Every Year After merupakan adaptasi serial romansa drama yang mengharukan dari novel bestseller Carley Fortune berjudul Every Summer After. Diproduksi sebagai original Prime Video dan dikembangkan oleh showrunner Amy B. Harris, serial ini terdiri dari 8 episode yang dirilis sekaligus pada 10 Juni 2026.
Di Indonesia, serial ini sudah tersedia untuk streaming di Prime Video sejak tanggal tersebut, dapat diakses kapan saja oleh pelanggan Prime Video tanpa penundaan regional yang signifikan.
Kisah Patah Hati yang Dewasa dan Realistis
Serial ini mengisahkan perjalanan emosional Persephone Percy Fraser (diperankan oleh Sadie Soverall) dan Sam Florek (Matt Cornett).
Cerita bergerak bolak-balik antara masa kini dan enam musim panas masa remaja mereka di Barry’s Bay, sebuah kota kecil di tepi danau Ontario, Kanada.
Percy, seorang jurnalis yang sedang berjuang dengan komitmen dan penyesalan, dipaksa kembali ke tempat yang pernah menjadi surga sekaligus neraka baginya setelah kematian Sue Florek (Elisha Cuthbert), sosok ibu kedua yang sangat berarti. Kedatangannya mempertemukan kembali dengan Sam, cinta pertama yang telah menjadi kenangan pahit selama satu dekade.
Narasi dual-timeline ini menjadi kekuatan utama serial. Flashback menggambarkan pertemanan Percy dengan saudara Florek—Sam yang pemalu dan intelektual serta Charlie (Michael Bradway) yang lebih karismatik dan protektif—berkembang menjadi romansa musim panas yang manis dan penuh gairah.
Adegan-adegan di tepi danau, api unggun, malam menonton film horor, dan pekerjaan di restoran keluarga The Tavern menghadirkan nostalgia musim panas yang autentik dan penuh kehangatan. Sementara itu, lini masa kini mengeksplorasi konsekuensi pilihan masa lalu, termasuk kesalahan besar yang memisahkan Percy dan Sam.
Review Serial Every Year After
Kemampuan akting para pemeran utama patut dipuji. Sadie Soverall menyampaikan kerapuhan Percy dengan nuansa yang mendalam—dari gadis remaja penuh semangat hingga wanita dewasa yang dibebani rasa bersalah.
Matt Cornett menghadirkan Sam sebagai sosok yang stabil namun penuh luka, dengan chemistry yang kuat dan meyakinkan bersama Soverall.
Dukungan dari Abigail Cowen sebagai Delilah, Aurora Perrineau sebagai Chantal, serta Michael Bradway sebagai Charlie menambah kedalaman ensemble. Serial ini tidak hanya fokus pada romansa utama, melainkan juga persahabatan, dinamika keluarga, dan proses penyembuhan.
Adegan paling emosional menurutku ada pada pertemuan kembali Percy dan Sam. Saat Percy memanggil nama Sam setelah bertahun-tahun, dan Sam berbalik sambil berbisik, “You came home,” kalau kamu yang lihat, pasti akan merasakan gelombang emosi yang kuat—campuran antara kerinduan, penyesalan, dan harapan.
Pelukan pertama mereka, di mana Percy berulang kali meminta maaf sementara Sam menenangkannya, menjadi momen yang sangat menyentuh hati karena memadukan cinta pertama yang tak terlupakan dengan beban masa lalu.
Adegan lain yang tak kalah memorable adalah yang melibatkan warisan Sue, khususnya pembacaan wasiat dan momen-momen di mana Percy menghadapi rasa kehilangan terhadap sosok ibu pengganti tersebut.
Konflik antara Sam dan Charlie terkait duka cita serta keputusan masa depan The Tavern juga menyajikan lapisan emosi yang mendalam, menunjukkan bagaimana kehilangan membentuk hubungan saudara.
Adegan-anak remaja yang polos, seperti momen intim di dapur atau di tepi danau, kontras indah dengan ketegangan dewasa, menciptakan resonansi emosional yang kuat. Aku pun sampai terharu hingga meneteskan air mata sampai di akhir film, di mana tema tentang melepaskan dan memilih kembali cinta menjadi puncaknya.
Jadi bisa kusimpulkan, Every Year After berhasil menangkap esensi romansa musim panas ala The Summer I Turned Pretty namun dengan kedalaman yang lebih matang.
Visual yang indah, lokasi yang memukau, dan soundtrack yang mendukung (termasuk Lana Del Rey) semakin memperkaya pengalaman menontonku.
Meski ada elemen yang terasa familiar dalam genre ini, pengembangan karakter dan eksplorasi penyesalan jangka panjang membuatnya lebih dari sekadar cerita cinta biasa. Serial ini cocok buat kamu yang menyukai narasi tentang cinta pertama, kesempatan kedua, dan kekuatan kenangan.
Dengan rating positif dari kritikus dan antusiasme penonton, Every Year After layak menjadi pilihan utama di Prime Video.
Buat kamu penggemar novel aslinya, adaptasi ini menghormati sumber materi sambil menambahkan nuansa baru untuk potensi musim berikutnya. Tontonlah di Prime Video Indonesia sekarang, dan siapkan tisu untuk momen-momen yang akan menggetarkan hatimu. Rating pribadi: 7.9/10.
Baca Juga
-
Ulasan Serial Teach You a Lesson: Cerita Episodik yang Adiktif dan Bermakna
-
Review Film A Man Called Otto: Seni Menerima Kehilangan dan Luka Masa Lalu
-
Warkop DKI: Petualangan Kocak Trio Legend Berburu Cuan di Era Digital
-
Scary Movie 6 Resmi Kembali! Reuni Core Four yang Siap Mengocok Perut Sampai Kram
-
Ulasan Gintama: Yoshiwara in Flames, Aksi Spektakuler Tsukuyo dan Gintoki
Artikel Terkait
-
Ulasan Serial Teach You a Lesson: Cerita Episodik yang Adiktif dan Bermakna
-
Review Film A Man Called Otto: Seni Menerima Kehilangan dan Luka Masa Lalu
-
Review Film Mata Jiwa: Potret Kaum Marginal dan Akar Empati Tiyo Ardianto
-
Scary Movie 6 Resmi Kembali! Reuni Core Four yang Siap Mengocok Perut Sampai Kram
-
Film Disclosure Day Mengguncang Iman dan Keyakinan Manusia, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Ulasan
-
Nyore di Kafe Petli: Cerita Reuni dan Langit Senja yang Memilih Sembunyi
-
Ulasan Film Office Romance: Romansa Kantor dari Netflix yang Kurang Legit
-
Misteri Penemuan Candi: Apa yang Tersimpan dalam Manjali dan Cakrabirawa?
-
Memahami Nasionalisme dalam Film Garuda di Dadaku
-
Ulasan Serial Teach You a Lesson: Cerita Episodik yang Adiktif dan Bermakna
Terkini
-
5 Rekomendasi HP 3 Jutaan dengan Spesifikasi Gila untuk Ngegame
-
Intip Gaya Sporty Chic ala Karina dan Winter aespa Nonton Piala Dunia 2026
-
Samsung Galaxy A18 Muncul di Server Uji, Bawa AMOLED dan One UI 9 Sekaligus
-
Metronome oleh izna: Rangkul Identitas Diri Jadi Standar Utama dalam Hidup
-
Xiaomi Buds 6 Resmi Meluncur, Bawa Harman Tuning dan Baterai hingga 35 Jam