M. Reza Sulaiman | Miranda Nurislami Badarudin
Novel Terjemahan The Price of Pleasure (DocPribadi/Miranda)
Miranda Nurislami Badarudin

Novel romance sering kali membawa pembaca pada kisah cinta yang manis sejak awal. Dua tokohnya bertemu, saling tertarik, lalu cerita berjalan menuju hubungan yang semakin dekat. Namun, The Price of Pleasure: Pelayaran di Atas Gelombang Gairah karya Kresley Cole terasa sedikit berbeda. Cerita ini justru dimulai dari sebuah pencarian, perjalanan panjang, dan dua orang yang sama-sama keras kepala dengan prinsip hidupnya.

Diterbitkan di Indonesia oleh GagasMedia, novel ini tidak hanya mengandalkan romansa, tetapi juga petualangan serta konflik karakter yang membuat hubungan para tokohnya berkembang secara perlahan.

Pencarian yang Membawa ke Pertemuan Tak Terduga

Cerita berpusat pada Grant Sutherland, seorang kapten kapal yang dikenal disiplin dan memegang teguh kehormatan. Ia menerima tugas untuk menemukan Victoria Dearbourne, seorang gadis bangsawan Inggris yang hilang setelah kapal yang ditumpanginya tenggelam bertahun-tahun sebelumnya.

Pencarian itu membawanya ke wilayah yang jauh dari kehidupan aristokrat yang selama ini ia kenal. Setelah perjalanan panjang, Grant akhirnya menemukan Victoria. Namun, perempuan yang ia temui bukan lagi gadis kecil yang dulu hilang.

Victoria telah tumbuh menjadi perempuan yang mandiri. Bertahun-tahun hidup di pulau terpencil membuatnya terbiasa menjalani hidup dengan caranya sendiri. Ia tidak lagi terikat dengan aturan sosial yang biasanya membatasi kehidupan perempuan bangsawan.

Pertemuan mereka pun langsung terasa canggung. Grant datang dengan tujuan membawa Victoria pulang, sementara Victoria justru merasa kehidupannya sekarang tidak membutuhkan dunia lama yang pernah ia tinggalkan.

Dua Cara Pandang yang Sering Bertabrakan

Hal yang membuat cerita ini menarik adalah perbedaan prinsip hidup antara dua tokohnya. Grant adalah tipe pria yang percaya bahwa janji dan tanggung jawab harus ditepati. Ketika ia sudah menerima tugas untuk membawa Victoria pulang, ia tidak melihat alasan untuk mengingkari hal itu.

Sebaliknya, Victoria lebih menghargai kebebasan yang selama ini ia miliki. Baginya, kembali ke Inggris berarti kembali pada kehidupan yang penuh aturan sosial dan ekspektasi keluarga.

Perbedaan cara pandang ini membuat hubungan mereka dipenuhi pertengkaran kecil. Grant sering menganggap Victoria terlalu keras kepala, sementara Victoria melihat Grant sebagai pria yang terlalu kaku.

Namun, justru dari konflik-konflik kecil itu, keduanya perlahan mulai mengenal satu sama lain.

Perjalanan Laut yang Mengubah Hubungan Mereka

Kresley Cole tidak membuat hubungan Grant dan Victoria berkembang secara instan. Sebaliknya, kedekatan mereka muncul melalui perjalanan panjang yang memaksa mereka saling bergantung.

Di tengah perjalanan laut yang tidak selalu mudah, keduanya mulai melihat sisi lain dari masing-masing. Grant mulai memahami bahwa keberanian Victoria bukan sekadar bentuk pemberontakan. Ia benar-benar perempuan yang mampu bertahan hidup dan mengambil keputusan sendiri.

Victoria pun mulai menyadari bahwa sikap kaku Grant sebenarnya berasal dari rasa tanggung jawab yang kuat. Ia bukan pria yang ingin mengendalikan orang lain, tetapi seseorang yang percaya bahwa janji adalah sesuatu yang harus dijaga.

Perubahan cara pandang ini membuat hubungan mereka terasa berkembang secara alami.

Lebih dari Sekadar Kisah Cinta

Hal lain yang membuat novel ini menarik adalah latarnya yang tidak hanya berkutat pada kehidupan sosial bangsawan. Cerita juga dipenuhi nuansa petualangan, perjalanan laut, dan berbagai situasi yang membuat alurnya terasa dinamis.

Elemen petualangan itu memberi ruang bagi perkembangan karakter para tokohnya. Hubungan Grant dan Victoria tidak hanya diuji oleh perasaan, tetapi juga oleh perjalanan yang mereka lalui bersama.

Pada akhirnya, The Price of Pleasure bukan sekadar cerita tentang dua orang yang jatuh cinta. Buku novel ini juga menggambarkan bagaimana dua orang dengan prinsip hidup yang sangat berbeda mencoba memahami satu sama lain.

Di antara kewajiban dan kebebasan, Grant dan Victoria harus menemukan jalan yang bisa mereka terima bersama. Dan justru di situlah perjalanan mereka terasa paling menarik untuk diikuti.