M. Reza Sulaiman | Yas Julia
Film Titip Bunda Di Surga-Mu (Instagram/titipbundadisurgamu)
Yas Julia

Film Titip Bunda di Surga-Mu menjadi salah satu film drama keluarga Indonesia yang mulai mencuri perhatian publik. Digarap melalui kolaborasi RRK Pictures, Spectrum Film, dan Festival Pictures, film ini mengangkat konflik keluarga yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari: hubungan anak dan orang tua, kesalahpahaman, serta luka batin yang sering disimpan terlalu lama.

Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Dono Indarto dan Zora Vidyanata, Titip Bunda di Surga-Mu menghadirkan kisah yang tidak hanya menyentuh emosi, tetapi juga mengajak penonton untuk merenung tentang makna keluarga dan penyesalan yang kerap datang terlambat.

Sinopsis Titip Bunda di Surga-Mu

Cerita film ini berfokus pada tiga kakak beradik: Alya, Adam, dan Azzam. Alya (Acha Septriasa) adalah anak sulung yang tampak dewasa dan mandiri, tetapi menyimpan beban hidup yang tidak pernah ia ceritakan kepada keluarganya. Adam (Kevin Julio) berada di posisi tengah, terjebak di antara tuntutan hidup dan rasa iri yang perlahan tumbuh. Sementara itu, Azzam (Abun Sungkar), si bungsu, dikenal impulsif dan sering mengambil keputusan tanpa berpikir panjang.

Ketiganya tengah menghadapi masalah finansial yang cukup pelik. Dalam kondisi terdesak, muncul ide nekat yang seharusnya tidak pernah terlintas, yakni merampok simpanan uang milik bunda mereka sendiri yang selama ini mereka anggap terlalu pelit dan tidak peduli pada kesulitan anak-anaknya.

Bagi Azzam, tindakan itu bukanlah sebuah kejahatan. Ia meyakinkan kakak-kakaknya bahwa mereka hanya mengambil “jatah warisan” lebih awal. Tanpa mempertimbangkan dampak emosional, rencana tersebut akhirnya dijalankan. Namun, keputusan itu justru menjadi awal dari kehancuran hubungan keluarga mereka.

Bunda (Meriam Bellina), sosok ibu yang selama ini tampak dingin dan tertutup, terpukul hebat oleh pengkhianatan anak-anaknya. Rasa kecewa dan sakit hati membuatnya terpuruk, bukan hanya karena kehilangan uang, melainkan karena kehilangan kepercayaan pada orang-orang yang paling ia cintai.

Di tengah rasa bersalah yang mulai muncul, ketiga anak tersebut berpura-pura peduli dengan menuruti permintaan terakhir Bunda, yakni menghabiskan waktu bersamanya satu per satu. Perjalanan kebersamaan itu perlahan membuka lapisan demi lapisan masa lalu yang selama ini tidak pernah dibicarakan.

Rahasia besar yang tersimpan bertahun-tahun akhirnya terungkap. Fakta-fakta yang selama ini tidak mereka ketahui membuat Alya, Adam, dan Azzam mulai mempertanyakan kembali penilaian mereka terhadap sang ibu. Di titik inilah konflik batin memuncak: apakah mereka cukup berani mengakui kesalahan dan meminta maaf sebelum semuanya benar-benar terlambat?

Alih-alih menampilkan konflik dengan teriakan dan amarah berlebihan, Titip Bunda di Surga-Mu memilih pendekatan emosional yang lebih sunyi namun menghantam. Film ini menyoroti bagaimana keserakahan, ego, dan kurangnya komunikasi dapat merusak ikatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pulang.

Daftar Pemain Titip Bunda di Surga-Mu

Kekuatan film ini juga terletak pada jajaran pemainnya yang diisi oleh aktor dan aktris lintas generasi, terutama transformasi akting Meriam Bellina. Selama ini, Meriam dikenal melalui peran-peran perempuan tangguh, tegas, dan berwibawa. Namun, dalam film ini, ia tampil berbeda. Karakter Bunda digambarkan lebih sunyi, tertahan, dan menyimpan emosi dalam diam.

Acha Septriasa dan Kevin Julio dipercaya memerankan anak-anak dengan konflik emosional yang kompleks, sementara kehadiran Ikang Fawzi, Asri Welas, serta Zora Vidyanata turut memperkaya dinamika cerita.

Jadwal Tayang Titip Bunda di Surga-Mu

Film Titip Bunda di Surga-Mu mulai menjalani proses syuting pada Juni 2025 dengan lokasi pengambilan gambar di kawasan Semarang. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 26 Februari 2026.

Dengan cerita yang emosional, relevan, dan sarat pesan moral, Titip Bunda di Surga-Mu berpotensi menjadi film drama keluarga yang meninggalkan kesan mendalam. Bukan hanya soal konflik tiga bersaudara, film ini juga menjadi pengingat tentang pentingnya menghargai orang tua sebelum penyesalan datang.