Hidup Audrey awalnya tampak sempurna namun kaku. Sebagai siswi kelas 9 yang sangat berprestasi, hari-harinya dihabiskan hanya untuk belajar dan belajar, sebuah rutinitas yang didikte oleh aturan ketat sang ibu. Kehidupan yang monoton itu mulai berubah warna saat Audrey mengenal Akira, teman sekelasnya yang populer namun sering berulah. Pertemuan dan perbincangan yang intens membuat Audrey jatuh hati. Namun, cinta remaja ini ternyata membawa konsekuensi besar; hubungan Audrey dengan keluarganya merenggang, menciptakan jurang yang kian dalam tepat sebelum tragedi besar menghantam hidupnya.
Kehilangan yang Bertubi-tubi
Dunia Audrey seolah runtuh dalam sekejap ketika ia harus kehilangan kedua orang tuanya secara mendadak. Rasa kehilangan yang berat ini menjadi titik balik bagi Audrey untuk memutuskan pergi, mengambil jarak dari masa lalunya, termasuk meninggalkan Akira.
Seolah pepatah "sudah jatuh tertimpa tangga" menjadi nyata, Audrey juga harus menghadapi kenyataan pahit bahwa kekasihnya berselingkuh. Rentetan peristiwa traumatis ini memaksa Audrey untuk memulai lembaran baru di sekolah yang berbeda, mencoba mengubur kenangan yang terasa menyesakkan.
Kehadiran Ronan dan Warna Baru di Sekolah Baru
Di lingkungan barunya, narasi novel ini menjadi lebih hidup dengan kehadiran Ronan. Sebagai teman dekat sekaligus anggota band sekolah, karakter Ronan memberikan dinamika yang menyegarkan dalam hidup Audrey.
Ada kehangatan yang terpancar dari latar belakang keluarga Ronan yang memiliki banyak adik, sebuah aspek yang memberikan sentuhan emosional tersendiri bagi pembaca, terutama bagi mereka yang mendambakan keramaian dalam keluarga. Persahabatan ini menjadi penyangga bagi Audrey saat ia berusaha menata kembali puing-puing hatinya.
Alur yang Tak Terduga dan Pesan Moral yang Mendalam
Salah satu kekuatan novel ini terletak pada perkembangan alurnya. Meskipun di awal cerita pembaca mungkin merasa bisa menebak arah hubungan Audrey, Ninna Rosmina memberikan kejutan di setengah bab terakhir. Rasa penasaran dibangun dengan apik hingga menuju resolusi yang mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi awal pembaca, namun tetap terasa logis dan dapat diterima sebagai sebuah bentuk pendewasaan karakter.
Selain alur yang menarik, sampul novel ini juga patut diapresiasi karena ilustrasinya yang cantik dan mampu merepresentasikan salah satu bagian penting dalam cerita. Novel ini pun sarat akan kutipan-kutipan inspiratif yang mengingatkan kita untuk menyisipkan kebahagiaan dalam rencana masa depan, karena kesuksesan tanpa kebahagiaan akan terasa hampa. Pesan bahwa masa depan ada di tangan kita sendiri menjadi pengingat kuat agar kita selalu memberikan yang terbaik di masa kini agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.
Kesimpulan
Satu Hari Bersama Mantan bukan sekadar kisah cinta monyet biasa. Ia adalah cerita tentang keberanian untuk melepaskan, kekuatan untuk bangkit dari duka, dan kebijakan untuk memaafkan masa lalu. Gaya bercerita yang ringan namun bermakna membuat novel ini sangat relevan dibaca oleh remaja maupun dewasa yang sedang mencari makna closure dalam hidup. Sebuah bacaan yang manis, hangat, sekaligus memberikan ruang untuk refleksi diri.
Identitas Buku:
- Judul: Satu Hari Bersama Mantan
- Penulis: Ninna Rosmina
- Penerbit: Falcon Publishing
- Tahun: 2020
- Tebal: 377 halaman
Baca Juga
-
Tragedi Seribu Perak: Saat Mahasiswa Menggugat Harga Kopi
-
Petaka Cinta Lintas Planet: Kala Dahlan Menjadi Mak Comblang
-
Review Toko Buku Gerbang Kota: Ketika Buku Menjadi Penyembuh Kesepian
-
Falsafah Siri dan Pidato Presiden: Menakar Keadaban Lisan Pemimpin Kita
-
Runtuhnya Republik Marilah Cerita Sebelum Fajar Tiba
Artikel Terkait
-
Review Buku The Power of Sun Tzu: Panduan Taktis Menghadapi Tekanan Hidup Modern
-
Redha: Buku yang Mengajarkan Kita Cara Menangis Tanpa Kehilangan Harapan
-
Review Buku Milenial Bisa Memimpin: Panduan Jadi Leader di Tengah Perubahan Zaman
-
Membaca Kelakar Madura Buat Gus Dur: Sebuah Buku Tentang Indonesia yang Menggelitik
-
Membaca Mata yang Enak Dipandang: Cermin Retak Masyarakat Kita yang Masih Sangat Relevan
Ulasan
-
Review Moana Live Action: Hadirkan Sentuhan Budaya Polinesia yang Autentik
-
Review Film Yadang: The Snitch, Sudut Pandang Baru Agen Rahasia yang Seru!
-
Ulasan Novel Teka-Teki Rumah Aneh, Kulik Misteri Denah yang Unik
-
The Cat Who Saved Books: Sindiran Menohok untuk Tren Literasi Masa Kini
-
Pencarian Identitas yang Menyayat Hati: Mengapa Abandoned di Disney+ Lebih dari Sekadar Dokumenter
Terkini
-
Ketika Rakyat Patungan Membangun Jembatan, Apa Prioritas Negara?
-
Seni Menghadapi Tetangga Cerewet dan Julid: Manfaatkan Situasi dengan Baik!
-
Bye Kemerahan! 4 Moisturizer Cream Madecassoside Cocok untuk Kulit Kering
-
Rumah Kecil dengan Seribu Tawa
-
Romansa Quinn dan Staten Berlanjut di Ransom Canyon Season 2