Novel Act of (Zero) Money karya Dinda Delvira merupakan kelanjutan dari buku sebelumnya yang berjudul Act of Money. Novel ini membawa pembaca pada fase hidup baru Kalandra dan Hazel.
Jika buku pertama mengisahkan romansa remaja dengan latar SMA dan dunia “act of money” yang penuh privilese, buku kedua ini justru membalikkan semuanya. Dari kemapanan menuju keterpurukan, dari kelimpahan menuju kehilangan.
Sinopsis Novel
Kini, Kalandra bukan lagi sekadar siswa tajir, melainkan seorang pekerja keras yang berhasil membangun Garend Company hingga menjadi perusahaan besar. Ia tampil sebagai sosok perintis, bukan pewaris.
Namun kesuksesan itu runtuh akibat sebuah pengkhianatan dalam lingkup bisnis. Dalam sekejap, dunia yang dibangunnya runtuh, membawa Kalandra dari “act of money” menjadi “act of zero money”.
Menariknya, kehancuran Kalandra bukan semata karena uang. Novel ini dengan cerdas menunjukkan bahwa ada hal yang jauh lebih menghancurkan dari kehilangan materi: kehilangan rasa aman, harga diri, dan kendali atas hidup sendiri.
Di titik terendah itulah, Kalandra justru merasa tertekan oleh kehadiran Hazel, perempuan yang selama ini ia anggap sebagai harta terbesarnya. Paradoks ini menjadi inti konflik emosional cerita.
Ketika cinta yang seharusnya menguatkan justru terasa membebani, bukan karena cintanya salah, tetapi karena kondisi batin yang sedang hancur.
Hazel sendiri tampil semakin kuat dalam novel ini. Jika di buku pertama ia digambarkan sederhana dan lembut, di Act of (Zero) Money ia berkembang menjadi sosok yang lebih cerdik, mandiri, dan matang secara emosional.
Hazel tidak lagi hanya “pasangan yang setia menemani”, tetapi juga karakter dengan misi, keputusan, dan keberanian sendiri. Relasinya dengan Kalandra bukan sekadar romantis, tetapi penuh dinamika psikologis: saling mencintai, saling membutuhkan, namun juga saling melukai secara tidak sengaja.
Hubungan mereka semakin intens, penuh momen “salting”, manis, sekaligus menyakitkan. Kalandra digambarkan sebagai sosok yang memenuhi semua love language untuk Hazel. Namun novel ini juga jujur menunjukkan bahwa cinta saja tidak cukup ketika seseorang sedang berada di titik krisis identitas dan harga diri.
Kelebihan dan Kekurangan
Secara tematik, novel ini tidak hanya bicara soal romansa, tetapi juga tentang:
- Pengkhianatan dan kehancuran kepercayaan dalam dunia bisnis
- Titik terendah kehidupan dan bagaimana manusia bereaksi terhadap kegagalan
- Perjuangan dalam hubungan (cinta, keluarga, pertemanan)
- Makna memaafkan sebagai proses, bukan kewajiban instan
- Kesetiaan dan pengorbanan yang tidak selalu berakhir bahagia, tapi bermakna
Narasi yang dibangun terasa emosional, meski konflik bertubi-tubi, novel ini tetap nyaman dibaca.
Menariknya, Act of (Zero) Money juga mematahkan stereotip tentang “anak kaya” dan “anak sederhana”. Kalandra bukan pewaris yang dimanjakan sistem, tetapi perintis yang runtuh karena sistem. Hazel bukan tokoh pasif, tetapi perempuan yang bertumbuh dari luka dan ketidakpastian. Kontras latar belakang mereka justru menjadi kekuatan cerita.
Act of (Zero) Money adalah novel tentang kehilangan, keteguhan, dan pilihan. Tentang hubungan yang tidak hanya diuji oleh perasaan, tetapi oleh realitas.
Bagi pembaca Act of Money, novel ini lebih worth it untuk dinikmati. Bagi pembaca baru, buku ini tetap bisa dibaca sebagai cerita mandiri karena konfliknya berdiri kuat sendiri.
Ini bukan sekadar kisah cinta manis. Ini adalah kisah tentang jatuh, hancur, dan mencoba bangkit. Tentang manusia yang belajar bahwa kadang, kehilangan segalanya justru mengajarkan apa yang paling berharga.
Act of (Zero) Money bukan cerita tentang uang yang habis, tetapi tentang jiwa yang diuji. Tentang cinta yang tidak glamor, tapi bertahan. Tentang hubungan yang tidak sempurna, tapi nyata.
Identitas Buku
- Judul: Act of (Zero) Money
- Penulis: Dinda Delvira
- Penerbit: Rainbook Publishing
- ISBN: 9786-238-668-08-3
- Tahun Terbit: September 2024
- Tebal: 372 Halaman
- Genre: Romance Fiction
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Romansa Enemies to Lovers di Novel Act of Money Karya Dinda Delvira
-
Keteguhan Perempuan dalam Sunyi: Membaca Realisme Sosial dalam Novel Mirah
-
Terluka Bertubi-tubi di Novel Asavella Karya Alfida Nurhayati Adiana
-
Belajar Rela saat Takdir Tak Selalu Memihak di Novel L Karya Kristy Nelwan
-
Novel Melukis Langit Dermaga: Pemulihan Diri di Kota Pelabuhan Kecil Jerman
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ketika Menjadi Manusia Terasa Begitu Melelahkan, Review Novel 'Ningen Shikkaku' Osamu Dazai
-
Belajar Adaptasi dan Profesionalitas dari Novel Dirty Play Karya Ghyna Amanda
-
Saat Galaksi dan Bintang Membentuk Akal Sehat dalam The Demon-Haunted World
-
Film Waru: Sebuah Perjanjian Pesugihan Berdarah yang Mematikan!
-
Novel Perjalanan Mustahil Samiam dari Lisboa, Peta Jawa dan Misteri Samiam
Terkini
-
Fenomena Second Account: Solusi Gen Z Hadapi Tekanan Media Sosial
-
John Herdman 'Blusukan' ke Liga 2, Berencana Orbitkan Pemain Baru?
-
Cuma 23 Jutaan! Ini Tablet Gaming Paling Worth It Awal 2026
-
Motor Jarang Digunakan Tetap Harus Servis Rutin, Ini Alasannya!
-
Setelah Anime, In the Clear Moonlit Dusk Lanjut ke Adaptasi Live-Action