“Nat, someone said that being a good doctor is like being a goalkeeper. No matter how many goals you’ve saved, people will only remember the one you missed.” (halaman 97)
The Case We Met karya Flazia merupakan novel romansa metropop yang memadukan dunia hukum dan medis sebagai latar ceritanya. Yang membedakan novel ini dengan novel metropop lainnya adalah pada novel ini ada banyak sekali kutipan dari hadis-hadis yang secara tidak langsung menjadi pengingat bagi para pembaca sekaligus ilmu yang bermanfaat.
Novel dengan tebal halaman 440 halaman ini memuat konflik seputar kasus malapraktik seorang dokter anestesi dan seorang pengacara berpengalaman yang menangani kasus tersebut. Detail mengenai kasus malapraktik yang berisi berbagai istilah kedokteran dan rentetan sidang pengadilan yang dirincikan merupakan salah satu nilai plus bagi novel ini.
Sinopsis Novel The Case We Met
Cerita bermula ketika Redita Harris, seorang pengacara berhijab di New York sedang menangani kasus malapraktik dokter Ortopedi yang sangat terkenal. Meskipun dokter itu adalah dokter terbaik dan terhebat di kota itu, tapi sisi psikopat yang ada di dalam dirinya yang membunuh belasan pasien lansia membuat Redita merinding. Karena fokus Redita pada kasus ini membuat jam makan dan istirahatnya tidak teratur, tepat saat sidang kedelapan kasus tersebut selesai, ia pingsan di tempat.
Ketika terbangun, Redita bertemu dengan seorang lelaki yang selama ini sangat ia hindari sekaligus ia takuti dari masa sekolahnya. Lelaki itu adalah Natanegara Langit, seorang dokter anestesi di Yogyakarta sekaligus sahabat kakak laki-lakinya, Rehanda Harris yang juga menjadi pengacara.
Kebetulan saat itu Natan tengah berada di New York dan ikut menghadiri sidang kasus malapraktik dokter Ortopedi. Ketika melihat Redita atau adik dari sahabatnya pingsan, ia langsung turun tangan untuk membantunya.
Ketika Redita akhirnya pulang ke Indonesia dan menetap di Yogyakarta, gadis itu mengetahui bahwa saat ini Natan tengah digugat kasus malapraktik atas kematian guru olahraga sekolah mereka dulu dari kakaknya, Rehan. Awalnya, Rehan hanya ingin meminta pendapat Redita terkait kasus malapraktik karena gadis itu lebih berpengalaman dalam menangani kasus jenis ini daripada dirinya, tapi Redita tidak ingin memiliki utang budi pada Natan, akhirnya ia memutuskan untuk membela Natan dan membuktikan bahwa lelaki itu sama sekali tidak bersalah.
Seiring berjalannya waktu dalam pencarian berbagai bukti dan saksi, tanpa sadar, perasaan Redita yang awalnya merasa takut ketika berhadapan dengan Natan perlahan mulai berubah menjadi kepedulian yang lebih dari sekadar pengacara dan klien.
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Penjelasan istilah medis mengenai detail kasus malapraktik banyak dijelaskan di novel ini. Namun, penulis mampu membungkusnya dengan bahasa dan perumpamaan yang mudah dipahami oleh orang awam. Begitu juga dengan sistem dan jalannya proses persidangan yang juga banyak menggunakan istilah hukum, serta detail kasus yang sangat rinci juga dijelaskan dengan bahasa yang lebih mudah sehingga hal ini menjadi poin plus di novel ini.
Walaupun alur yang dibuat maju dan mundur, penulis mampu membuat transisi alur tersebut rapi dan halus, sehingga para pembaca tidak bingung ketika membacanya.
Meskipun ada beberapa poin yang membutuhkan detail penting untuk mendukung alur cerita, tapi menjabarkan detail yang terlalu banyak dengan berbagai adegan yang tidak terlalu penting membuat para pembaca cepat merasa bosan.
Jika ingin membaca novel dengan detail cerita yang dalam mengenai dunia hukum dan medis, serta tidak mempermasalahkan tebal halaman dan banyak narasi, novel ini sangat direkomendasikan untuk dibaca.
Namun, jika ingin membaca novel yang tidak banyak detail dan bahasa yang bertele-tele, novel ini dapat dipertimbangkan kembali jika ingin membacanya.
Identitas Novel
- Judul: The Case We Met
- Penulis: Flazia
- Penerbit: Penerbit Gramedia Pustaka Utama
- Tahun Terbit: 2020
- Tebal Halaman: 440 Halaman
- ISBN: 9786020636504
- Genre: Romance Fiction
Baca Juga
-
Saat Pengkhianatan Dibalas dengan Rencana Cerdas: Ulasan Novel The Camarro
-
Tayang 2027, Ini Jajaran Pemain Film The Sword: A Legend of the Red Wolf
-
Sinopsis Love Doctor, Drama Romantis Baru Kim So Hyun dan Choo Young Woo
-
Selalu Ada Kelebihan di dalam Ketidaksempurnaan: Novel Lotus in the Mud
-
Tayang Paruh Kedua, Ini Jajaran Pemain Drama Korea 100 Days of Lies
Artikel Terkait
Ulasan
-
One Piece Live Action Season 2: Petualangan Absurd di Lautan Berbahaya!
-
Teror di Olympus High School: Review Novel Ada Zombie di Sekolah
-
Review Film Good Luck, Have Fun, Don't Die: Menyelamatkan Dunia dari Penjajahan AI Sambil Tertawa
-
Masa Depan Abad ke-25 dalam Imajinasi Kumpulan Cerpen Revolusi Nuklir
-
Pemberontakan Perempuan ala Punk Rock yang Radikal: Ulasan Film The Bride!
Terkini
-
ENHYPEN Bagikan Pesan Haru untuk Penggemar Usai Kepergian Heeseung
-
Rilis Daftar Panggil, John Herdman Indikasikan Siap Jadikan Indonesia Timnas Kanada Jilid II
-
Simpel tapi Stylish, 4 Ide Denim Look Kasual ala Mimi OH MY GIRL
-
Ketika Rumah Sakit Jadi Target: Saat Tenaga Medis Harus Adu Mekanik dengan Rudal
-
Siap Cantik Saat Lebaran: 5 Lipstik Transferproof Tahan Minyak dan Keringat