Apakah kamu adalah salah satu di antara banyaknya orang yang ingin menemukan titik leleh pada manusia sedingin es? Jika iya, berarti kamu sama dengan tokoh Tika dalam novel ini yang berambisi untuk meluluhkan dinding pertahanan es tersebut. Dengan penuh kesabaran, dia mencoba mendekat. Tekadnya tidak pernah padam sebab Tika percaya bahwa sedingin apapun dinding pertahanannya, akan ada hati yang luluh oleh ketulusannya.
Too Cold To Handle merupakan novel karya Sofi Meloni yang diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo pada tahun 2018. Novel ini memiliki 288 halaman mengusung genre romance dan fiksi.
Menceritakan tentang Tika yang berkeinginan untuk menikah memiliki keluarga bersama teman kecilnya yang bernama Gun. Bahkan, Tika sudah membuat daftar hal-hal yang ingin dia capai sebelum umur 30 tahun. Dua di antaranya adalah menikah dengan Gun dan kalau bisa dia ingin memiliki anak kembar.
Sayangnya, Gun tidak berkeinginan yang sama dengan Tika. Bertemu lagi dengan Gun setelah sekian lama, membuat Tika penasaran karena Gun telah begitu dewasa dan mapan. Ketika Ayah Gun bercakap-cakap tentang betapa menyenangkannya jika Tika menjadi menantunya, Tika tidak bisa melewatkan kesempatan itu untuk mencobanya.
Awalnya, Ayah Gun dan orang tua Tika tidak percaya dengan apa yang dikatakannya dan mencoba mencari keseriusan dalam ucapan Tika. Tapi, Tika tetaplah Tika. Walaupun terkesan gila, Tika tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Rencana perkenalan sebelum perjodohan dimulai selama empat bulan sebelum Gun melanjutkan pendidikannya di Belanda. Tika sampai pindah ke gedung apartemen Gun agar bisa lebih dekat dengannya. Sebetulnya tidak ada alasan untuk tidak menyukai Gun. Semua tentang Gun sangat menarik perhatian Tika.
Tika harus bekerja lebih ekstra agar Gun melihat dirinya. Teman dekat Tika yang bernama Sarah sampai menyebut Gun sebagai manusia es. Tidak ada yang salah dengan sebutan tersebut, karena Gun memang seperti manusia es yang tidak tersentuh.
Di samping itu, Tika juga harus berkutat dengan pekerjaannya yang agak berantakan. Setelah lulus kuliah, Papa Tika menyuruhnya untuk bekerja di perusahaan beliau. Orang-orang di kantor sampai menjulukinya anak owner dan menjadi bahan gosipan gratis oleh orang-orang kantor.
Lantas, apakah Tika berhasil mencapai mimpinya sebelum usia 30 tahun? Bagaimana dengan Gun? Apakah dia menyukai Tika dan mau membangun keluarga bersamanya? Dan apakah pekerjaan yang Tika dapat dari orang tuanya berjalan lancar tanpa hambatan?
Untuk mengetahui kelanjutan ceritanya, kamu dapat membacanya di novel Too Cold To Handle karya Sofi Meloni.
Sesuai judul dan cover novel, tokoh Gun digambarkan memiliki sifat dingin. Greget, itu satu kata untuk novel ini. Mungkin, reaksi tokoh Sarah adalah gambaran pembaca jika kita digambarkan sebagai tokoh dalam novel ini. Ide-ide Tika demi dekat dengan Gun juga terkadang penuh komedi.
Di sini, kita jadi tahu bagaimana perjuangan Tika agar Gun melihatnya lewat sudut pandangnya. Tapi, saya sebenarnya juga penasaran jika dilihat dari sudut pandang Gun. Sudah lama saya tidak membaca novel yang tokoh utamanya memiliki sifat dingin, beruntungnya novel ini tidak membuat saya geli dengan pembawaan sikap dingin.
Selain dingin, sikap yang menonjol pada Gun itu laki-laki sekali. Datar, tenang, dan terkadang tidak peka. Dan Tika, digambarkan dengan segala sifat perempuan yang khas. Saya suka penulis tidak hanya mengambil kisah percintaan Tika saja, tetapi ikut menuntunnya menjadi perempuan yang mandiri dan bebas seperti yang diinginkan.
Tapi, menjelang akhir, novel ini kesannya terburu-buru untuk menyelesaikan isinya. Menurut saya, Gun kurang inisiatif sehingga novel ini seperti kekurangan hal yang manis. Atau mungkin itu tujuan penulis agar pembaca dibuat penasaran atau mengartikan sendiri bagaimana Gun mengejar Tika?
Dari saya sendiri, novel ini layak dibaca. Tapi di awal bab, ada sekilas bab yang tidak diperuntukkan oleh pembaca di bawah umur.
Baca Juga
-
Drama Korea Live On: Di Balik Sorotan, Ada Sisi yang Tidak Ingin Terlihat
-
Drama Korea Hotel Del Luna: Hilang dari Mata, Tapi Tetap Terasa
-
Drama Korea Spring Fever: Menemukan Keberanian di Kota Kecil
-
Drama China A Little Thing Called First Love: Perlahan, Menemukan Jati Diri
-
Drama China Everyone Loves Me: Saat Nyata dan Maya, Hatinya Berbalik Arah
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Bukan Nikah Biasa: Rasa Nyaman yang Tak Tergantikan
-
Misteri Berbahaya di Balik Sekolah Impian dalam Novel Secret High School
-
Mengungkap Kebenaran di Balik Permainan dalam Novel Doki-Doki Game: Over?
-
Topi Hamdan: Membaca Kemanusiaan dari Sisi Orang Kecil
-
Kitab Cinta Yusuf Zulaikha: Lebih dari Sekadar Kisah Cinta Legendaris
Ulasan
-
Bukan Sekadar Film Laga, Mengapa 'Ikatan Darah' Justru Bikin Merinding?
-
Dari Carnaby Street ke New York: Realitas yang Menampar dalam The Look
-
Taman Sekartaji Kediri: Tempat untuk Menepi Ketika Dunia Terlalu Riuh
-
Review Jujur Dilan ITB 1997: Apakah Layak Ditonton atau Hanya Mengandalkan Nostalgia?
-
Mengulik Didikan Keras yang Mencetak Mega Bintang, Film Michael
Terkini
-
DIY Kalung Makrame untuk Anabul: Modal 25 Ribu, Hasilnya Mewah!
-
Pendidikan Tinggi, Tapi Ekspektasi Lama: Dilema Perempuan di Dunia Akademik
-
Rel Padat dan Sistem Renggang: Catatan Kritis dari Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Perempuan Bergaun Kuning yang Duduk di Atap Rumah Lek Salim