Passenger merupakan film horor supernatural yang disutradarai oleh André Øvredal, sutradara yang dikenal melalui karya sebelumnya seperti The Autopsy of Jane Doe. Film ini diproduksi dengan dukungan tim di balik franchise The Conjuring, yang membawa ekspektasi tinggi akan ketegangan dan elemen supranatural yang kuat.
Dibintangi oleh Jacob Scipio sebagai Tyler, Lou Llobell sebagai Maddie, serta Melissa Leo dalam peran pendukung, Passenger menawarkan durasi sekitar 94 menit yang padat dengan genre horor jalan raya (road horror).
Kisah Pasangan Muda yang Dikejar-kejar Makhluk Demonik
Cerita berfokus pada pasangan muda, Tyler dan Maddie, yang memutuskan meninggalkan kehidupan kota New York untuk menjalani gaya hidup van life. Mereka berkelana dengan van yang dimodifikasi, mencari kebebasan dan petualangan. Akan tetapi, perjalanan mereka berubah menjadi mimpi buruk setelah menyaksikan kecelakaan mengerikan di jalan raya terpencil.
Saat mencoba membantu korban, mereka tanpa sadar membawa serta entitas jahat bernama The Passenger—sebuah makhluk demonik yang menempel pada korban dan tidak akan berhenti hingga mengklaim nyawa mereka. Entitas ini mengejar ke mana pun mereka pergi, mengubah perjalanan romantis menjadi perburuan yang penuh teror.
Review Film Passenger
Film ini mengeksplorasi tema kesendirian di jalan, ketakutan akan yang tidak terlihat, serta dinamika hubungan pasangan di bawah tekanan ekstrem. Visual sinematografi menonjolkan lanskap jalan raya gelap yang luas, kontras dengan interior van yang sempit, menciptakan rasa claustrophobia meski berada di ruang terbuka. Efek khusus untuk makhluk The Passenger cukup mengesankan, dengan desain yang creepy mirip sosok tinggi pucat yang mengingatkan pada elemen klasik horor.
Meskipun dikemas dengan estetika yang modis, film ini kunilai masih terbebani oleh klise horor konvensional. Kendati demikian, menurutku pribadi kuberi respon positif kok, khususnya pada efektivitas adegan jump scare yang disajikan. Di sektor komersial, film ini menunjukkan performa finansial yang tangguh dengan mencatatkan pendapatan solid di pasar Amerika Utara sejak perilisannya pada 22 Mei 2026.
Kelebihan utama terletak pada pembangunan ketegangan awal dan chemistry antara pemeran utama. Jacob Scipio dan Lou Llobell berhasil menyampaikan transisi emosi dari kegembiraan petualangan menjadi kepanikan dan konflik internal. Sutradara Øvredal mahir menciptakan atmosfer mencekam melalui penggunaan cahaya rendah, suara ambient, dan timing jump scare yang presisi. Tapi, plotnya terlalu predictable dan mengandalkan trope horor standar seperti pengejaran tanpa henti serta elemen supranatural yang kurang dieksplorasi mendalam di bagian tengah.
Film Passenger tayang perdana di bioskop Indonesia pada 27 Mei 2026. Distribusi di Indonesia dilakukan melalui jaringan besar seperti XXI, CGV, Cinema 21, dan lainnya. Penayangan ini mengikuti rilis di Amerika Serikat pada 22 Mei 2026. Untuk penonton di Surabaya dan kota-kota besar lainnya, dengan sesi reguler dan mungkin midnight screening mengingat genre horornya. Kusarankan untuk memeriksa jadwal terkini di aplikasi bioskop setempat karena antusiasme tinggi pasca-trailer yang viral ya, Sobat Yoursay.
Salah satu adegan paling menakutkan terjadi di awal film, tepat setelah pasangan utama menyaksikan kecelakaan. Saat Tyler dan Maddie mendekati mobil yang hancur, suasana hening yang mencekam tiba-tiba dipecahkan oleh kemunculan The Passenger. Adegan ini memanfaatkan jump scare klasik namun dieksekusi dengan sempurna: bayangan samar yang bergerak cepat di kegelapan, diikuti reveal makhluk tersebut di kaca spion atau jendela van.
