Setelah membaca manhwa Garden of the Dead Flower dan Olgami, aku lantas mencari beberapa manhwa yang memiliki genre gore dan thriller yang serupa. Hingga ketemulah aku dengan manhwa bertajuk Classmate.
Melansir Namu Wiki, Classmate adalah manhwa karya Sooriboo, yang mengusung genre thriller, ghost, gore, psychological, dan misteri yang tayang di platform Naver sejak 26 Agustus 2025. Dengan menyajikan cover yang sudah bikin penasaran, pembaca bakal diajak nyebur dalam lautan kebingungan, ketegangan, dan misteri berlapis.
Korban Bullying yang Ditolong oleh Hantu Penunggu Sekolah
Classmate menceritakan soal Joo Eunha, seorang siswi SMA pendiam yang sehari-hari selalu dibully oleh teman sekelasnya yakni: Kim Taerin, Park Soohyuk, dan Kwon Bona. Tak cuma dihina atau direndahkan, mereka bertiga bahkan berani main fisik dan nggak segan memukul Eunha.
Di suatu hari, Eunha yang kabur dari jadwal bullying pun memutuskan untuk pergi ke gedung terbengkalai di belakang sekolahan. Gedung itu ditinggalkan karena rumornya berhantu, dan Eunha yang tidak mau tahu memilih melipir ke sana guna mencari ketenangan.
Namun Taerin, Soohyuk, dan Bona berhasil menyusul Eunha ke dalam gedung tersebut dan lagi-lagi merundungnya. Soohyuk bahkan memaksa Eunha untuk melakukan ritual pemanggilan arwah yang sedang viral di internet dengan media darah dan air.
Mereka bertiga semula tidak percaya akan adanya arwah gentayangan. Namun, sejak Soohyuk menyayat tangan Eunha dan darah siswi itu dibacakan mantra internet yang viral, angin berhembus kencang dan sosok hitam dengan kuku dan gigi tajam hadir.
Sejak hari itu, sosok hitam tersebut selalu hadir di sisi Eunha sebagai seorang pemuda bernama Lee Haesoo. Dia senantiasa menjadi tameng dari bullying Taerin, Soohyuk, dan Bona. Namun siapa sangka, bahwa dendam masa lalu dan obsesi Haesoo kian memakan korban dan mengupas misteri tanpa ampun.
Jumpscare Berkelas, dan Sensasi Teror Nyata
Dari awal Classmate memang sudah menyuguhkan alur yang tidak nyaman. Terutama dari komposisi tone warna yang dingin, dan visual bangunan sekolah yang didesain penuh misteri. Bagiku, Sooriboo berhasil menepati janjinya bahwa manhwa ini bakal thriller dan misterius abis, bahkan masih dari tone warna saja.
Kendati manhwa ini menampilkan ide sekolah berhantu lalu digandengkan dengan isu bullying dan fantasi, tetapi panel-panel gambar yang tersaji tidak kaleng-kaleng. Nyaris sepanjang komik pembaca dibuat tegang, tidak nyaman, bahkan aku sendiri pilih baca di siang hari.
Jumpscare yang disajikan pun bukan jumpscare murahan semisal kemunculan demit saja. Melainkan teror yang berbaur dengan ketegangan nan ambigu, sehingga manhwa ini lebih menekankan perasaan tak nyaman. Classmate seakan mengajak kita untuk berada di tempat terisolasi, terkucil, dan hanya menemui teka-teki tanpa ujung.
Classmate Bikin Aku Mempertanyakan Kepercayaan pada Orang Lain
Sejujurnya, aku menangkap maksud manhwa ini sebagai bacaan horor semata. Toh, pada dasarnya ide seputar sekolah berhantu itu banyak. Namun, makin lama merasuki alurnya, aku justru kembali mempertanyakan kepercayaanku kepada orang lain.
Mungkin karena terlalu spaneng dan terbawa alur cerita. Di mana Eunha mendapatkan sekutu dari kalangan arwah gentayangan, yang tanpa diduga memiliki sifat obsesif parah. Di satu sisi, Haesoo baik dan perhatian pada Eunha, melindunginya dari pelaku bully, termasuk mulai membuka kepingan-kepingan ingatannya. Namun di sisi lain, dia ternyata mengerikan.
