M. Reza Sulaiman | Yas Julia
Poster Ayah Ini Arahnya Kemana Ya? (Instagram/film_ayahiniarahnyakemanaya)
Yas Julia

Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? menjadi salah satu tontonan drama keluarga Indonesia yang paling dinanti pada 2026. Diadaptasi dari novel best seller karya Khoirul Trian, film ini menghadirkan kisah sederhana namun mengena tentang relasi ayah dan anak yang kerap luput disadari di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Diproduksi oleh Five Elements Pictures, film ini juga menandai langkah perdana rumah produksi tersebut ke industri layar lebar dengan tema yang dekat dengan generasi muda.

Alih-alih menyuguhkan drama keluarga yang penuh ledakan konflik, Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? memilih pendekatan yang lebih hening dan reflektif. Ceritanya dibangun dari keseharian, percakapan yang tak selesai, serta sikap diam seorang ayah yang sering kali disalahartikan sebagai jarak emosional. Film ini seperti mengajak penonton berhenti sejenak, lalu menengok kembali sosok ayah dalam hidup masing-masing.

Sinopsis Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?

Film ini berpusat pada kehidupan dua bersaudara, Dira dan Darin, yang tumbuh di tengah keluarga dengan konflik internal yang tidak pernah benar-benar selesai. Dira, sang kakak, terbiasa memendam perasaan dan mengambil peran sebagai penopang emosional keluarga. Sementara itu, Darin, adiknya, tumbuh dengan kebingungan dan pertanyaan-pertanyaan sederhana yang tak pernah mendapat jawaban jujur.

Di balik dinamika mereka, hadir sosok Ayah yang jarang bersuara, sering mengalah, dan memilih menanggung badai sendirian demi memastikan keluarganya tetap berdiri. Ayah bukan figur yang sempurna, namun justru di situlah letak kekuatan ceritanya. Film ini tidak berusaha mengglorifikasi sosok Ayah sebagai pahlawan tanpa cela, melainkan menampilkannya sebagai manusia biasa yang lelah, rapuh, dan sering kali tidak tahu bagaimana mengekspresikan kasih sayang.

Judul Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? menjadi metafora yang kuat. Pertanyaan itu bukan sekadar tentang perjalanan fisik, melainkan tentang arah hidup, tentang kebingungan anak-anak yang tumbuh tanpa kehadiran emosional seorang ayah, sekaligus tentang ayah yang sendiri pun sebenarnya tak pernah yakin apakah langkahnya sudah benar.

Di bawah arahan sutradara Kuntz Agus, Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? digarap dengan pendekatan yang membumi dan dekat dengan realitas. Film ini memotret keluarga Indonesia apa adanya, dengan dinamika yang mungkin terasa sangat akrab bagi banyak penonton. Tidak ada konflik yang dibuat berlebihan, namun justru di situlah letak kekuatannya, yaitu pada hal-hal kecil yang sering kita abaikan.

Daftar Pemain Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?

Film ini diperkuat oleh jajaran pemain lintas generasi yang mampu menghadirkan kedalaman emosi dalam setiap perannya. Mawar de Jongh dipercaya memerankan karakter Dira, sementara Rey Bong tampil sebagai Darin. Keduanya membawa perspektif anak dalam cerita ini dengan emosi yang jujur dan natural.

Selain itu, film ini juga dibintangi oleh Dwi Sasono, Unique Priscilla, Baskara Mahendra, Kiara McKenna, dan Dinda Kanya Dewi. Kehadiran para aktor ini memperkaya dinamika keluarga yang menjadi inti cerita sekaligus memperkuat pesan emosional yang ingin disampaikan.

Jadwal Tayang Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?

Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia setelah Lebaran 2026. Meski tanggal pastinya belum diumumkan, antusiasme penonton sudah terasa sejak film ini diperkenalkan ke publik melalui acara peluncuran proyek dan diskusi buku.

Dengan tema yang relevan, cerita yang menyentuh, serta pendekatan emosional yang jujur, film ini berpotensi menjadi salah satu drama keluarga Indonesia yang membekas di hati penonton. Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? bukan hanya mengajak kita menonton, tetapi juga mengajak kita pulang; pulang pada kenangan, pemahaman, dan mungkin pada sosok ayah yang selama ini kita kira tak banyak bicara, padahal mencintai tanpa jeda.