Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster film In Your Dreams (IMDb)
Ryan Farizzal

Film animasi In Your Dreams (2025) adalah karya produksi Netflix Animation Studios dan Kuku Studios yang menawarkan petualangan fantasi keluarga dengan sentuhan emosional mendalam.

Disutradarai oleh Alex Woo, yang juga ikut menulis skenario bersama Erik Benson, film ini dirilis secara terbatas di bioskop pada 7 November 2025, sebelum tayang global di Netflix pada 14 November 2025.

Khusus untuk Indonesia, film ini tersedia di Netflix mulai 14 November 2025, lengkap dengan dubbing bahasa Indonesia untuk menjangkau penonton lokal lebih luas. Sebagai film animasi yang dirancang untuk keluarga, In Your Dreams menggabungkan elemen mimpi absurd dengan isu realitas seperti perceraian orang tua, membuatnya relevan bagi anak-anak dan dewasa.

Petualangan Mimpi Stevie dan Elliot

Salah satu adegan di film In Your Dreams (IMDb)

Cerita berpusat pada dua saudara, Stevie (disuarakan oleh Jolie Hoang-Rappaport) dan Elliot (Elias Janssen). Stevie, seorang gadis remaja yang cerdas dan bertanggung jawab, merasa dunia keluarganya hancur ketika orang tuanya, Dad (Simu Liu) dan Mom (Cristin Milioti), menunjukkan tanda-tanda perpisahan.

Mom, seorang guru yang dulunya musisi, hendak pindah kerja demi gaji lebih baik, sementara Dad tetap bertahan di rumah pinggiran kota. Stevie, yang selalu merasa harus memperbaiki segalanya, menemukan buku mimpi ajaib. Bersama Elliot, adik laki-lakinya yang polos dan suka sulap, mereka memasuki dunia mimpi saat tidur.

Di sana, mereka bertemu Sandman (Omid Djalili), penguasa mimpi yang menjanjikan keluarga sempurna, dan Nightmara (Gia Carides), ratu mimpi buruk yang menantang mereka. Petualangan ini membawa mereka ke Breakfast Town, di mana makanan sarapan menari, serta berbagai mimpi absurd seperti ujian sekolah tak siap atau gigi copot–elemen universal dari mimpi buruk.

Karakter-karakter dalam film ini dirancang dengan baik untuk mencerminkan dinamika keluarga modern. Stevie mewakili anak sulung yang overprotektif, sering mengabaikan perasaannya sendiri demi orang lain. Perkembangannya dari perfeksionis menjadi penerima realitas adalah inti cerita.

Elliot, di sisi lain, membawa humor dengan trik sulapnya yang gagal dan boneka kesayangannya, Baloney Tony (Craig Robinson), yang hidup di dunia mimpi sebagai karakter kocak. Robinson memberikan suara yang hangat dan lucu, membuat Baloney Tony menjadi highlight komedi.

Orang tua mereka, Dad dan Mom, digambarkan secara manusiawi–bukan sebagai antagonis, tapi sebagai pasangan yang berjuang dengan perubahan hidup. Simu Liu dan Cristin Milioti menyuntikkan emosi autentik, yang membuatku merasakan ketegangan rumah tangga mereka. Karakter pendukung seperti Sandman dan Nightmara menambahkan konflik fantasi, dengan Sandman sebagai sosok bijak yang mengajarkan tentang ketidaksempurnaan hidup.

Review Film In Your Dreams

Salah satu adegan di film In Your Dreams (IMDb)

Secara visual, In Your Dreams memukau dengan animasi yang hidup dan imajinatif. Dunia mimpi digambarkan dengan warna-warni cerah, transisi antara mimpi dan realitas yang mulus, serta referensi ke klasik seperti Little Nemo in Slumberland karya Winsor McCay.

Adegan di mana tempat tidur Elliot tumbuh kaki panjang dan terbang seperti kuda liar adalah tribute cerdas ke animasi awal. Elemen anime dalam salah satu mimpi menambah variasi gaya, sementara soundtrack dengan lagu-lagu seperti Sweet Dreams oleh Eurythmics dan Enter Sandman oleh Metallica memberikan nuansa nostalgia bagi orang dewasa.

Namun, animasi tidak selalu inovatif; beberapa bagian terasa familiar dengan film animasi lain seperti Inside Out atau Alice in Wonderland. Meski begitu, desain karakter dan lingkungan mimpi berhasil menciptakan rasa ajaib yang menarik.

Tema utama film ini adalah penerimaan perubahan dan ketidaksempurnaan keluarga. Melalui petualangan mimpi, Stevie belajar bahwa mimpi sempurna tak bisa menggantikan realitas yang rumit. Isu perceraian ditangani dengan sensitif, menekankan ikatan saudara dan resiliensi anak-anak.

Film ini mengajarkan bahwa masalah seperti pindah rumah atau orang tua berpisah adalah bagian dari pertumbuhan, bukan akhir dunia. Pesan ini kuat untuk anak-anak, tapi juga menyentuh orang tua yang mungkin melihat refleksi diri mereka. Komedi ringan dari elemen absurd seperti kota sarapan atau mimpi buruk universal menyeimbangkan bobot emosional, membuat film ini tidak terlalu berat untuk penonton muda.

Menurutku, film ini patut dapat nilai positif, karena menyuntikkan imajinasi segar ke dalam formula petualangan klasik. Ceritanya bijak membahas keluarga dan perubahan, sangat cocok ditonton bersama keluarga meski kurang inovatif. Inti cerita agak terasa sekunder, tapi energi visualnya luar biasa.

Overall, In Your Dreams adalah film animasi yang hangat dan menghibur, ideal untuk keluarga di akhir pekan. Kekuatannya ada pada pesan emosional dan visual imajinatif, meski cerita tak selalu orisinal. Bagi penonton Indonesia, akses mudah via Netflix sejak 14 November 2025 membuatnya layak ditonton, terutama dengan dubbing lokal yang memudahkan anak-anak.

Film ini mengingatkan bahwa mimpi hanyalah pelarian sementara; kebahagiaan sejati datang dari menghadapi realitas bersama orang terkasih. Dengan durasi 90 menit, ini adalah petualangan singkat tapi bermakna yang bisa menjadi diskusi keluarga tentang perubahan hidup. Sangat aku rekomendasikan sekali buat kamu tonton. Cus, buruan streaming di Netflix!