Haesoo tak hanya mengerikan karena eksistensinya sebagai arwah gentayangan semata. Melainkan kebiadabannya yang mengerikan di balik topeng manisnya. Dari sinilah, aku kian bertanya-tanya: apakah orang yang baik padaku mampu bertingkah demikian?
Bullying dan Pembalasan Dendam Cukuplah dalam Fiksi Saja
Kendati aku menikmati Classmate karena keabu-abuan dan misteri Haesoo berpadu dengan art dingin Sooriboo, tetapi sebisa mungkin aku menganggap ini sebagai bacaan semata. Bukan sebagai acuan hidup dan prasangka, terlebih karena keberadaan scene bullying dan pembalasan dendam lewat genre gore yang bikin mual.
Manhwa ini cocoknya dibaca untuk usia 18 tahun ke atas, sih. Selain konfliknya sangat berat karena melibatkan masalah psikologis, scene darah dan penyiksaannya juga terasa sadis.
Pada dunia fiksi, aku mungkin menyukai alur pembalasan dendam tanpa ampun. Namun di kehidupan nyata, nilai ketabahan, keikhlasan, dan lapang dada wajib diamalkan sekalipun sesak napas. Pada hakikatnya, Classmate dimaksudkan sebagai sarana hiburan. Walau aku sendiri takut kalau ada orang-orang korban bullying yang nekat mengikuti ritual pemanggilan arwah demi bisa memiliki sekutu. Hal ini jangan dilakukan, ya. Sebab, wangsa lelembut sendiri selalu penuh tipu daya.
After all, menilik dari ide brilian dan art style kejam Sooriboo, Classmate patutlah mendapatkan nilai 8/10. Sekali nyemplung ke episode pertama, pembaca dipastikan bakal lanjut ke chapter berikutnya. Ingat, kalau kamu penakut, baca manhwa ini di siang hari saja ya.
Identitas Manhwa
- Judul: Classmate
- Author: Sooriboo
- Genre: ghost, psychological, misteri, thriller, gore
- Rilis: 26 Agustus 2025
- Negara Asal: Korea Selatan
- Platform: Naver Webtoon, Naver Series
- Status: On-going
Baca Juga
-
Saat Seragam Berbicara tentang Kemanusiaan: Mengapa Kisah Tentara dan Dokter di DOTS Begitu Mengena?
-
Cinta Gila Sampai Dikejar ke Dunia Manusia dalam For Your Perfect Ending
-
Siapakah Lelaki Misterius yang Mendorong Brankar Jenazah Dini Hari Itu?
-
Soul Plate: Ketika Member Astro Berubah Jadi Malaikat Restoran, Efektifkah Promosinya?
-
Pertarungan Gadis Kecil dan Tiga Lelaki yang Menggila di Tengah Belantara
Artikel Terkait
Ulasan
-
Perjalanan Spiritual dan Emosi dalam Cuma Aku, Lukaku, dan Tuhanku
-
Tom Clancy's Jack Ryan: Ghost War, Konspirasi Kelam di Balik Tabir Rahasia!
-
Sepotong Luka di Dalam Manisnya Pasta Kacang Merah Durian Sukegawa
-
Bridge to Terabithia: Film Fantasi Masa Kecil yang Mengajarkan Kehilangan
-
Diusir dari Tanah Sendiri: Luka Kemanusiaan dalam Novel Maryam Karya Okky Madasari
Terkini
-
Tekanan Sosial Iduladha: Mengapa Anak Muda Merasa Takut Terlihat 'Kurang'?
-
Ending Drakor The Scarecrow Dibuat Realistis, Sutradara Ungkapkan Alasannya
-
Ada Badut Gendong, Sambut Idul Adha dengan 5 Film Baru di Bioskop!
-
Penuh Energi, Alpha Drive One Bahas Gejolak Emosi Remaja di Lagu OMG!
-
Monopoli Listrik Tapi Pelayanan Amburadul, Masih Pantaskah Dirut PLN Mempertahankan Jabatan?