Bimo Aria Fundrika | Ryan Farizzal
Poster film Once We Were Us (IMDb)
Ryan Farizzal

Film Once We Were Us (judul asli: Manyake Woori) adalah film drama romantis Korea Selatan yang dirilis pada 2025 dan disutradarai oleh Kim Do-young. Film ini merupakan remake dari film Tiongkok Us and Them (2018) karya Rene Liu yang meraih kesuksesan besar.

Dibintangi Koo Kyo-hwan sebagai Lee Eun-ho dan Moon Ga-young sebagai Han Jeong-won, film ini berdurasi sekitar 114 menit dan diproduksi oleh Showbox.

Ceritanya mengikuti dua mantan kekasih yang bertemu secara tidak sengaja di pesawat menuju Korea setelah sepuluh tahun berpisah. Melalui kilas balik ke tahun 2008 di Seoul, penonton diajak menyaksikan awal pertemuan mereka, percikan cinta, hingga perpisahan yang dipenuhi penyesalan.

Tema utama film ini adalah nostalgia, rapuhnya cinta masa muda, serta benturan dengan realitas hidup, termasuk krisis ekonomi.

Sinopsis: Retaknya Hubungan di Tengah Krisis

Salah satu adegan di film Once We Were Us (IMDb)

Cerita diawali pada tahun 2008, ketika Eun-ho dan Jeong-won bertemu di bus menuju kampung halaman. Persahabatan mereka berkembang menjadi cinta di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota Seoul yang melelahkan. Mereka berbagi mimpi besar, tapi tekanan ekonomi nasional—mengacu pada krisis keuangan global—membuat hubungan mereka retak.

Sepuluh tahun kemudian, pertemuan di pesawat memicu refleksi atas masa lalu. Narasi non-linear ini membangun ketegangan emosional, di mana momen bahagia diwarnai bayang-bayang perpisahan yang tak terhindarkan.

Dari segi visual, film ini memukau dengan sinematografi Shin Tae-ho yang menangkap nuansa hitam-putih dan warna cerah untuk membedakan masa lalu dan sekarang. Transisi antar adegan lancar, seperti penggunaan simbol seperti cahaya matahari, kipas angin, dan sofa yang mencerminkan emosi karakter.

Soundtrack mendukung suasana melankolis, dengan lagu-lagu yang menggugah nostalgia tanpa berlebihan. Akan tetapi, menurutku sih skripnya agak kuno dan predictable, mengandalkan trope romansa klasik seperti muse dan penyelamat emosional.

Review Film Once We Were Us

Salah satu adegan di film Once We Were Us (IMDb)

Performa aktor menjadi kekuatan utama film ini. Koo Kyo-hwan, yang dikenal lewat Escape from Mogadishu, memerankan Eun-ho dengan kedalaman emosi: dari pemuda ambisius hingga pria dewasa yang lelah oleh kenyataan.

Sementara itu, Moon Ga-young, bintang True Beauty, menghadirkan Jeong-won sebagai sosok yang rapuh tetapi tangguh. Chemistry keduanya terasa alami, membuat adegan-adegan intim—termasuk momen emosional di subway—terlihat autentik dan menyentuh. Film ini juga membedah ironi cinta anak muda: pasangan yang paling jatuh cinta justru sering kali paling tidak siap menghadapi realitas, mengingatkan pada tragedi klasik seperti Romeo and Juliet.

Dari sisi tema, film ini menyinggung dampak krisis finansial 2008 terhadap generasi muda Korea—mulai dari sulitnya mencari pekerjaan hingga tekanan keluarga.

Dibandingkan versi aslinya dari Tiongkok yang lebih keras menyoroti kemiskinan, versi Korea ini terasa lebih lembut dan fokus pada relasi manusia serta pertanyaan “bagaimana jika” dalam hidup. Nuansa melodramanya kuat, terutama lewat adegan perpisahan yang mengaduk emosi. Namun, ada catatan: film ini terkadang terasa mengglorifikasi penderitaan dan terlalu menekankan penyesalan, sehingga bagi sebagian penonton bisa terkesan manipulatif.

Secara keseluruhan, Once We Were Us adalah drama romantis yang efektif sebagai tearjerker, sekelas dengan Eternal Sunshine of the Spotless Mind atau La La Land. Memang ada elemen klise dan kurang inovatif, tetapi itu tertutupi oleh akting yang kuat dan narasi emosional yang solid.

Bagi yang mencari kisah tentang cinta pertama dan kehilangan yang terasa dekat dengan pengalaman pribadi, film ini layak ditonton. Di Indonesia, film ini tayang mulai 20 Februari 2026 di jaringan bioskop seperti Cinépolis, Flix Cinema, dan Cinema XXI. Siapkan tisu—film ini bisa membuatmu menangis sekaligus tersenyum mengenang masa lalu.