Mimpi Ayahku adalah sebuah novel kontroversial karya Evald Flisar, penulis asal Slovenia. Novel ini merupakan thriller psikologis dengan fokus pada psikologi anak. Ceritanya menghadirkan kisah kriminal yang tidak biasa, memadukan horor psikologis, pertarungan antara kebaikan dan kejahatan, serta menggali kecenderungan manusia untuk memilih kejahatan karena “dosa itu manis.”
Sinopsis
Kisah ini dituturkan melalui sudut pandang "Aku", yakni Adam, seorang remaja yang tumbuh dalam keluarga yang penuh ketegangan. Ayahnya adalah dokter terpandang yang tenang namun memiliki kemarahan meledak-ledak, sementara ibunya adalah pegawai keuangan yang posesif dan pengatur.
Akibat sering ditinggal sendiri, Adam tenggelam dalam perpustakaan besar ayahnya, melahap karya-karya berat dari Zane Grey, Dostoyevsky, Flaubert, De Sade, Kafka, Goethe, Cervantes, Nabokov, dan beberapa penulis dunia lainnya. de Sade, Kafka, hingga Nabokov di usia yang sangat muda.
Titik balik kehidupan Adam bermula saat ia menulis karangan sekolah berjudul "Apa yang Kuimpikan Tadi Malam." Ia menceritakan mimpi surealis tentang menyabotase jalur lokomotif yang menyebabkan ibunya tewas.
Sang guru yang syok segera melapor, namun ayahnya hanya menganggap itu pubertas biasa. Sebagai solusi, sang ayah membatasi bacaan Adam dan mewajibkannya mencatat setiap mimpi dalam buku harian.
Seiring waktu, mimpi-mimpi Adam menjadi semakin liar dan erotis, mengaburkan batas antara halusinasi dan kenyataan. Ayahnya mengundang Dokter Kleindienst, seorang ahli psikoanalisis kontroversial, untuk mendiagnosis Adam yang ternyata mengidap hipertrofi indra.
Konflik memuncak di suatu musim panas saat Adam bertemu Eve, gadis berusia lima belas tahun. Pertemuan itu berakhir traumatis saat sang ayah memergoki mereka dan menampar Adam hingga pingsan. Dalam keadaan rapid eye movement (REM), Adam melihat ayahnya melakukan hubungan seksual dengan Eve. Halusinasi ini terus menghantui Adam, di mana ia menyaksikan ayahnya menyuntikkan sesuatu dan berulang kali melecehkan Eve.
Di tengah isolasi mentalnya, satu-satunya teman curhat Adam adalah janin hasil aborsi dalam toples formalin yang ia temukan di ruang bawah tanah rahasia milik ayahnya. Di sana pula ia menemukan ribuan obat kadaluwarsa dan potongan tubuh manusia. Bagi Adam, janin itu adalah "adik" yang setia mendengarkan rahasia kelamnya.
Upaya sang ayah untuk masuk ke dalam mimpi Adam guna "menyembuhkannya" justru berujung kegagalan. Kepercayaan Adam pada ayahnya hancur total. Realitas semakin runtuh ketika Adam menemukan ibunya tewas dalam wadah besar, namun ia tak yakin apakah kematian itu nyata atau hasil dari pukulannya dalam mimpi. Dunia batin Adam akhirnya menjadi kenyataan pahit yang harus ia hadapi sendirian.
Analisis dan Kritik
Melalui tokoh Adam dan Eve, Flisar tampaknya memposisikan mereka sebagai personifikasi manusia pertama yang mengenal seksualitas. Hubungan antara ayah Adam (Joseph) dan Eve pun memicu kontroversi karena kemiripan nama dan perbedaan usia yang merujuk pada tuduhan pedofilia. Keberadaan janin dalam formalin menjadi metafora yang kuat bagi kesepian dan rusaknya moralitas dalam rumah tangga tersebut.
Kekuatan utama novel ini terletak pada eksplorasi psikologisnya yang sangat intens, terutama penerapan teori Sigmund Freud mengenai alam bawah sadar dan dorongan terpendam. Namun, pembaca perlu berhati-hati karena novel ini mengandung adegan manipulatif dan seksual yang sangat eksplisit, sehingga mutlak hanya untuk pembaca dewasa.
Satu catatan kritis terletak pada judulnya. Judul Mimpi Ayahku terasa kurang representatif karena narasi sepenuhnya didominasi oleh pengalaman mimpi Adam. Ketidakterikatan antara judul dan substansi cerita ini menciptakan jarak yang membingungkan bagi pembaca di awal kisah.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Mimpi Ayahku adalah potret luka psikis yang tak tersembuhkan. Ia bukan sekadar catatan anak kecil, melainkan sebuah pengingat ngeri tentang bagaimana eksperimen ilmu pengetahuan dan nafsu predator yang berlindung di balik jubah profesi dapat menghancurkan dunia batin seorang manusia hingga tak bersisa.
Identitas buku:
Judul Buku: Mimpi Ayahku
Penerjemah: Nunung Deni Ousoitasari
Tahun Terbit: 2018
Penerbit: Aaska Publisher
Kota Terbit: Bandung
ISBN: 978-407-400-514-4
Baca Juga
-
Mengenal New BIONS, Langkah Awal Mahasiswa Memahami Dunia Investasi
-
Kacang Hijau: Penyelamat Sawah Saat Kemarau dan Jalan Rezeki Tak Terduga
-
Ketika Dongeng Ayah Berhadapan dengan Skeptisisme Anak yang Beranjak Dewasa
-
Prestasi dan Tuntutan Sosial: Ketika Kemenangan Berujung Tagihan Traktiran
-
Guru Honorer Bukan Cuma di Indonesia: Ironi dalam Dua Belas Pasang Mata
Artikel Terkait
-
Tiba Sebelum Berangkat: Menjahit Luka Sejarah Kaum Bissu di Wajo
-
Memutus Rantai Toxic di Novel Hi Berlin 1998 Karya Wahyuni Albiy
-
Berpayung Tuhan: Ketika Penyesalan Datang Setelah Semuanya Terlambat
-
Menemukan Kembali Arah Hidup di Novel Antara Berjuang dan Menyerah 2
-
Rumah yang Hampir Runtuh: Pelajaran Hidup dari Cicilan Rumah yang Menjerat
Ulasan
-
Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang
-
Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!
-
Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar
-
Insidious: Out of the Further, Petualangan Baru Melintasi Dua Dimensi
-
Beautiful Pain: Kisah Nyata Perjuangan Perempuan Bangkit dari Luka KDRT
Terkini
-
Tecno Megabook K15S Resmi di Indonesia, Laptop Ryzen 5 dengan Baterai 70 Wh Seharga Rp8,5 Juta
-
Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah
-
Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi
-
Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me
-
Pemerintah Gemar Solusi Instan, Siapa yang Menyelesaikan Akar Masalah?