Tere Liye kembali menghadirkan novel dengan judul Cinta Antara Jakarta dan Kuala Lumpur. Ternyata, novel ini pernah terbit pada tahun 2006 dengan judul Cintaku antara Jakarta dan Kuala Lumpur menggunakan nama pena Sendutu Meitulan. Ya, itu adalah nama pena Tere Liye dahulu. Meskipun ditulis saat Tere Liye masih di awal-awal meniti karier sebagai penulis, progres kepenulisannya sudah terlihat sangat bagus.
Kisah diawali dengan memperkenalkan seorang laki-laki bernama James, seorang jomblo green flag, lulusan kampus top luar negeri, tampan, dan mapan. Sayangnya, dia seorang yang pemalu, sibuk mengejar karier, dan tidak peduli dengan kehidupan cinta-cintaan. Satu-satunya teman yang dia punya adalah Tania, seorang psikolog muda yang sudah berkawan dengannya sejak kecil. Sebagai seorang psikolog, Tania bertekad untuk menolong James agar mengenal cinta dan bersikap lebih manusiawi.
Permasalahan dimulai ketika Tania dan "geng penyamunnya" mengajak James menonton konser seorang diva dari Malaysia, Nur Azizah. Tak disangka, ulah rusuh Tania dan gengnya menunjuk James sebagai peserta games disetujui oleh sang diva. Ajaibnya, James yang pemalu dan gugup pun menjadi pemenang dalam lomba mengungkapkan perasaan cinta yang tulus kepada Nur. Tidak hanya menyatakan cinta, James pun jatuh cinta betulan dengan sang diva. Pernyataan cintanya yang gugup justru memukau seluruh penonton, bahkan membuat beberapa orang menangis terharu.
Sangat merepotkan bagi orang yang tak pernah jatuh cinta, tetapi sekalinya jatuh cinta langsung pada wanita terkenal macam Cik Siti Nurhaliza. James pun berubah; yang biasanya cool, pendiam, profesional, dan tidak peduli dengan hal remeh-temeh, menjadi orang lain yang sangat ceria, bersenandung ria, memajang foto, dan menunjukkan keanehan lainnya.
James pun hanya bisa bercerita kepada Tania dan menunggu datangnya pertanda. Bagaikan "pucuk dicinta ulam pun tiba", pertanda demi pertanda pun menghampirinya, mulai dari berada di satu pesawat dengan Nur, berburu sepatu limited edition, dan banyak lagi hingga James dan Cik Nur menjadi sangat dekat. Hal ini bahkan membuat ramai media infotainment di Indonesia dan Malaysia.
Dari sudut pandang media, pembaca bisa melihat kesaksian Taufik, seorang TKI penggemar berat Cik Nur yang memiliki hobi mengkliping berita tentang sang diva. Bukan sekadar teori jika seorang pria dan wanita bersahabat, tentu salah satunya menyimpan perasaan. Tania yang dulu rajin sekali "mengursus" James agar mengenal lawan jenis, justru merasa patah hati, kosong, dan hampa saat James betul-betul jatuh cinta. Saat James yakin Cik Nur adalah gadis yang cocok untuknya, sebuah rahasia masa kecil pun terungkap, yang menjadikannya harus memilih. Apakah James akan menjadi pemilih yang baik atau pemilih yang beruntung?
Hidup ini memang soal pertanda.
Ibu benar sekali mengatakan itu. Tetapi kehidupan ini bukan hanya sekadar urusan menunggu pertanda tersebut. Ibu juga benar sekali mengatakan itu.
Hidup ini hanya urusan memilih. Tak lebih, tak kurang. Pemilih yang baik akan memilih apa yang diinginkan oleh hatinya. Pemilih yang beruntung, dia akan memilih apa yang terbaik baginya. (Hal. 291)
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Novel ini diceritakan dari berbagai sudut pandang; kadang James, Tania, Nur, atau orang ketiga yang serbabisa. Tidak disarankan membaca novel ini di tempat umum karena Anda akan disangka aneh jika tertawa sendiri atau mesam-mesem seperti orang yang sedang jatuh cinta betulan.
Novel ini sangat minim konflik sehingga pembaca yang mengharapkan konflik besar dan meledak-ledak tidak akan menemukannya di sini. Jalan ceritanya cukup lambat, tetapi di situlah pembaca akan merasakan hubungan emosional yang mendalam.
Ada harapan dari penulis untuk melanjutkan novel ini di akhir halaman. Cukup unik karena ada tautan (link) yang bisa diakses pembaca untuk mengikuti survei mengenai dengan siapakah James pantas memadu kasih. Buku ini sangat cocok dibaca oleh orang-orang dewasa yang sedang sibuk mengejar karier untuk beristirahat sejenak agar hidup lebih berwarna.
Identitas Buku:
- Judul: Cinta Antara Jakarta dan Kuala Lumpur
- Penulis: Tere Liye
- Tahun: 2024
- Penerbit: PT Sabak Grip Nusantara
- Tebal: 320 halaman
- ISBN: 9786347046055
Baca Juga
-
Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?
-
Sound Horeg dan Pertanyaan yang Belum Usai: Pantaskah Ia Disebut Budaya?
-
Mengenal Midah, Tokoh Perempuan Pramoedya sebelum Nyai Ontosoroh
-
Setia pada Provider Lama Nyaman, tapi Mengapa XL Kembali Menarik Perhatian?
-
Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?
Artikel Terkait
-
BPBD DKI Gelontorkan Bantuan Logistik Rp575 Juta bagi Ribuan Pengungsi Banjir di Jakarta Utara
-
5 Daerah Jakarta Masuk Kategori Siaga Banjir, Pompa Kali Asin Sempat Tembus Level Merah!
-
Jakarta Tenggelam Lagi, Modifikasi Cuma Solusi 'Semu', Infrastruktur Biang Keroknya?
-
Giliran Ancaman Banjir Rob Hantui Pesisir Jakarta hingga 20 Januari
-
Novel Kencan Kilat: Lika-Liku Mencari Jodoh Lewat Aplikasi Dating
Ulasan
-
Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala
-
Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan
-
Distraksi Patah Hati: Belajar Melepaskan dan Terluka Sewajarnya
-
Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan
-
Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan
Terkini
-
BGN Siapkan Sistem Marketplace MBG: Kejar Pengadaan, Keracunan Terabaikan?
-
Manga Shojo In the Clear Moonlit Dusk Akan Tamat di Volume ke-12 pada 2027
-
Karnaval Pekalongan Jadi Sorotan, Budaya berkedok Ritual di Ruang Publik?
-
Samsung Galaxy A07s Resmi Meluncur, Bawa Helio G99+, Baterai 5.000 mAh dan Update OS 6 Tahun
-
Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?