M. Reza Sulaiman | Ryan Farizzal
Poster film O' Romeo (IMDb)
Ryan Farizzal

Film O' Romeo adalah sebuah karya sinematik yang memadukan elemen romansa, aksi, dan thriller dalam balutan narasi puitis. Disutradarai oleh Vishal Bhardwaj, sutradara ternama yang dikenal melalui adaptasi Shakespeare seperti Maqbool, Omkara, dan Haider, film ini menandai kolaborasi ketiganya dengan Shahid Kapoor setelah Kaminey dan Haider.

Dirilis pada tahun 2026, O' Romeo membawa penonton ke dunia bawah tanah Mumbai era 1995, di mana cinta dan balas dendam saling bertautan dalam kekerasan yang estetis. Dengan durasi 178 menit, film ini menawarkan pengalaman yang intens.

Sinopsis: Klimaks Perang Geng dan Pengkhianatan

Salah satu adegan di film O' Romeo (IMDb)

Cerita berpusat pada Ustara (Shahid Kapoor), seorang gangster kejam yang hidup bersama neneknya di Mumbai pascakemerdekaan. Kehidupannya yang penuh darah berubah ketika ia bertemu Afsha (Triptii Dimri), seorang wanita misterius yang membawa elemen romansa ke dalam kegelapan dunianya. Plot ini menggabungkan tema cinta sejati dengan perang geng yang mengguncang dunia kriminal.

Tanpa memberikan bocoran (spoiler), narasi dibangun melalui lapisan-lapisan emosi dengan balas dendam sebagai katalisator utama. Vishal Bhardwaj menulis skenario yang terinspirasi dari elemen klasik, tetapi dengan sentuhan modern yang membuatnya terasa segar. Namun, alur ceritanya terkadang melambat sehingga membuat film terasa tidak merata.

Review Film O' Romeo

Salah satu adegan di film O' Romeo (IMDb)

Shahid Kapoor sebagai Ustara tampil memukau, menampilkan sisi gelap dan rentan secara seimbang. Ia membawa karisma gangster yang dingin, tetapi juga kerapuhan emosional ketika cinta datang. Ini adalah peran yang mengingatkan pada penampilannya di Haider, di mana ia berhasil mengeksplorasi kedalaman karakter. Triptii Dimri, yang semakin naik daun setelah Animal dan Bulbbul, berperan sebagai Afsha dengan intensitas yang memikat. Ia bukan sekadar love interest, melainkan karakter kuat yang mendorong plot maju.

Chemistry antara Shahid dan Triptii menjadi jantung film, membuat adegan romansa terasa autentik dan penuh gairah. Pemeran pendukung seperti Avinash Tiwary sebagai Inspektur Jayant Pathare menambahkan ketegangan, sementara Farida Jalal sebagai nenek Ustara memberikan sentuhan hangat di tengah kekerasan. Tamannaah Bhatia dan Disha Patani muncul dalam peran kecil yang menambah warna.

Dari segi penyutradaraan, Vishal Bhardwaj sekali lagi membuktikan keahliannya dalam menciptakan dunia yang puitis. Film ini seperti puisi berdarah dengan dialog yang sarat metafora dan visual yang memukau. Sinematografi oleh Tassaduq Hussain menangkap Mumbai 1995 dengan detail autentik, dari gang sempit hingga adegan perkelahian yang koreografinya presisi. Efek visual di klimaks, terutama adegan bloodbath, terasa megah meskipun tetap berpijak pada realitas.

Musik oleh Vishal Bhardwaj sendiri, dengan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Rekha Bhardwaj, menambah lapisan emosional. Soundtrack-nya memadukan elemen tradisional India dengan irama thriller modern sehingga membuat setiap adegan lebih berdampak (impactful). Namun, beberapa bagian terasa bertele-tele (dragged), terutama pada babak kedua, di mana fokus pada gaya visual mengalahkan substansi cerita.

Kelebihan film ini terletak pada pendekatannya yang ambisius. O' Romeo bukan romansa biasa; film ini mengeksplorasi bagaimana cinta bisa mengubah seorang pembunuh menjadi korban nasibnya sendiri. Tema seperti kekuasaan, pengkhianatan, dan penebusan diolah dengan kedalaman yang membuat penonton merenung. Produksi oleh Nadiadwala Grandson Entertainment dengan anggaran 125–150 krore terlihat pada set megah dan aksi yang spektakuler.

Akan tetapi, kekurangannya adalah ketidakseimbangan antara gaya dan narasi sehingga penonton mungkin merasa bosan karena ritme yang melambat, dan elemen kekerasan yang berlebih mungkin tidak cocok untuk semua orang. Meskipun begitu, film ini memiliki keterikatan (engagement) yang baik, meski kritik saya tertuju pada ketidakkonsistenannya.

Intinya, O' Romeo adalah film yang layak ditonton bagi penggemar thriller romantis dengan sentuhan artistik. Film ini menawarkan pengalaman unik di tengah banjir film komersial meskipun tidak sempurna. Bagi yang mencari cerita cinta yang gelap dan penuh kejutan (twist), ini bisa menjadi pilihan Valentine yang mendebarkan. Rating pribadi dari saya: 8.5/10.

Mengenai penayangan di bioskop Indonesia, O' Romeo tayang mulai 14 Februari 2026 di jaringan seperti CGV, Cinepolis, Platinum Cineplex, dan Cinema 21 di berbagai kota seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Surabaya. Jadwal tersedia di situs resmi bioskop dengan harga tiket bervariasi mulai Rp40.000 hingga Rp100.000 tergantung lokasi dan jam tayang. Selamat menonton, ya, Sobat Yoursay!