"Seorang gowok terlatih untuk membantu para pemuda mempersiapkan diri memasuki dunia pernikahan." Kutipan ini membuka tabir tentang sebuah tradisi Jawa kuno yang mungkin kini hampir terlupakan.
Gowok bukanlah sekadar profesi; ia adalah perempuan dewasa yang menjadi mentor bagi para pemuda "hijau" agar matang dalam menjalani peran sebagai suami dan kepala rumah tangga. Namun, di balik peran sebagai pengajar nilai dan kematangan tersebut, tersimpan kisah-kisah perempuan yang luar biasa pelik.
Sinopsis: Tiga Nama, Tiga Kehidupan
Novel karya Artie Ahmad ini berpusat pada kehidupan Elizabeth van Kirk, seorang perempuan berdarah campuran Nusantara-Eropa. Memiliki kulit putih dan paras cantik layaknya boneka porselen, Elizabeth justru menyimpan luka mendalam terkait identitasnya. Perjalanan hidupnya adalah sebuah metamorfosis yang diwakili oleh tiga nama: Elizabeth van Kirk, Moerni, dan akhirnya Nyi Sadikem.
Lahir dari seorang ayah Belanda yang memperlakukan perempuan sebagai pelengkap status, Elizabeth harus menghadapi pahitnya sistem pergundikan dan pernikahan politis di masa kolonial. Setelah mengalami rangkaian pengkhianatan dan kekejaman, ia melarikan diri dan bertemu Mak Miat, seorang dukun beranak yang memberinya nama Moerni. Namun, luka hidup belum berhenti di sana. Nasib membawanya pada sebuah pilihan hidup yang tidak biasa di Temenggungan: menjadi seorang gowok dengan identitas baru, Nyi Sadikem.
Identitas di Tengah Penindasan
Nama Nyi Sadikem sendiri lahir dari pertemuan Moerni dengan Ndara Poerboningrat, seorang bangsawan yang memberinya nama tersebut sebagai bentuk penghormatan pada pengasuh masa kecilnya. Di fase inilah ia mencapai kejayaannya. Namanya harum hingga para orang tua memercayakan anak-anak mereka untuk belajar kepadanya.
Melalui tokoh Nyi Sadikem, kita diajak memahami betapa menyesakkannya menjadi perempuan di masa itu. Ia menunjukkan bahwa seorang gowok bukanlah sekadar bagian dari budaya mekanis, melainkan individu yang berjuang dengan perasaan batin dan kewajiban moral di tengah sistem kelas sosial yang timpang. Kekuatan utama novel ini terletak pada keteguhan sang tokoh; meski didera penderitaan beruntun, ia memilih untuk tetap berdiri tegak dan hidup atas pilihannya sendiri.
Tempo Cepat dan Detail Tradisional
Artie Ahmad mengemas kisah ini dengan tempo yang cepat namun penuh detail. Setiap konflik datang silih berganti seolah tidak memberi napas bagi sang tokoh untuk beristirahat. Meskipun bahasanya sederhana, nuansa Jawa tradisional yang kental membuat atmosfer cerita terasa sangat hidup dan dekat.
Buku ini menjadi jendela langka bagi pembaca untuk mengenal tradisi gowok yang sering kali disalahpahami. Artie berhasil memotret sisi lain budaya Jawa yang kaya makna sekaligus memperlihatkan ketidakadilan gender yang nyata di era kolonial.
Bagi Anda yang tertarik pada isu ketimpangan gender, kelas sosial, dan sejarah lokal, Nyi Sadikem adalah pilihan yang sangat tepat. Ini adalah pengalaman membaca yang menyentuh sekaligus memberikan wawasan baru tentang bagaimana perempuan di masa lalu bernegosiasi dengan nasib mereka. Jika menyenangkan sebarkan, jika tidak, beri tahu!
Identitas Buku:
- Judul: Nyi Sadikem: Sebuah Novel
- Penulis: Artie Ahmad
- Penerbit: Marjin Kiri
- Tahun Terbit: 2025
- Jumlah Halaman: 220 Halaman
- Jenis Buku: Fiksi Sejarah / Novel Kajian Perempuan
Baca Juga
-
Ulasan Buku Toko Tukar Tambah Nasib: Saat Rumput Tetangga Tak Sehijau Kelihatannya
-
Saat Keluarga Menjadi Medan Perang: Ulasan Nyaliku Kecil Seperti Tikus
-
Kitchen Karya Banana Yoshimoto: Menemukan Harapan di Tengah Kehampaan
-
Yellowface: Satir Pedas R.F. Kuang tentang Plagiarisme dan Industri Buku
-
Monster Kepala Seribu: Saat Birokasi Asuransi Menghancurkan Kemanusiaan
Artikel Terkait
-
Anomali 2025, 4 Film Hanung Bramantyo Gagal Tembus 1 Juta Penonton
-
11 Film Indonesia Terbaru Netflix Oktober 2025, Ada Gowok: Kamasutra Jawa
-
Sinopsis Gowok Kamasutra Jawa yang Angkat Kisah Mentor Bercinta, Segera di Netflix
-
Review Film Gowok - Kamasutra Jawa: Nggak Cuma Bahas Seksualitas yang Sensual
-
Dulu Dicaci, Akting Devano Danendra di Film Gowok Kamasutra Jawa Panen Pujian
Ulasan
-
Ulasan Buku Toko Tukar Tambah Nasib: Saat Rumput Tetangga Tak Sehijau Kelihatannya
-
Bukan Cinderella: Pernikahan Beda Kasta yang Tak Semanis Dongeng
-
Seni Menyeimbangkan Diri agar Tak Hancur di Buku Six Basic Energy
-
Novel Anomalies: Saat Kesempurnaan Menjadi Penjara yang Rapi
-
Drama China Fangs of Fortune: Dua Dunia di Ambang Kekacauan
Terkini
-
4 Cleanser Korea PDRN Efek Anti-Aging Booster untuk Kulit Kencang dan Sehat
-
NCT JNJM Usung Konsep Sensual dan Dreamy di Album Debut 'Both Sides'
-
Bad Bunny Tampil di Halftime NFL 2026, Ajak Lady Gaga Tampil Bersama
-
Tampil Berkarisma! Kim Ji Won Jadi Dokter Antihero di Drama SBS Baru
-
Adaptasi Korea Novel Keigo Higashino Gaet Kim Hye Yoon dan Lee Chae Min?