Lintang Siltya Utami | Oktavia Ningrum
Traveling for Healthy (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Traveling for Healthy karya Ayun hadir sebagai bacaan ringan yang mengajak pembaca melihat traveling dari sudut pandang berbeda. Selama ini banyak orang menganggap jalan-jalan hanyalah kegiatan menghabiskan uang atau sekadar hobi mewah.

Padahal, lewat buku ini, penulis mencoba menunjukkan bahwa traveling bisa menjadi salah satu cara menjaga kesehatan mental, pikiran, bahkan semangat hidup. Buku ini terasa sangat dekat dengan kehidupan banyak orang modern yang sehari-harinya dipenuhi rutinitas monoton.

Bangun pagi, bekerja, pulang, lalu mengulang hal yang sama setiap hari. Lama-kelamaan pola hidup seperti itu membuat pikiran penat, kreativitas menurun, dan energi terasa habis. Di titik inilah traveling menjadi semacam “jeda” yang dibutuhkan manusia untuk mengisi ulang dirinya sendiri.

Isi Buku

Ayun menulis dengan gaya santai dan sederhana sehingga isi buku mudah dipahami. Ia tidak hanya berbagi pengalaman perjalanan pribadinya, tetapi juga menyisipkan berbagai manfaat traveling bagi kesehatan jiwa dan raga. Salah satu poin paling menarik dari buku ini adalah bagaimana traveling diposisikan bukan sebagai ajang pamer atau berlomba terlihat keren, melainkan sebagai pengalaman hidup.

Kalimat seperti “Hidup hanya sekali, traveling-lah berkali-kali” terasa menjadi semangat utama buku ini.

Menurut Ayun, traveling bukan soal pergi sejauh mungkin atau menghabiskan uang sebanyak mungkin. Traveling lebih tentang pengalaman baru, suasana baru, dan sudut pandang baru. Bahkan perjalanan singkat ke tempat dekat pun tetap bisa memberi efek positif jika dilakukan dengan menikmati momen.

Buku ini juga mengangkat kutipan terkenal dari Augustine of Hippo yang mengatakan bahwa dunia adalah sebuah buku, dan orang yang tidak bepergian hanya membaca satu halaman saja. Kutipan itu terasa sangat relevan dengan isi buku. Jika seseorang terus berada di tempat yang sama tanpa mencoba melihat dunia luar, hidupnya bisa terasa sempit dan monoton.

Ayun juga menjelaskan bahwa traveling dapat menjadi salah satu bentuk stress release yang efektif. Ada penelitian yang disebutkan dalam buku bahwa satu hingga dua hari liburan saja sudah mampu menurunkan tingkat stres pada sebagian besar orang. Ketika stres berkurang, seseorang cenderung lebih bahagia, lebih kreatif, dan lebih siap menghadapi tantangan hidup sehari-hari.

Karena itulah banyak orang merasa lebih segar setelah pulang liburan, meskipun tubuh lelah karena perjalanan. Pikiran mereka terasa lebih ringan dan mood menjadi lebih baik.

Kelebihan dan Kekurangan

Yang menarik, buku ini tidak hanya membahas sisi indah traveling. Ayun juga menceritakan berbagai drama yang sering terjadi saat bepergian. Mulai dari penerbangan yang delay berjam-jam, sopir yang tersesat, staf hotel yang tidak ramah, hingga kartu ATM yang tidak bisa digunakan di luar negeri. Semua kejadian itu memang menyebalkan ketika dialami, tetapi justru menjadi cerita lucu yang akan dikenang di kemudian hari.

Ayun mengingatkan bahwa perjalanan tidak selalu berjalan sempurna. Namun di situlah letak serunya traveling. Kadang pengalaman paling berkesan justru datang dari hal-hal tidak terduga yang terjadi selama perjalanan.

Buku ini juga cocok untuk pembaca yang merasa traveling terlalu mahal. Ayun beberapa kali menekankan bahwa jalan-jalan tidak harus ke luar negeri atau tempat mewah. Indonesia sendiri memiliki banyak destinasi indah yang murah dan mudah dijangkau. Traveling bisa dimulai dari tempat terdekat sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing.

Pesan ini terasa penting karena media sosial sering membuat traveling terlihat seperti kompetisi gaya hidup. Banyak orang akhirnya merasa harus pergi ke tempat mahal demi dianggap keren. Padahal inti traveling sebenarnya adalah menikmati pengalaman baru dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk bernapas sejenak dari tekanan hidup.

Pesan Moral

Traveling for Healthy juga mengingatkan bahwa manusia membutuhkan keseimbangan antara bekerja dan menikmati hidup. Terlalu sibuk tanpa jeda justru membuat seseorang mudah lelah secara emosional. Traveling membantu seseorang kembali menemukan semangat dan energi positifnya.

Tidak heran jika banyak orang percaya bahwa orang yang terlalu lama terjebak rutinitas cenderung mudah stres dan berpikiran negatif. Bahkan ada candaan populer bahwa orang yang auranya negatif mungkin memang “kurang piknik.”

Meski terdengar lucu, ada benarnya juga. Pergi melihat suasana baru sering kali membantu pikiran menjadi lebih terbuka dan tenang.

Secara keseluruhan, Traveling for Healthy adalah buku ringan yang penuh energi positif. Isinya tidak berat, tetapi mampu membuat pembaca merenung tentang pentingnya memberi jeda untuk diri sendiri. Buku ini cocok dibaca siapa saja, terutama mereka yang mulai merasa lelah dengan rutinitas hidup sehari-hari.

Pada akhirnya, traveling bukan hanya tentang berpindah tempat. Traveling adalah tentang menemukan kembali diri sendiri, menikmati hidup, dan menyadari bahwa dunia terlalu luas untuk hanya dipandang dari satu sudut saja.

Identitas Buku

  • Judul: Traveling for Healthy
  • Penulis: Ayun
  • Penerbit: Cemerlang Publishing 
  • Tahun Terbit: 2020
  • ISBN: 9786237333319
  • Tebal: 176 Halaman