Bagaimana rasanya jika kamu hidup tanpa tahu dari mana asal-usul kamu dan ke mana arah tujuan hidup yang sebenarnya? Pertanyaan filosofis yang mendalam ini dibungkus secara sangat menawan oleh Dee Lestari dalam novelnya berjudul Supernova: Akar, yang merupakan buku kedua dari seri penceritaan legendaris Supernova.
Berbeda dari buku pertamanya yang dipenuhi istilah sains dan kehidupan perkotaan modern, novel Akar membawa kita menyusuri lorong-lorong sunyi pencarian jati diri yang terasa jauh lebih membumi dan hangat. Melalui kisah petualangan bertema backpacker yang melintasi berbagai negara di Asia Tenggara, novel ini tidak hanya menyajikan perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan spiritual yang kaya akan nilai-nilai kemanusiaan.
Sinopsis Novel Supernova: Akar
Kisah dalam novel ini berpusat pada tokoh Bodhi, seorang pemuda yatim piatu yang ditemukan sejak masih bayi di bawah pohon di depan sebuah wihara di Pasuruan, Jawa Timur. Dibesarkan dengan penuh kasih oleh seorang biksu bernama Guru Liong, Bodhi tumbuh menjadi sosok yang sangat tidak biasa, selain memiliki bentuk tengkorak kepala yang unik, ia juga dikaruniai indra keenam yang sangat peka.
Namun, kemampuan supranatural tersebut justru sering kali membuat batin Bodhi merasa tertekan, gelisah, dan asing dengan dirinya sendiri. Bertekad untuk mencari identitas sejati serta menenangkan gejolak di dalam jiwanya, Bodhi memutuskan untuk memohon pamit dan meninggalkan kehidupan wihara.
Perjalanan pengembaraannya dimulai dari menyeberang ke Sumatra hingga berlanjut ke Malaysia, Thailand, dan Kamboja sebagai seorang backpacker dengan bekal yang sangat terbatas. Di sepanjang perjalanan antar-negara tersebut, Bodhi belajar banyak tentang arti kebebasan, cara bertahan hidup tanpa bergantung pada materi, hingga mendalami seni tato dari seorang pria eksentrik bernama Kell.
Petualangan Bodhi membawanya melewati berbagai pengalaman yang menegangkan dan ekstrem. Ia sempat bekerja di ladang ganja di kawasan Golden Triangle hingga terjebak di tengah perbatasan ladang ranjau darat yang berbahaya di Kamboja. Di sana, Bodhi bertemu dengan Epona, seorang wanita petugas penjinak ranjau, serta kembali dipertemukan dengan Kell.
Pengalaman-pengalaman yang mempertaruhkan nyawa ini secara perlahan membentuk mental Bodhi menjadi pribadi yang lebih tangguh, sabar, dan pasrah pada kehendak semesta. Setelah puas melanglang buana di mancanegara, Bodhi akhirnya kembali ke Indonesia dan menemukan tempat bernaung baru di tengah komunitas punk di Bandung yang dipimpin oleh tokoh karismatik bernama Bong.
Mengandalkan kemampuannya sebagai seniman tato, Bodhi mulai menjalani hari-harinya dengan relatif tenang. Namun, penemuan sebuah file surat misterius bertajuk Akar di dalam komputer menandakan bahwa petualangan spiritual serta rahasia besar tentang takdir hidupnya yang sebenarnya baru saja dimulai.
Kelebihan
Dibandingkan dengan seri pertama yang sarat akan istilah sains yang kaku, Akar terasa lebih naratif, hangat, dan jauh lebih mudah dinikmati oleh pembaca awam.
Novel ini menggambarkan kultur backpacker dan komunitas punk dengan sangat apik, menonjolkan pesan persahabatan yang tulus tanpa memandang latar belakang sosial atau suku.
Sosok Bodhi ditulis dengan sangat jujur, ia memiliki kelemahan, rasa takut, dan rasa tidak aman, sehingga pembaca dapat dengan mudah merasa terhubung secara emosional dengan perjalanannya.
Kekurangan
Meski sudah jauh lebih sederhana dari buku sebelumnya, masih terdapat beberapa istilah atau gaya bahasa sastra tingkat tinggi yang membutuhkan konsentrasi ekstra.
Perubahan linimasa cerita antara masa lalu dan masa kini di beberapa bagian dapat membuat pembaca yang kurang teliti sedikit kebingungan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Supernova: Akar karya Dee Lestari adalah sebuah fiksi luar biasa yang tidak hanya menyajikan petualangan seru, tetapi juga memberikan pencerahan emosional tentang arti pencarian jati diri. Lewat perjalanan hidup Bodhi yang penuh warna, kita diingatkan bahwa untuk menemukan tempat yang kita sebut "rumah", kita harus berani melangkah, belajar melepaskan ego, serta berdamai dengan trauma masa lalu.
Bagi kamu yang menyukai cerita petualangan melintasi berbagai negeri, kisah persahabatan yang erat, serta perenungan hidup yang dalam namun tetap ringan dibaca, novel ini adalah bacaan yang sangat wajib untuk dimiliki.
Identitas Buku
- Judul: Supernova Akar
- Penulis: Dee Lestari
- Penerbit: Truedee Books
- Tanggal Terbit: 1 November 2002
- Tebal: 202 Halaman
Baca Juga
-
Review Drama As You Stood By, Ketika Hukum Gagal Melindungi Korban KDRT
-
Drama A Bloody Lucky Day, Mimpi Buruk Sopir Taksi dan Penumpang Terakhir
-
Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai
-
Review Drama A Moonlight Night Passing, Pencarian Fakta di Balik Perpisahan
-
Review Drama Positively Yours, Drama Romcom Antara Atasan dan Karyawan Biasa
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Resident Evil: Hujan Fan Service yang Memanjakan Gamer Sekaligus Mengorbankan Ending
-
Relatable! Ini Alasan Novel Harga Teman Cocok Dibaca Pejuang Quarter-Life Crisis
-
Urang Bunian: Mengungkap Horor Folklore Hutan Belantara Sumatra Barat!
-
Mengupas Sisi Psikologis Film Iyus Jenius, Pentingnya Memberi Ruang Anak untuk Bersedih
-
Bukan Sekadar Buku Anak, Make Believe Mengkritik Cara Orang Dewasa Membaca
Terkini
-
Sinopsis Vibe, Film India yang Dibintangi Kunal Kemmu dan Preity Zinta
-
Bye Warna Kalem! Tren Cewek Buah Bikin Tampilan jadi Lebih Segar
-
Terjebak Clickbait dan Misinformasi: Ketika Kecepatan Membunuh Ketelitian Membaca
-
Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'
-
4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif