Lintang Siltya Utami | Oktavia Ningrum
Rembulan Tenggelam di Wajahmu (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye telah diadaptasi menjadi film yang diperankan Bio One sebagai Ray muda. Direncanakan menjadi dua film, hingga kini belum ada pengumuman resmi kapan kelanjutannya akan dirilis. 

Novel ini bukan sekadar cerita tentang perjalanan hidup seseorang. Ia adalah refleksi tentang pertanyaan-pertanyaan yang mungkin juga dimiliki setiap manusia: tentang keadilan, kehilangan, kebahagiaan, dan tujuan hidup.

Sinopsis Novel

Secara umum, novel ini bercerita tentang Ray, seorang laki-laki dengan masa lalu kelam yang penuh luka, kemarahan, dan kehilangan arah hidup. Di titik kritis kehidupannya, Ray bertemu dengan sosok misterius yang memberinya kesempatan untuk kembali ke masa lalu dan menemukan jawaban atas lima pertanyaan besar dalam hidupnya. 

Tere Liye menyisipkan nilai-nilai religius dengan sudut pandang umum yang netral. Jika dibandingkan dengan karya lain seperti Rindu, nuansa spiritual dalam novel ini memang tidak disampaikan secara eksplisit, tetapi tetap terasa kuat bagi pembaca yang peka.

Konsep “lima pertanyaan dan lima jawaban” misalnya, dapat dimaknai sebagai refleksi simbolik dari ibadah dalam Islam, khususnya salat lima waktu. Kalimat kunci dalam novel ini, “Kau bertanya lima kali, aku menjawabnya lima kali,” membuka ruang perenungan bagi pembaca.

Bahwa dalam hidup, jawaban tidak selalu datang sekaligus. Kadang, kita harus melalui perjalanan panjang bahkan menyakitkan untuk benar-benar memahaminya.

Perjalanan Ray ke masa lalu mempertemukannya dengan berbagai tokoh yang ternyata saling terhubung. Salah satu bagian yang paling menyentuh adalah pertemuannya dengan Fitri, sosok perempuan sederhana dengan “gigi kelinci” yang menjadi bagian penting dalam hidupnya. Kisah masa lalu Fitri yang terungkap perlahan menghadirkan emosi yang kuat, sekaligus menunjukkan sisi lembut Ray yang jarang terlihat.

Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Kehilangan kembali menghantam Ray, membuatnya kembali tersesat. Pola ini mungkin terasa menyakitkan bagi pembaca, tetapi justru mempertegas pesan bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Kelebihan dan Kekurangan

Sosok misterius yang menemani Ray juga menjadi elemen menarik. Awalnya, tokoh ini terasa ambigu. Tidak jelas siapa atau apa. Namun setelah pembacaan ulang, banyak pembaca menyadari bahwa sosok tersebut memiliki kemiripan dengan konsep malaikat pencabut nyawa dalam kepercayaan Islam. 

Ray digambarkan sebagai karakter yang kompleks: impulsif, mudah marah, ceroboh, dan sering kali putus asa. Secara karakter, ia bukan tokoh ideal. Justru di situlah kekuatannya. Ray merepresentasikan manusia pada umumnya. Penuh kekurangan, sering salah langkah, tetapi tetap mencari makna hidup.

Sebagai novel yang cukup tebal, Rembulan Tenggelam di Wajahmu menghadirkan banyak peristiwa dan karakter. Salah satu adegan yang paling ikonik adalah peristiwa pencurian berlian yang menjadi titik balik kehidupan Ray. Dari momen inilah berbagai konsekuensi hidupnya mulai terurai.

Namun, karena banyaknya lapisan cerita, sebagian pembaca mungkin merasa alurnya agak padat dan membingungkan di awal. Baru pada bagian akhir, benang merah cerita mulai terlihat jelas. Semua peristiwa, tokoh, dan konflik ternyata bermuara pada lima pertanyaan besar yang diajukan Ray.

Dengan gaya bahasa yang sederhana namun penuh makna, Tere Liye berhasil menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenung. Rembulan Tenggelam di Wajahmu adalah pengingat bahwa di balik setiap luka, selalu ada pelajaran yang menunggu untuk dipahami.

Identitas Buku

  • Judul: Rembulan Tenggelam di Wajahmu
  • Penulis: Tere Liye
  • Penerbit: PT Sabak Grip Nusantara
  • Tahun Terbit: April 2021
  • ISBN: 9786239607449
  • Tebal: 436 Halaman
  • Kategori: Fiksi, Sastra