Kembalinya Bernadya lewat lagu "Rabun Jauh" terasa cukup relate dengan banyak orang. Lagu ini tidak datang dengan konsep yang rumit, tetapi justru kuat karena ceritanya sederhana dan dekat dengan pengalaman sehari-hari.
Ada perasaan menunggu yang tidak selalu disadari, tetapi tetap ada di dalam diri. Bukan sesuatu yang terlalu dramatis, melainkan cukup untuk membuat kita terus kepikiran seseorang.
Situasi seperti ini sering terjadi tanpa momen yang jelas. Tiba-tiba saja, ada satu nama yang kembali muncul, tanpa tahu apakah orang itu juga memikirkan hal yang sama.
Respons positif juga datang dari Soleh Solihun yang ikut membagikan kesannya lewat Instagram Story di akun pribadinya, @solehsolihun. Ia menyebut lagu ini terasa sederhana, tetapi punya kekuatan pada liriknya.
"Lagunya sederhana tapi mengena. Liriknya baguuus. Sudut pandang yang menarik," tulisnya dalam unggahan tersebut. Komentar ini sekaligus memperkuat kesan bahwa kekuatan utama lagu ini memang ada pada cara berceritanya yang jujur dan tidak berlebihan.
Dari situ, lagu ini mulai pelan-pelan masuk ke ceritanya. Liriknya menjadi cara untuk menjelaskan perasaan yang sebelumnya hanya dirasakan, tetapi belum sempat diucapkan.
"Rabun jauh dari dulu, tapi tak pernah mengganggu," menjadi pembuka yang langsung menggambarkan kondisi tersebut. Seolah ada hal yang memang sengaja tidak ingin dilihat terlalu jelas.
Namun, ada satu momen yang membuat semuanya berubah. "Namun khusus kota itu, kupakai kacamataku," menunjukkan bahwa ada seseorang yang cukup penting untuk benar-benar dicari.
Masuk ke bagian pre-chorus, harapan mulai terasa lebih jelas. "Berharap kau ada berdiri di situ, di salah satu panggungku di kotamu," menggambarkan keinginan sederhana untuk bertemu di satu tempat.
Lagu ini kemudian sampai di bagian chorus yang menjadi inti cerita. "Berharap kau ada di antara lautan manusia, masih dengan tatapanmu yang sama," terasa seperti harapan yang sebenarnya belum tentu terwujud.
Di tengah banyaknya orang, tetap ada satu sosok yang dicari. Bahkan dengan kondisi "rabun", perasaan dianggap cukup untuk mengenali.
Hal ini diperkuat lewat lirik, "'Kan tetap kukenali dengan mudah, meski penglihatanku tak sempurna". Ada keyakinan, tetapi pada saat yang sama juga terasa seperti sedang meyakinkan diri sendiri.
Pada bagian selanjutnya, lagu ini menjadi lebih terbuka. "Yang satu ini untukmu, kutulis agar kau tahu," seperti bentuk ungkapan yang akhirnya disampaikan, bukan hanya dipendam.
Namun, tidak semua berjalan sesuai harapan. "Sayangnya kali ini ia diam," menjadi penutup yang cukup sederhana tetapi terasa ngena.
Kalimat itu menggambarkan situasi yang sering terjadi. Kita berharap seseorang hadir, tetapi kenyataannya tidak selalu begitu.
Secara keseluruhan, "Rabun Jauh" membahas hal yang cukup umum, yaitu tentang mencari seseorang di tengah ketidakpastian. Lagu ini tidak memberikan jawaban, tetapi justru membiarkan pendengar memahami sendiri ceritanya.
Gaya lirik yang sederhana membuat lagu ini mudah dipahami. Terutama bagi anak muda yang mungkin pernah berada di posisi menunggu seseorang tanpa kepastian.
Lewat lagu ini, Bernadya tidak mencoba terlihat berlebihan. Justru dengan cara yang lebih santai, pesan yang disampaikan terasa lebih mudah sampai ke pendengar.
Baca Juga
-
Bobot Nyaris 300 Kg Tapi Tetap Lincah Menikung? Intip Rahasia Suspensi Gila Yamaha Niken GT
-
ASUS V600 All-in-One, Solusi PC Ringkas dengan Performa Tak Main-Main
-
3 Motor Touring Segala Medan Paling Canggih, Siap Taklukkan Jalan Apa Pun
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
Artikel Terkait
-
Comeback yang Mengecewakan? 3 Alasan Mengapa Aksi Justin Bieber di Coachella 2026 Tuai Kritik Tajam
-
Fantastis! Justin Bieber Dibayar Rp170 Miliar Jadi Headliner Coachella 2026
-
Tak Langsung Punya Lagu, 5 Musisi Dunia Awali Karier Lewat Cover Lagu
-
Refleksi Lagu Runtuh: Ketika "Baik-baik Saja" Jadi Kebohongan Paling Melelahkan
-
Besok Sisa Sengsara? Udah, Rayakan Hari Ini Aja Bareng Lagu "Kita ke Sana" dari Hindia
Ulasan
-
Review Sunset Bersama Rosie: Belajar Melepaskan dan Berdamai dengan Takdir
-
Turbulence: Film Thriller Single Location Paling Tegang dan Mencekam!
-
Review Film Humint: Sinema Spionase Korea yang Brutal dengan Nuansa Noir!
-
Hello: Di Balik Tembok Renovasi, Ada Rahasia dan Cinta yang Terbentur Kelas
-
Menelusuri Jejak Pecel dalam Buku Katjang Tjina dalam Kuliner Nusantara
Terkini
-
UMR Tinggi, Tapi Kenapa Hidup Tetap Terasa Berat? Catatan Perantau di Batam
-
Bobot Nyaris 300 Kg Tapi Tetap Lincah Menikung? Intip Rahasia Suspensi Gila Yamaha Niken GT
-
Gajian Cuma Numpang Lewat: Kenyataan Pahit Generasi Sandwich yang Dipaksa Cukup
-
Didiagnosis BPPV, Juhwan AxMxP Umumkan Hiatus Demi Fokus Pemulihan
-
Lawan Rasa Jenuh, Our Neighborhood Baseball Captain Rekrut Talenta Muda