Berada di kaki Gunung Bromo, Lembah Bromo (Ledok Amprong) termasuk destinasi wisata alam yang memadukan ketenangan lanskap pegunungan dengan aktivitas petualangan yang seru.
Terletak di Kecamatan Poncokusumo, tepatnya di Jalan Coban Pelangi, Desa Gubugklakah, kawasan ini menawarkan pengalaman wisata yang lengkap.
Mulai dari river tubing, river camping, trekking, fotografi alam, hingga glamping bernuansa hutan tropis. Lokasinya yang berada di wilayah Kabupaten Malang menjadikan Ledok Amprong mudah diakses sekaligus tetap terjaga kealamiannya.
Harga River Tubing di Lembah Bromo
Daya tarik utama Lembah Bromo Ledok Amprong adalah river tubing. Aktivitas ini sudah dibuka mulai pukul 07.00 pagi, memungkinkan pengunjung menikmati arus sungai saat kondisi air masih segar dan jernih.
Tersedia beberapa paket tubing yang dapat dipilih sesuai tingkat adrenalin dan jarak tempuh.
- Paket Fun (Rp 45.000/PAX) menempuh jarak 450 meter dan sudah termasuk alat tubing serta rescue/guide.
- Paket Asyik (Rp 115.000/PAX) dengan jarak 900 meter dilengkapi coffee break.
- Paket Seru (Rp 175.000/PAX) menawarkan trip 1.500 meter lengkap dengan ojek antar-jemput dan coffee break.
Semua paket dirancang aman, karena didampingi pemandu profesional.
Harga Tiket Masuk Lembah Bromo
Dari sisi biaya, Ledok Amprong tergolong destinasi yang ramah di kantong.
- Tiket masuk non-camping hanya Rp10.000,
- Tiket camping Rp 25.000,
- Parkir motor Rp 5.000,
- Parkir mobil Rp 10.000.
Untuk wisatawan yang ingin eksplorasi lebih luas, tersedia:
- Paket sewa motor trail Rp 325.000/motor per 24 jam.
- Paket Jeep wisata Bromo seharga Rp 1.500.000 per unit (kapasitas 6 orang).
Paket Jeep ini mencakup fasilitas kendaraan 4x4, driver, BBM, dan tiket wisata, dengan rute destinasi populer seperti View Point Sunrise, Widodaren, Kawah Bromo, Gunung Batok, Pura Poten, Pasir Berbisik, Padang Savana, hingga Bukit Teletubbies.
Fasilitas dan Aksesibilitas
Selain tubing, kawasan ini juga populer sebagai lokasi river camping dan glamping. Pengunjung bisa berkemah di tepi sungai dengan nuansa alam terbuka, ditemani suara air dan hutan di sekelilingnya.
Menariknya, pengelola telah menyediakan fasilitas lengkap, mulai dari listrik, kran air, toilet, musala, stop kontak, hingga warung. Bahkan tersedia persewaan tenda, kasur, meja, kayu bakar, sehingga wisatawan tidak perlu repot membawa perlengkapan dari rumah.
Konsep ini membuat Ledok Amprong ramah untuk pemula yang baru mencoba camping.
Pemandangan Lembah Bromo
Secara geografis, Ledok Amprong merupakan kawasan hulu Sungai Amprong. Kata “ledok” dalam bahasa Jawa berarti tanah rendah atau cekungan, yang menggambarkan kontur alamnya berupa lembah hijau dengan aliran sungai kecil yang jernih.
Hamparan vegetasi, suara gemericik air, dan udara sejuk khas pegunungan menciptakan suasana rileks yang sangat cocok untuk wisatawan yang ingin “melarikan diri” dari hiruk-pikuk kota.
Di pagi hari, kabut tipis sering menyelimuti area lembah, memberikan nuansa eksotis dan fotogenik bagi para pecinta fotografi alam.
Rekomendasi Wisata Keluarga
Secara keseluruhan, Lembah Bromo Ledok Amprong bukan sekadar tempat wisata, tetapi ruang pengalaman alam yang utuh: petualangan, relaksasi, edukasi lingkungan, dan kebersamaan.
Perpaduan sungai, hutan, lembah, dan udara pegunungan menjadikannya destinasi ideal bagi keluarga, komunitas, hingga wisatawan solo yang mencari ketenangan sekaligus tantangan.
Dengan fasilitas lengkap dan harga terjangkau, Ledok Amprong layak disebut sebagai salah satu permata wisata alam di kawasan Poncokusumo yang terus berkembang dan patut untuk dijelajahi.
Baca Juga
-
Hidup Tanpa Identitas, Kisah Paling Menyayat di Drama The Art of Sarah
-
Dilema Seorang Penulis: Antara Idealisme Bahasa dan Target Pasar
-
Belajar Menghargai yang Sudah Ada di Novel Act of (Zero) Money
-
Romansa Enemies to Lovers di Novel Act of Money Karya Dinda Delvira
-
Keteguhan Perempuan dalam Sunyi: Membaca Realisme Sosial dalam Novel Mirah
Artikel Terkait
Ulasan
-
Realitas dan Mitos: Menyusuri Narasi Jawa dalam Novel Kereta Semar Lembu
-
Ulasan Buku Kios Pasar Sore, Potret Keseharian yang Sering Terlupakan
-
Jingga dalam Elegi: Saat Cinta Tak Lagi Sederhana
-
Novel Langit Goryeo: Konflik Cinta dan Keimanan Mualaf Korea di Tanah Asing
-
Hidup Tanpa Identitas, Kisah Paling Menyayat di Drama The Art of Sarah
Terkini
-
Ramadan 2026: Mencari Makna Kesederhanaan Saat Tekanan Ekonomi Menghimpit
-
Catat Tanggalnya! Jadwal Tayang Film Once We Were Us di Bioskop Indonesia
-
5 Drama Korea Terbaru 2026 di Prime Video, Ada Human X Gumiho
-
4 Sheet Mask Galactomyces Atasi Kulit Kusam, Tekstur Kasar, dan Kerutan
-
Sinopsis Film Antara Mama, Cinta, dan Surga: Dilema Iman dan Restu Keluarga