M. Reza Sulaiman | Taufiq Hidayat
Perjalanan Audrey dalam menyembuhkan luka akibat kehilangan orang tua dan pengkhianatan cinta masa remaja di buku Satu Hari Bersama Mantan karya Ninna Rosmina. (gramedia)
Taufiq Hidayat

Hidup Audrey awalnya tampak sempurna namun kaku. Sebagai siswi kelas 9 yang sangat berprestasi, hari-harinya dihabiskan hanya untuk belajar dan belajar, sebuah rutinitas yang didikte oleh aturan ketat sang ibu. Kehidupan yang monoton itu mulai berubah warna saat Audrey mengenal Akira, teman sekelasnya yang populer namun sering berulah. Pertemuan dan perbincangan yang intens membuat Audrey jatuh hati. Namun, cinta remaja ini ternyata membawa konsekuensi besar; hubungan Audrey dengan keluarganya merenggang, menciptakan jurang yang kian dalam tepat sebelum tragedi besar menghantam hidupnya.

Kehilangan yang Bertubi-tubi

Dunia Audrey seolah runtuh dalam sekejap ketika ia harus kehilangan kedua orang tuanya secara mendadak. Rasa kehilangan yang berat ini menjadi titik balik bagi Audrey untuk memutuskan pergi, mengambil jarak dari masa lalunya, termasuk meninggalkan Akira.

Seolah pepatah "sudah jatuh tertimpa tangga" menjadi nyata, Audrey juga harus menghadapi kenyataan pahit bahwa kekasihnya berselingkuh. Rentetan peristiwa traumatis ini memaksa Audrey untuk memulai lembaran baru di sekolah yang berbeda, mencoba mengubur kenangan yang terasa menyesakkan.

Kehadiran Ronan dan Warna Baru di Sekolah Baru

Di lingkungan barunya, narasi novel ini menjadi lebih hidup dengan kehadiran Ronan. Sebagai teman dekat sekaligus anggota band sekolah, karakter Ronan memberikan dinamika yang menyegarkan dalam hidup Audrey.

Ada kehangatan yang terpancar dari latar belakang keluarga Ronan yang memiliki banyak adik, sebuah aspek yang memberikan sentuhan emosional tersendiri bagi pembaca, terutama bagi mereka yang mendambakan keramaian dalam keluarga. Persahabatan ini menjadi penyangga bagi Audrey saat ia berusaha menata kembali puing-puing hatinya.

Alur yang Tak Terduga dan Pesan Moral yang Mendalam

Salah satu kekuatan novel ini terletak pada perkembangan alurnya. Meskipun di awal cerita pembaca mungkin merasa bisa menebak arah hubungan Audrey, Ninna Rosmina memberikan kejutan di setengah bab terakhir. Rasa penasaran dibangun dengan apik hingga menuju resolusi yang mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi awal pembaca, namun tetap terasa logis dan dapat diterima sebagai sebuah bentuk pendewasaan karakter.

Selain alur yang menarik, sampul novel ini juga patut diapresiasi karena ilustrasinya yang cantik dan mampu merepresentasikan salah satu bagian penting dalam cerita. Novel ini pun sarat akan kutipan-kutipan inspiratif yang mengingatkan kita untuk menyisipkan kebahagiaan dalam rencana masa depan, karena kesuksesan tanpa kebahagiaan akan terasa hampa. Pesan bahwa masa depan ada di tangan kita sendiri menjadi pengingat kuat agar kita selalu memberikan yang terbaik di masa kini agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Kesimpulan

Satu Hari Bersama Mantan bukan sekadar kisah cinta monyet biasa. Ia adalah cerita tentang keberanian untuk melepaskan, kekuatan untuk bangkit dari duka, dan kebijakan untuk memaafkan masa lalu. Gaya bercerita yang ringan namun bermakna membuat novel ini sangat relevan dibaca oleh remaja maupun dewasa yang sedang mencari makna closure dalam hidup. Sebuah bacaan yang manis, hangat, sekaligus memberikan ruang untuk refleksi diri.

Identitas Buku:

  • Judul: Satu Hari Bersama Mantan
  • Penulis: Ninna Rosmina
  • Penerbit: Falcon Publishing
  • Tahun: 2020
  • Tebal: 377 halaman