Sekar Anindyah Lamase | Tika Maya Sari
Anime Kaichou Wa Maid-sama (IMDb)
Tika Maya Sari

Suka genre anime enemy to lovers? Barangkali Kaichou Wa Maid-sama bisa masuk ke dalam list anime-mu.

Melansir IMDb, Kaichou Wa Maid-sama adalah anime yang diadaptasi dari manga berjudul sama karya Hiro Fujiwara. Manga ini tadinya dimuat dalam majalah Lala, terbitan Hakusensha yang tayang pada Desember 2005 hingga September 2013 dengan total 18 volume.

Adaptasinya menjadi anime sendiri diproduseri Akio Matsuda yang berkolaborasi dengan sutradara Hiroki Sakurai di bawah lisensi Sentai Filmworks. Studio J.C Staff dipercaya menggarap anime yang tayang pada 1 April 2010 - 23 September 2010 dengan total 26 episode yang bisa diakses lewat saluran TBS, BS-TBS, dan Animax Asia.

Dua Sisi Murid-murid SMA Seika

Kaichou Wa Maid-sama sendiri menyajikan kisah Misaki Ayuzawa, seorang ketua OSIS di SMA Seika yang memiliki dua wajah. Di sekolah, dia adalah siswi disiplin, keras, tegas, bahkan ditakuti oleh siswa-siswa pentolan karena nggak kenal takut. Selain itu, dia selalu menyabet nilai tertinggi di sekolah, sehingga menjadikannya satu-satunya siswi pentolan di SMA Seika.

Di lain sisi, Misaki adalah seorang pekerja paruh waktu sebagai pelayan di sebuah kafe. Kafe itu terletak jauh dari kawasan SMA Seika, dan mengadaptasi konsep Maid Cafe yang menuntut pegawainya bersikap imut. Meski Misaki kurang suka, tetapi dia adalah pekerja keras dan bertanggung jawab akan pekerjaannya, serta menggunakan nama samaran Misa-Chan disini.

Hingga suatu hari, rahasianya sebagai pelayan di Maid Cafe ketahuan oleh empat siswa SMA Seika. Tiga diantaranya adalah siswa berandalan, yang kemudian tunduk pada satu perintah satu siswa bernama Usui Takumi. Satu-satunya siswa SMA Seika yang ‘berkuasa’ di balik layar, dan keberadaannya sempat menjadi pisau bermata dua bagi Misaki Ayuzawa.

Kasta Sosial yang Dibalut dalam Genre Shoujo dan Komedi

Kaichou Wa Maid-sama sekilas memang menampilkan interaksi siswa-siswi SMA Seika, terutama Misaki dan Usui yang mendominasi. Usui kerap mengalah pada Misaki, baik soal nilai-nilai, atau di keseharian mereka.

Usui juga senantiasa melindungi Misaki, bahkan turut mengamankan rahasia Maid Cafe meski di beberapa scene dia gemar menggoda siswi tersebut. Bisa dibilang, Usui berada di posisi yang sama di SMA Seika, yakni disegani, ditakuti, dan siap diikuti instruksinya oleh para siswa.

Sayangnya, latar belakang Usui kemudian dibongkar oleh Tora Igarashi, seorang ketua OSIS SMA elit lain. Bahwasanya, Usui Takumi adalah anak konglomerat yang iseng bersekolah di sekolah biasa macam SMA Seika, untuk sekedar main-main.

Dari sini, kita akan disuguhi konflik batin yang mengangkat isu kasta sosial yang nggak akan pernah padam dimakan zaman. Mungkin terkesan kejam, tetapi realitanya sungguh relate. Bahwa asalkan memiliki dana, maka kekuasaan berada di tanganmu. Walaupun eksekusinya dalam anime ini disajikan berbalut komedi yang pekat.

Misaki mungkin disegani karena jabatannya sebagai ketua OSIS dan karakternya yang tangguh, tetapi Usui ditakuti dan dipatuhi karena dia mampu mengontrol segala hal. Apa yang tidak bisa dijangkau Misaki, Usui siap melampauinya, dan bekerja di balik layar.

Usui Takumi memang bersikap macam husky bagi Misaki karena memang memiliki rasa, tetapi siap menjelma serigala kalau berhadapan dengan yang lain.

Chibi-chibi yang Nyentrik!

Terlepas dari kedoknya yang membongkar keberadaan kasta sosial, art anime Kaichou Wa Maid-sama cukup menawan. Memang nggak sehangat Yubisaki to Renren, dan cenderung memiliki vibes ala Naruto, atau Dragon Ball, tetapi anime ini dihiasi dengan beragam chibi lucu.

Ada beberapa scene yang menyajikan chibi Usui dan Misaki yang kocak, tetapi nyambung dengan alur cerita. Nggak hanya sebagai pemanis saja, melainkan sukses menyembunyikan kedok perihal kasta sosial tadi dengan amat rapi. Dan dibarengi dengan pemilihan seiyu yang sesuai akan karakter keduanya.

Ayumi Fujimura sukses membawakan karakter Misaki yang tangguh, keras, dan disiplin. Nyaris sepanjang alur anime, Misaki nggak pernah bersuara kawai alias imut khas tokoh-tokoh perempuan anime. Cara bicaranya selalu tegas. Sekalipun berada dalam scene mellow, nada bicaranya hanya melembut sedikit. 

Untuk Nobuhiko Okamoto juga mampu membawakan karakter Usui Takumi yang jahil, usil, nggak ambil pusing, bucin, hingga sedia menyerang. Bahkan pada scene bucin yang membuat penonton terkekeh sendiri, nada bicara Usui selalu santai alias nggak ambil pusing. Pada satu scene berbohong sebagai orang Prancis yang baru belajar Bahasa Jepang pun, suaranya menjadi lucu karena gaya bicaranya patah-patah. Yah, meski logat Jepang-nya masih ngikut.

Kaichou Wa Maid-sama memang mengusung genre komedi dan romantis, tetapi masih dalam batas wajar alias bukan yang eksplisit. Namun, kalau ditelisik lebih jauh, anime ini sedikit ‘menyakitkan’ atas kedoknya tentang kasta sosial, bahkan terhadap status sekolah favorit yang selalu dipenuhi orang-orang berduit. Anime ini juga menyoroti fenomena maid cafe dan penggemarnya di negara asal, sampai pada integritas tokoh Misaki Ayuzawa yang pantas ditiru.

Menjadi perempuan memang kodratnya lemah lembut. Namun harus tetap menyimpan sisi beringas guna melawan gender yang sewenang-wenang.

Meski begitu, kamu pasti terhibur dengan kekocakan Usui dan Misaki yang nggak ada habisnya. Secara keseluruhan, aku memberikan nilai 8 dari 10. Sekian.

Identitas Anime

Judul: Kaichou Wa Maid-sama

Adaptasi: manga Kaichou Wa Maid-sama karya Hiro Fujiwara

Genre: shoujo, komedi,

Bahasa: Bahasa Jepang

Sutradara: Hiroki Sakurai

Rilis: 1 April 2010 - 23 September 2010

Jaringan: TBS, BS-TBS, Animax Asia

Jumlah Episode: 26