Jujur saja ini adalah drama pertama Song Hye-kyo yang pernah kutonton. Dan aku jadi mengagumi sosoknya setelah menamatkan The Glory. Bukan cuma Song Hye-kyo, aku kagum pada hampir semua akting pemeran di sini. Beneran dapat sekali rasa sakit jiwanya pas nonton ini.
The Glory merupakan serial produksi Korea Selatan yang tayang di Netflix pada tahun 2022. Disutradarai oleh Ahn Gil-ho dan ditulis oleh Kim Eun-sook, drama ini memadukan unsur thriller psikologis, drama, dan balas dendam dalam sebuah cerita yang menegangkan sekaligus menyentuh emosi penonton.
Salah satu alasan mengapa The Glory mendapat perhatian besar adalah karena ceritanya terinspirasi dari kasus perundungan nyata yang pernah terjadi di Korea Selatan pada tahun 2006.
Sinopsis The Glory
The Glory mengisahkan perjalanan hidup Moon Dong-eun, seorang perempuan yang semasa sekolah menengah menjadi korban perundungan brutal oleh sekelompok siswa dari keluarga kaya dan berpengaruh. Perundungan yang dialaminya bukan sekadar ejekan verbal, melainkan kekerasan fisik dan psikologis yang meninggalkan luka mendalam. Karena tidak mendapatkan perlindungan dari sekolah maupun lingkungan sekitarnya, Dong-eun terpaksa meninggalkan pendidikan dan menjalani hidup dalam penderitaan.
Bertahun-tahun kemudian, Dong-eun tumbuh menjadi sosok yang berbeda. Alih-alih melupakan masa lalunya, ia menghabiskan waktu selama bertahun-tahun untuk menyusun rencana balas dendam yang sangat matang. Dengan penuh kesabaran dan kecerdikan, ia membangun kehidupan baru dan perlahan mendekati orang-orang yang dahulu menghancurkan hidupnya. Langkah paling strategis yang ia lakukan adalah menjadi wali kelas dari anak Park Yeon-jin, pemimpin kelompok perundung yang menjadi musuh utamanya.
Tokoh Moon Dong-eun diperankan dengan sangat kuat oleh Song Hye-kyo. Berbeda dari karakter romantis yang sering ia mainkan sebelumnya, kali ini Song Hye-kyo menampilkan sosok perempuan yang dingin, penuh luka, tetapi memiliki tekad yang luar biasa. Penampilannya berhasil memperlihatkan bagaimana trauma masa lalu dapat membentuk kepribadian seseorang dan memengaruhi seluruh jalan hidupnya.
Lawan utama Dong-eun adalah Park Yeon-jin, seorang perempuan yang berasal dari keluarga kaya dan memiliki kehidupan yang tampak sempurna. Saat remaja, Yeon-jin memimpin kelompok yang menyiksa Dong-eun tanpa rasa bersalah. Setelah dewasa, ia bekerja sebagai pembawa acara ramalan cuaca dan hidup dalam kemewahan. Namun, di balik citra sempurna tersebut tersimpan masa lalu kelam yang perlahan mulai terungkap seiring jalannya cerita.
Selain kedua tokoh utama, serial ini juga menghadirkan karakter-karakter penting lain yang menjadi target pembalasan Dong-eun. Jeon Jae-jun digambarkan sebagai pewaris kaya yang arogan dan manipulatif. Lee Sa-ra adalah seorang seniman yang berasal dari keluarga religius tetapi terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Choi Hye-jeong merupakan pramugari yang selalu berusaha diterima oleh kelompok elit meskipun berasal dari keluarga sederhana. Sementara Son Myeong-o dikenal sebagai anggota paling kasar yang sering melakukan kekerasan terhadap Dong-eun semasa sekolah.
Dalam menjalankan misinya, Dong-eun tidak sendirian. Ia mendapat bantuan dari Joo Yeo-jeong, seorang ahli bedah yang memiliki luka emosionalnya sendiri. Tokoh ini menjadi sekutu utama sekaligus pendukung setia Dong-eun. Hubungan keduanya menjadi salah satu elemen menarik dalam serial karena dibangun di atas rasa saling memahami dan pengalaman traumatis yang berbeda.
Kelebihan dan Kekurangan
Serial ini berhasil menggambarkan dampak jangka panjang dari kekerasan di lingkungan sekolah. Trauma yang dialami korban tidak hilang begitu saja ketika masa sekolah berakhir, melainkan dapat memengaruhi kehidupan mereka selama bertahun-tahun.
Lebih dari sekadar kisah balas dendam, The Glory juga menjadi kritik sosial terhadap ketimpangan kekuasaan, penyalahgunaan privilese, dan kegagalan institusi dalam melindungi korban perundungan. Drama ini memperlihatkan bagaimana status sosial dan kekayaan sering kali membuat pelaku kekerasan lolos dari konsekuensi, sementara korban harus menanggung luka sendirian.
Dengan alur yang cerdas, karakter yang kuat, serta akting yang memukau, The Glory berhasil menjadi salah satu drama Korea paling berpengaruh dalam beberapa tahun terakhir. Serial ini tidak hanya menawarkan ketegangan dan kejutan di setiap episode, tetapi juga mengajak penonton merenungkan dampak perundungan dan pentingnya keadilan bagi para korban.
Melalui kisah Moon Dong-eun, The Glory menunjukkan bahwa luka masa lalu mungkin tidak pernah benar-benar hilang, tetapi keberanian untuk menghadapi dan memperjuangkannya dapat menjadi jalan menuju pemulihan dan harga diri.
Identitas Drama
- Judul: The Glory
- Negara Asal: Korea Selatan
- Genre: Thriller psikologis, Balas dendam, Drama
- Sutradara: Ahn Gil-ho
- Penulis Naskah: Kim Eun-sook
- Platform Tayang: Netflix
- Jumlah Episode: 16 Episode
Pemeran Utama:
- Song Hye-kyo sebagai Moon Dong-eun
- Lee Do-hyun sebagai Joo Yeo-jeong
- Lim Ji-yeon sebagai Park Yeon-jin
Baca Juga
-
Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan: Masalah Tata Kelola Pelayanan Publik
-
Gus Dur dalam Lensa Greg Barton: Potret Utuh Presiden Keempat Indonesia
-
Menemukan Kebahagiaan dari dalam Diri di Buku The Simple Way to Happiness
-
Buku Pintar Kompas 2011: Potret Dinamika Indonesia dalam Satu Tahun
-
Bukan Asal, Menulis itu Ada Seninya! Membaca Buku Dunia Kata
Artikel Terkait
Ulasan
-
Menakar Ego, Hak Cipta, dan Harmoni yang Hilang di Film Power Ballad
-
Film I Am Frankelda, Masih Bisakah Kita Berimajinasi di Era Serba Instan?
-
Ketika Sistem Gagal Melindungi Korban: Dilema Moral Teach You a Lesson
-
Novel Utang dan Sampah Sesudah Pesta, Ketika Menolak Tunduk pada Realita
-
Review My Royal Nemesis: Drama Romcom dengan Chemistry yang Sulit Dilupakan
Terkini
-
Lenovo TA410: TWS Open Ear Murah dengan Bluetooth 7.0 dan Baterai hingga 48 Jam
-
Dilema Orang Tua Cari Sekolah Anak: Negeri Rumit, Swasta Tak Ada Duit
-
Super Iconic, 4 OOTD Grungy Hip Hop ala Woojin LNGSHOT yang On Point!
-
Tips Mengoleksi Merchandise Piala Dunia 2026 untuk Penggemar Sepak Bola
-
Pra-Acara Day of Petroleum 2026: Konservasi Penyu, Tanam Pandan, dan Bersih Pantai di Patihan