Lintang Siltya Utami | Ardina Praf
Novel Buat Ayah yang Dirindui (Goodreads)
Ardina Praf

Novel Buat Ayah yang Dirindui karya Damien Yong hadir sebagai kisah keluarga yang penuh emosi, luka batin, dan pencarian kasih sayang seorang anak terhadap ayahnya sendiri.

Dari judulnya saja, pembaca sudah dapat merasakan nuansa rindu dan penyesalan yang begitu kuat.

Novel ini bukan sekadar bercerita tentang hubungan anak dan orang tua, tetapi juga menyentuh isu penerimaan diri, stigma masyarakat, serta pentingnya memahami orang yang kita sayangi sebelum semuanya terlambat.

Cerita berfokus pada Ifwat, seorang anak lelaki yang hanya ingin diterima dan disayangi oleh ayahnya. Sehari-hari, Ifwat berusaha menjadi anak baik dengan belajar rajin, mendengar nasihat orang tua, dan menjaga ibadahnya.

Namun, semua usaha itu terasa sia-sia kerana ayahnya tidak pernah benar-benar melihat kebaikan dalam diri Ifwat. Ayahnya lebih mudah terpengaruh oleh kata-kata orang kampung yang sering memandang sinis kepada Ifwat hanya kerana sifatnya yang lembut dan hobinya menjahit.

Konflik utama dalam novel ini terasa sangat menyakitkan kerana berakar daripada hubungan keluarga yang rapuh. Kata-kata kasar ayahnya membuat Ifwat semakin kecewa dan kehilangan tempat bergantung.

Pembaca akan ikut merasakan bagaimana perasaan seorang anak yang terus-menerus berusaha membahagiakan orang tua, tetapi malah dianggap sebagai beban dan sumber malu keluarga.

Damien Yong menulis kisah ini dengan gaya bahasa yang sederhana tetapi emosional. Tidak ada penggunaan kata-kata yang terlalu berat, sehingga novel ini mudah dipahami oleh remaja hingga pembaca dewasa.

Walaupun bahasanya ringan, emosi dalam setiap adegan terasa kuat. Beberapa dialog bahkan terasa begitu nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang pernah mengalami tekanan keluarga atau sulit mendapatkan validasi dari orang tua.

Kelebihan terbesar novel ini terletak pada penggambaran emosinya yang tulus. Penulis mampu membuat pembaca memahami kedua-dua sisi, bukan hanya rasa sakit yang dialami Ifwat, tetapi juga penyesalan seorang ayah yang terlambat menyadari kesalahannya. Tidak ada karakter yang terasa benar-benar jahat. Semua tokoh digambarkan sebagai manusia biasa yang sama-sama terluka dan keliru dalam menyampaikan kasih sayang.

Selain itu, novel ini juga mengangkat isu maskulinitas dan stereotip sosial dengan cukup berani. Sifat lembut Ifwat dan hobinya menjahit dianggap memalukan oleh lingkungan sekitarnya. Hal ini menunjukkan bagaimana masyarakat kadang terlalu cepat menghakimi seseorang hanya kerana tidak sesuai dengan standar tertentu. Tema ini membuat novel terasa relevan dengan keadaan sosial saat ini.

Alur cerita berjalan perlahan tetapi stabil. Damien Yong memberi ruang kepada pembaca untuk mengenali emosi setiap tokoh secara mendalam. Walaupun konflik yang diangkat sebenarnya sederhana, penyampaiannya berhasil membuat pembaca terus ingin mengetahui bagaimana hubungan Ifwat dan ayahnya akan berakhir.

Beberapa bagian mungkin terasa sedikit repetitif karena banyak dipenuhi renungan perasaan, tetapi justru di situlah kekuatan emosinya terbentuk.

Novel ini sangat cocok dibaca oleh remaja, mahasiswa, dan orang dewasa yang menyukai cerita keluarga penuh makna. Pembaca yang gemar novel healing, slice of life, atau kisah tentang hubungan orang tua dan anak kemungkinan besar akan menikmati novel ini. Buku ini juga sesuai dibaca ketika sedang ingin mencari bacaan yang menyentuh hati dan membuat refleksi diri.

Dari segi kekurangan, ada beberapa momen yang terasa terlalu melodramatis dan membuat emosi cerita menjadi sangat berat. Pembaca yang lebih menyukai cerita dengan konflik cepat mungkin akan merasa alurnya terlalu lambat. Namun, bagi penikmat novel emosional, hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah.

Secara keseluruhan, Buat Ayah yang Dirindui adalah novel yang hangat sekaligus menyakitkan. Damien Yong berhasil menyampaikan pesan bahwa kasih sayang yang tidak diungkapkan dengan baik boleh meninggalkan luka mendalam.

Novel ini mengingatkan bahwa keluarga seharusnya menjadi tempat paling aman untuk pulang, bukan tempat yang membuat seseorang merasa sendirian.