The Penguin merupakan serial miniseri televisi bergenre kejahatan drama yang diproduksi oleh HBO sebagai bagian dari universe The Batman karya Matt Reeves. Serial ini tayang perdana pada 19 September 2024 di HBO Max. Dibintangi oleh Colin Farrell yang kembali memerankan Oswald Oz Cobb alias The Penguin dengan transformasi fisik yang luar biasa, serial ini terdiri dari delapan episode berdurasi sekitar satu jam setiap episodenya. Dibuat oleh showrunner Lauren LeFranc, The Penguin berfungsi sebagai jembatan antara film The Batman (2022) dan sekuelnya yang akan datang.
Perjalanan Oz Cobb Menuju Puncak
Serial ini berlatar pasca-banjir besar di Gotham City yang menyebabkan kekacauan sosial dan kekosongan kekuasaan di dunia kriminal. Setelah pembunuhan Carmine Falcone, Oz Cobb melihat peluang untuk naik ke puncak hierarki kejahatan. Dengan ambisi yang membara, ia berusaha memenuhi janji lama kepada ibunya, Francis Cobb (Deirdre O’Connell), untuk memberikan kehidupan mewah yang selama ini diimpikan. Akan tetapi, perjalanan Oz penuh dengan intrik, pengkhianatan, dan kekerasan, melibatkan keluarga Falcone (termasuk Sofia Falcone yang diperankan Cristin Milioti) dan keluarga Maroni.
Review Serial The Penguin
Colin Farrell memberikan penampilan yang mendominasi. Ia berhasil menghidupkan karakter Oz sebagai sosok yang kompleks: licik, ambisius, tapi juga rentan dan tragis. Makeup prostetik yang dikenakannya membuat transformasi menjadi hampir tak terlihat, membuatku seakan terlibat dalam peran tersebut. Pendukung lain seperti Cristin Milioti sebagai Sofia Hangman Falcone juga luar biasa, menghadirkan kedalaman emosional pada karakter perempuan kuat yang trauma. Visual serial ini gelap, realistis, dan sinematik, dengan pengarahan yang kuat serta skenario yang ketat, mengingatkan pada drama kejahatan klasik seperti The Sopranos atau Scarface. Tema utamanya mencakup ambisi, kelas sosial, trauma keluarga, dan siklus kekerasan di Gotham.
Serial The Penguin telah sepenuhnya tersedia untuk streaming di Max sejak November 2024. Episode pertama dengan judul After Hours dirilis pada 19 September 2024, diikuti episode-episode berikutnya secara mingguan pada hari Minggu. Saat ini, seluruh delapan episode dapat ditonton kapan saja bagi pelanggan Max. Di beberapa wilayah, termasuk Indonesia, akses bergantung pada ketersediaan platform Max (sebelumnya HBO Max). FYI: Serial ini mendapatkan rating tinggi loh, dengan IMDb sekitar 8.6 dan pujian kritis luas atas kedalaman narasi serta penampilan para aktornya.
Salah satu adegan aksi paling menegangkan terjadi pada episode-episode akhir, khususnya konfrontasi kekuasaan antara Oz dan musuh-musuhnya. Adegan di mana Oz melakukan tindakan ekstrem terhadap anggota keluarga Maroni, termasuk penculikan dan pembakaran yang brutal, menciptakan ketegangan luar biasa. Suasana Gotham yang basah, gelap, dan penuh ancaman membuatku merasakan tekanan konstan. Adegan pengejaran, penembakan, dan pengkhianatan di Iceberg Lounge atau lokasi bawah tanah juga sarat adrenalin, dengan koreografi kekerasan yang realistis dan konsekuensial. Kekerasan bukan sekadar spektakel, melainkan alat untuk menggambarkan sifat brutal dunia kriminalnya sendiri.
Secara emosional, serial ini mencapai puncak pada hubungan Oz dengan Victor Aguilar (Rhenzy Feliz), seorang pemuda cacat yang menjadi tangan kanannya. Ikatan ayah dan anak yang toksik ini berujung pada adegan penutup yang menghancurkan hati di episode finale. Oz, yang terpaksa menghilangkan Victor demi melindungi ambisinya, mencekik sambil meminta maaf berulang kali. Colin Farrell sendiri menyebut adegan ini sebagai yang tersulit dalam karirnya karena intensitas psikopat yang ditampilkan Oz. Adegan ini menunjukkan sisi tragis karakter: cinta sejati pun dikorbankan demi kekuasaan.
Adegan emosional lain melibatkan hubungan Oz dengan ibunya. Interaksi mereka penuh kasih sayang sekaligus manipulasi, mengungkap trauma masa kecil Oz, termasuk kematian saudara-saudaranya. Episode yang fokus pada latar belakang Sofia Falcone di Arkham juga sarat emosi, mengeksplorasi bagaimana trauma membentuk monster. Kalau boleh jujur aku merasakan campuran simpati dan horor terhadap karakter-karakter ini, karena tidak ada yang benar-benar murni jahat ataupun baik.
The Penguin adalah salah satu serial terbaik tahun 2024, dengan narasi yang padat, akting kelas atas, dan eksplorasi mendalam tentang sifat manusia. Meski gelap dan penuh kekerasan, ia menawarkan refleksi kuat tentang ambisi dan harga yang harus dibayar. Untuk kamu penggemar The Batman, serial ini wajib ditonton karena memperkaya lore Gotham. The Penguin membuktikan bahwa cerita villain bisa sekompleks dan semenarik pahlawan. Total durasi sekitar delapan jam ini memberikan pengalaman sinematik yang memuaskan untukku, meski meninggalkan perasaan getir tentang sifat manusia itu sendiri! Rating pribadi: 8.8/10.
Baca Juga
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
The End of Oak Street: Perjalanan Melintasi Waktu Dibalut Sensasi Teror Dinosaurus
-
Review Film Hai Jawani Toh Ishq Hona Hai: Sajian Komedi Masala Khas India!
-
Ulasan Pramuka: Jejak Langkah Sang Penggalang di Tengah Belantara Sunyi
-
Review Film Handsome Guys: Kisah Apes Dua Sahabat di Dalam Kabin Hutan Tua!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan The Devil Judge: Ketika Pengadilan Jadi Tontonan Publik
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Film Na Willa dan Masa Ketika Masalah Terbesar Hanya Tak Bisa Bermain
Terkini
-
Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah
-
Ilusi Kenaikan Gaji: Kenapa Hidup Justru Terasa Makin Pas-pasan?
-
Keberhasilan Transformasi Desa Kemiren bersama Kang Edai dan Astra
-
Sinopsis Coyote vs. Acme, Debut dengan Skor Tinggi dan Tuai Pujian Kritikus
-
Jelang HUT RI: Flare Latihan TNI AU Nyasar ke Mobil Warga, Ini Respon TNI