Setelah dinobatkan sebagai Novel Fiksi Terbaik 2023 versi Goodreads, Yellowface karya Rebecca F. Kuang langsung masuk dalam daftar bacaan wajib saya tahun ini. Premis yang tertera pada sampul belakangnya begitu menggoda, membuat saya bertanya-tanya: apakah alur dan penyelesaiannya benar-benar sepadan dengan popularitasnya yang luar biasa? Mari kita bedah bersama.
Pencurian Identitas di Balik Kesuksesan
Cerita berpusat pada hubungan "unik" antara dua penulis, June Hayward dan Athena Liu, yang memiliki nasib bak bumi dan langit. Athena adalah penulis keturunan Asia yang sangat sukses dengan deretan buku best seller, sementara June hanyalah penulis medioker yang karyanya jarang dilirik.
Suatu malam, saat mereka merayakan keberhasilan Athena menandatangani kontrak dengan Netflix, sebuah kecelakaan konyol merenggut nyawa Athena secara mendadak. Di tengah kekacauan itu, June mengambil keputusan nekat: ia mencuri draf tulisan terbaru Athena dan mengakuinya sebagai karyanya sendiri. Di luar dugaan, buku tersebut sukses besar. Namun, kesuksesan itu menuntut harga mahal; June harus melakukan segala cara untuk menutupi kebohongannya dari mata dunia.
Narasi Cerdas yang Memanipulasi Empati
Sebagai pembaca pertama karya R.F. Kuang, saya langsung terkesima dengan gaya penceritaannya melalui sudut pandang June Hayward. Menariknya, meskipun sejak awal kita tahu bahwa June adalah seorang pencuri karya, Kuang berhasil membangun narasi yang seolah-olah membenarkan tindakan tersebut. Kita diajak masuk ke dalam logika June hingga hampir memberikan pembelaan padanya.
Hebatnya, Kuang menulis dengan sangat adil tanpa memihak. Baik June maupun Athena digambarkan memiliki sisi terang dan gelap masing-masing. Penulis secara berani menguliti kondisi "buruk" dalam industri penerbitan yang selama ini jarang diketahui publik—sebuah kritik terbuka yang dikemas secara brilian.
Rasisme hingga Cancel Culture
Yellowface menawarkan banyak pelajaran berharga yang diramu dengan pilihan kata tajam dan menyindir. Kuang menyoroti berbagai isu kontemporer, mulai dari plagiarisme, rasisme sistemik, dampak toksik media sosial, hingga kekejaman cancel culture (budaya pembatalan). Seolah-olah, Kuang ingin menelanjangi realitas kehidupan penulis masa kini dengan segala intrik di dalamnya.
Satu hal lagi yang tak boleh dilewatkan adalah sampul bukunya yang sangat eye-catching dengan warna kuning mencolok. Sebagai catatan tambahan, sampul versi Indonesia ini diilustrasikan oleh David Ardinaryas Lojaya, seorang ilustrator berbakat asal tanah air.
Secara keseluruhan, Yellowface adalah bacaan yang sangat saya rekomendasikan. Novel ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memicu diskusi kritis tentang integritas dan moralitas. Setelah menyelesaikan buku ini, saya pun merasa tertantang untuk menjelajahi karya-karya R.F. Kuang lainnya. Jika menyenangkan sebarkan, jika tidak, beri tahu!
Identitas Buku:
- Judul: Yellowface
- Penulis: R.F. Kuang (Rebecca F. Kuang)
- Penerbit (Indonesia): Gramedia Pustaka Utama
- Tanggal Terbit (Indonesia): 27 September 2023
- Penerjemah: Poppy D. Chusfani
- Jumlah Halaman: 336 halaman
- ISBN (Indonesia): 9786020672793
- Genre: Fiksi, Satir, Thriller
- Penghargaan: Goodreads Choice Award 2023 untuk Fiksi Terbaik
Baca Juga
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan
-
Socrates di Meja Tongkrongan, Mengapa Banyak Belajar Bikin Pendiam?
-
Menggugat Orkestrasi Dukungan MBG: Gerakan Murni atau Pertunjukan Politik?
-
Memoar Getir Vabyo: Ketika Eksploitasi Kerja Dibungkus Ironi Komedi
-
Proklamasi di Kedai Kopi: Lahirnya Republik Marilah Cerita
Artikel Terkait
-
Novel Paya Nie, Perlawanan Perempuan Aceh terhadap Penindasan Patriarki
-
Novel The Old Man and the Sea: Memaknai Perjuangan Hidup sang Nelayan Tua
-
Lee Chae Min Digaet Bintangi Adaptasi Drama Korea dari Novel Jepang Populer
-
Monster Kepala Seribu: Saat Birokasi Asuransi Menghancurkan Kemanusiaan
-
Circo de Patrimonio: Ketika Luka Menjadi Pertunjukan yang Indah
Ulasan
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan
-
Ditempa Sang Waktu: Berapapun Seringnya, Patah Hati itu Tetap Sakit!
-
Ulasan Film Tanah Runtuh: Tragedi Kemanusiaan Poso yang Menguras Air Mata
-
The Bodyguard From Beijing: Film Jet Li yang Bikin Masa Kecil Kita Berdebar-debar
-
Ulasan The Auditors, Kisah Seru Tim Audit yang Bekerja Layaknya Detektif
Terkini
-
Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar
-
Studio DEEN Siap Garap Anime Baru Higurashi: When They Cry Setelah 20 Tahun
-
Diplomasi Manis RI-AS: Menagih Realisasi Investasi Hijau Paman Sam
-
Kenalkan Karakter Baru, Ini Tampilan Perdana Film The Angry Birds Movie 3
-
Piala Dunia 2026: Cetak Rekor, Erling Haaland Kian dekat Raih Gelar Topskor