Suara desahan napas berat dan distorsi audio membuatku benar-benar terlonjak. Ini sebagai salah satu jump scare terbaik tahun ini karena timing dan build-up-nya yang intens. Adegan ini tidak hanya mengejutkan secara visual tetapi juga membangun rasa paranoia bahwa entitas tersebut sudah berada di dalam kendaraan mereka.
Ketakutan psikologis penonton yang ada di bioskop diaduk-aduk dalam adegan lain yang berlatar di tempat terisolasi. Di sana, sang makhluk muncul secara mengejutkan di belakang karakter lewat proyeksi bayangan atau cermin. Efek audio yang menegangkan serta pergerakan makhluk yang aneh membuat suasana terasa jauh lebih meneror.
Adegan paling berkesan bukan hanya yang menakutkan, melainkan momen emosional di mana Tyler dan Maddie menghadapi konflik hubungan mereka di tengah teror. Saat Maddie menyadari betapa rapuhnya mimpi van life mereka dan bagaimana The Passenger merepresentasikan ketakutan akan komitmen serta masa depan yang tidak pasti, aku pun diajak merenungkan tema deeper.
Klimaks di mana mereka mencoba melarikan diri sambil saling melindungi meninggalkan kesan mendalam tentang kekuatan ikatan manusia di hadapan kegelapan. Ending film, yang menyisakan nuansa ambigu, karena cara ia menyatukan elemen horor dengan resolusi emosional. Dan kalau boleh jujur sih, film ini membuatku ragu untuk berkendara malam sendirian atau mempertanyakan siapa yang ikut naik di perjalanan berikutnya.
Pada akhirnya, Passenger adalah hiburan horor solid yang cocok bagi penggemar jump scare dan road trip thriller. Meski tidak revolusioner, eksekusi teknisnya yang apik dan penampilan aktor membuatnya layak ditonton di bioskop untuk pengalaman imersif.
Untuk yang menyukai ketegangan tanpa henti dengan sentuhan supranatural, film ini memberikan kepuasan meski dengan beberapa klise. Rekomendasiku untuk ditonton dengan teman untuk berbagi jeritan bersama, tapi waspadalah saat kamu pulang dari bioskop setelahnya. Rating Pribadi: 8.8/10.
Baca Juga
-
Daredevil: Born Again Season 2, Perpaduan Sempurna Aksi dan Cerita Politik!
-
Penebusan Dosa Sang Mantan Pecandu: Review Jujur Serial Fantasi Epik 'Agent from Above'
-
Children of Heaven: Angkat Tema Kemiskinan dengan Pendekatan yang Humanis
-
Ulasan Film Sekawan Limo 2: Komedi Receh Jawa Timur yang Sangat Menghibur
-
Badut Gendong: Elemen Brutal yang Membawa Horor Indonesia ke Level Baru!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Drama We Are All Trying Here, Ketika Dua Orang Melawan Rasa Tidak Berharga
-
Perjalanan Haya Mencari Arti Kehidupan dalam Novel 'Apa Itu Pulang?'
-
Kerumunan Terakhir: Mengapa Novel Okky Madasari Ini Ramalan Paling Akurat Tentang Media Sosial Kita?
-
Ulasan Novel Periculo: Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Ketika Sastra Menjadi Kritik Sosial: Membaca Cak Nun Lewat Dosa Mencabut Kutukan Tarian Rembulan
Terkini
-
Ingin Less Waste tapi Hobi Thrifting? Kamu Mungkin Melakukan Kesalahan Fatal Ini
-
Kenapa Iduladha Identik dengan Kurban? Begini Awal Mula dan Maknanya
-
4 Ide Outfit ala Jeon Somi dengan Nuansa Pastel yang Stylish tanpa Ribet!
-
Menyoal Kewaspadaan Rakyat di Tengah Kultus Mas Bahlil Ganteng
-
Sapi Kurban APBN Rp100 Miliar: Saat Menkeu Mengaku Ketinggalan Info