Sekar Anindyah Lamase | Athar Farha
Poster Film Undertone (IMDb)
Athar Farha

Genre horor selalu menemukan cara baru untuk menakuti penontonnya lho. Di era ketika banyak film horor mengandalkan jumpscare atau twist besar di akhir cerita, Film Undertone berani tampil dengan pendekatan berbeda dengan dominasi yang lebih sunyi dan atmosferik. 

Film berdurasi ±94 menit ini disutradarai sekaligus ditulis Ian Tuason, dan diproduksi A24. Setelah premier di Fantasia International Film Festival pada 27 Juli 2025, film ini pun jadi salah satu horor yang paling dibicarakan tahun ini. 

Dibintangi Nina Kiri, Adam DiMarco, dan Michele Duquet, Film Undertone cenderung mengandalkan suasana mencekam dan desain suara yang luar biasa untuk menciptakan pengalaman horor yang berbeda dari kebanyakan film sejenis.

Sobat Yoursay penasaran sama kisahnya? Sini deh kepoin bareng!

Sinopsis Film Undertone

Scene Film Undertone (IMDb)

Pusat ceritanya ada pada Evy Babic (Nina Kiri), podcaster yang terpaksa pulang ke rumah masa kecilnya untuk merawat ibunya yang sedang sekarat dan terbaring nggak berdaya di tempat tidur.

Di tengah situasi emosional tersebut, Evy tetap menjalankan podcast paranormalnya bersama sahabatnya, Justin (Adam DiMarco). 

Dalam podcast yang mereka buat, Justin berperan sebagai orang yang percaya pada hal-hal supranatural, sementara Evy lebih skeptis dan selalu mencoba mencari penjelasan logis.

Suatu hari mereka menerima sepuluh rekaman audio misterius dari pasangan suami istri yang mengaku mendengar suara-suara aneh di rumah mereka.

Awalnya rekaman itu terdengar kayak fenomena paranormal biasa. Namun, semakin banyak klip yang mereka dengarkan, semakin jelas ada sesuatu yang jauh lebih gelap dan berbahaya di balik suara-suara itu.

Nggak lama kemudian, Evy mulai merasakan bahwa apa yang mereka dengarkan dalam rekaman tersebut perlahan merembes ke dunia nyata. Iya, efeknya ke dalam rumahnya, kehidupannya, bahkan pikirannya sendiri.

Ih, ngeri banget deh! Fakta menariknya, hampir semua karakter selain Evy dan ibunya hanya hadir lewat suara, dan itu memperkuat konsep horor berbasis audio.

Makin dibuat penasaran, kan? Lanjut kepoin, yuk

Review Film Undertone

Scene Film Undertone (IMDb)

Serius deh, film ini nggak mencoba menakut-nakuti penonton dengan cara murahan. Alih-alih menghadirkan hantu yang muncul tiba-tiba atau musik keras yang mengejutkan, film ini membangun ketegangan secara perlahan lewat suasana dan suara.

Salah satu hal yang paling menarik menurutku adalah bagaimana film ini hampir sepenuhnya mengikuti sudut pandang Evy. Kamera jarang sekali meninggalkan dirinya, dan sebagian besar cerita berlangsung di rumah yang sama sepanjang film. Pendekatan ini membuat pengalaman nonton terasa sangat intim sekaligus menyesakkan.

Aku juga sangat terkesan dengan desain suara film ini. Karena cerita berkaitan dengan podcast dan rekaman audio, suara menjadi elemen utama dalam menciptakan rasa takut. Ketika Evy memakai headphone untuk mendengarkan rekaman tersebut, aku (penonton) seolah-olah ikut masuk ke dalam dunia suara yang sama, dengan sama-sama mendengar bisikan, gangguan frekuensi, hingga suara-suara aneh yang sulit dijelaskan.

Hal lain yang menurutku membuat film ini menarik adalah kisah emosional yang diselipkan di dalamnya. Film ini bukan hanya tentang kejadian supranatural. Ada lapisan cerita mengenai kehilangan, kematian, kehamilan, dan krisis kepercayaan yang perlahan muncul sepanjang film.

Evy digambarkan sedang hamil dan mempertimbangkan keputusan besar tentang masa depan anaknya. Pada saat yang sama, ibunya berada di ambang kematian. Tajuk soal kehidupan dan kematian ini terasa seperti bayangan yang terus mengikuti teror supernatural dalam cerita.

Secara visual, sinematografi film ini mantap deh. Kamera sering diposisikan dengan sudut miring atau menyorot ruang kosong di belakang Evy. Kita bisa melihat lorong gelap, tangga sepi, atau pintu yang setengah terbuka. Teknik semacam itu membuatku terus merasa waspada, seolah-olah ada sesuatu yang mungkin muncul kapan saja.

Yang menarik, seringkali ternyata nggak ada apa-apa di sana. Bagiku, bagian paling kuat dari Film Undertone adalah babak akhir filmnya. Ketika semua ketegangan yang dibangun secara perlahan akhirnya mencapai puncaknya, film ini berubah menjadi pengalaman horor yang benar-benar mencekam. Tanpa banyak penjelasan, tanpa twist yang terlalu eksplisit, cerita jadi terasa lebih menghantui.

Memang, sebagian penonton mungkin merasa film ini terlalu ambigu karena nggak ngasih ngasih jawaban yang jelas pada semua misteri yang muncul. Lagi-lagi, selera penontonlah yang berbicara. Jangan lewatkan film ini ya, Sobat Yoursay!

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS