahnya duduk di ruang kerja, dan berhadapan dengan ‘pasien-pasien’ sang ayah, yang ternyata sudah lama meninggal.
Salah satu dari mereka bahkan dikabarkan tewas di tahun yang sama ketika adiknya, Jenna (Alexandra Roach), dibunuh 25 tahun lalu. Kasus itu nggak pernah terpecahkan, dan kini, seolah-olah waktu membuka kembali lembarannya yang berdarah.
Dibantu sahabat lamanya Seth (David Fynn), Laz berusaha mencari hubungan antara kematian ayahnya dan pembunuhan sang adik. Namun semakin dia menggali, semakin banyak rahasia kelam yang muncul ke permukaan.
Rekaman pasien, catatan terapi, dan memori-memori kabur yang seolah-olah bukan miliknya sendiri, semuanya menggiringnya pada satu kesimpulan mengerikan. Ya, mungkin selama ini, dia nggak benar-benar mengenal siapa ayahnya.
Menjanjikan Banget tapi juga Nggak Sesempurna Itu, Kepoin Lagi Yuk!
Aku langsung terjebak di antara rasa penasaran dan ketakutan sejak episode pertama. Ada sesuatu yang bikin penasaran dari cara series ini dibuka. Banyak kabut, sunyi, dan sesekali diselipkan potongan gambar yang seolah-olah berasal dari mimpi buruk.
Aku menyukai bagaimana kamera menangkap setiap momen dengan efek kabur dan warna yang pudar, seakan-akan kita sedang melihat dari balik kaca yang berembun. Teknik ini sejujurnya bikin (penonton) ikut merasa seperti lead character yang bingung, tersesat, dan perlahan kehilangan kendali.
Satu hal yang nggak bisa disangkal, series ini memanjakan mata dengan visualnya yang surealis. Setiap adegan punya lapisan simbolik.
Misalnya, rumah tua keluarga Lazarus digambarkan seperti labirin kenangan (dindingnya bak menyimpan suara, pun dengan lantainya seperti bernapas). Pencahayaan lembut dengan tone biru keabu-abuan mempertegas nuansa dingin dan kesepian yang mengitari karakter utama.
Sayangnya, aku pun merasa series ini mulai goyah di pertengahan jalan. Misterinya yang awalnya memikat, lama-lama terasa berputar di tempat.
Setiap episode memang ngasih petunjuk baru, tapi entah mengapa kok ya bikin alur makin kabur. Beberapa adegan halusinasi mulai terasa repetitif, seperti gimmick yang kehilangan daya kejut.
Perlu diingat, ini bukan hanya tentang pembunuhan, tapi juga tentang bagaimana rasa bersalah bisa menghantui seseorang hingga batas logika hancur. Tentang bagaimana sosok anak mencoba memahami siapa orang tuanya, dan dalam proses itu, malah kehilangan dirinya sendiri. Mantap deh!
Jadi, apakah Sobat Yoursay tertarik nonton series yang menarik ini? Kalau masih ragu, bisa kok percobaan nonton episode pertama dulu. Asli, kamu pastinya bakal ketagihan. Pokoknya jangan kebanyakan mikir, langsung ek Prime Video ya!
Baca Juga
-
Film Reminders of Him, tentang Cinta dan Penebusan Dosa yang Menggelora
-
Film Good Luck, Have Fun, Don't Die: Satir Gila tentang Kecanduan Teknologi
-
Romansa Gotik yang Berantakan, Pikir Dulu Sebelum Nonton Film The Bride!
-
Film Sirat: Meniti Jalan Sunyi yang Mengaduk-aduk Emosi Lewat Visual
-
Film War Machine: Latihan Militer Mendadak Berubah Jadi Teror Robot
Artikel Terkait
-
Sinopsis Thamma, Film Terbaru Ayushmann Khurrana dan Rashmika Mandanna
-
Dirumorkan Dekat dengan Glen Powell, Ini Jawaban Sydney Sweeney
-
6 Series dan Film Horor yang Rilis Jelang Halloween 2025, Penuh Teror!
-
Sinopsis Caught Stealing, Austin Butler Terseret ke Dunia Kriminal Gara-Gara Kucing
-
Miley Cyrus Ungkap Trauma Kebakaran Malibu dalam Soundtrack Avatar Fire and Ashes
Ulasan
-
Review Buku Adaptasi: Menyikapi Fase Perubahan dalam Kehidupan Umat Manusia
-
The Notebook: Makna Kesetiaan dan Cinta yang Terus Dipilih Setiap Hari
-
Film Reminders of Him, tentang Cinta dan Penebusan Dosa yang Menggelora
-
Aksi Penyamaran di Sekolah: Mengikuti Keseruan The Man from Stone Creek
-
Sajak Rindu: Belajar Memaafkan Masa Lalu dari Perspektif Remaja Bugis
Terkini
-
4 Ide OOTD Soft Girly ala Winter aespa untuk Look Feminin Simpel
-
Tak Perlu Antre! Ini 4 Cara Cek Rest Area yang Tidak Padat saat Mudik
-
Ucapan 'Mohon Maaf Lahir dan Batin' saat Idulfitri: Benarkah Selalu Tulus?
-
5 Tips Perawatan Wajah agar Tetap Lembap dan Fresh saat Mudik
-
7 Drama Park Jin Young yang Wajib Ditonton, Still Shining Jadi yang Terbaru