Lintang Siltya Utami | Ukhro Wiyah
My Royal Nemesis (IMDb)
Ukhro Wiyah

Setiap kali menuliskan ulasan drama Korea, saya sering mengatakan genre favorit saya adalah thriller, action, dan slice of life. Namun, kali ini drama romance comedy My Royal Nemesis berhasil membuat saya jatuh cinta dan nggak bisa berhenti menonton sampai tamat. Bahkan setelah dramanya berakhir, karakter Cha Se-gye masih sangat melekat di benak saya.

Sinopsis My Royal Nemesis 

My Royal Nemesis bercerita tentang Kang Dan-shim (Lim Ji-yeon), seorang selir ambisius dari era Joseon yang dijatuhi hukuman mati karena terlibat dalam intrik istana. Namun, alih-alih meninggal, jiwanya justru berpindah ke masa depan dan terbangun di tubuh Shin Seo-ri, seorang aktris figuran yang sedang menjalani syuting drama sejarah.

Sejak saat itu, hidup Seo-ri berubah drastis. Kepribadiannya yang mendadak tegas, licik, dan penuh strategi membuat orang-orang di sekitarnya kebingungan. Kemampuan Dan-shim membaca situasi dan memanfaatkan peluang perlahan membantunya bertahan di dunia modern yang asing.

Di tengah kehidupan barunya, ia bertemu dengan Cha Se-gye (Heo Nam-jun), seorang CEO muda sekaligus pewaris konglomerat yang dikenal dingin dan perfeksionis. Pertemuan keduanya justru memicu perang ego yang kocak. Namun, di balik pertengkaran dan saling sindir yang tak ada habisnya, benih-benih perasaan mulai tumbuh di antara mereka.

Ulasan Drama My Royal Nemesis

Setelah sekian lama tak menonton drama bertemakan sejarah, akhirnya saya tertarik dengan tontonan berlatar Korea di masa Joseon. Namun, yang membuat My Royal Nemesis lebih menarik buat saya adalah adanya bumbu fantasi yang mengaitkan antara masa Joseon dengan Korea abad 21 dalam premis yang ditawarkan. Sebenarnya itu bukan hal baru, ada banyak drama dengan konsep serupa, tapi My Royal Nemesis seolah punya daya tariknya sendiri yang membuat saya sulit untuk berhenti menonton.

Seperti genre romance comedy pada umumnya, drama ini memiliki visual yang cenderung cerah dan berwarna. Tak jarang, juga menggunakan nuansa vintage yang sangat khas dengan drama sejarah Korea. Dari awal, tampaknya drama ini hanya seperti kisah tentang dua orang saling benci yang kemudian jatuh cinta. Namun setelah menonton lebih jauh, ternyata ceritanya lebih kompleks dari itu.

Karakter Shin Seo-ri yang diperankan oleh Lim Ji-yeon punya daya tarik yang cukup kuat sebagai pemeran utama. Ia bukan perempuan menye-menye dan manja, tetapi justru dengan karakternya yang keras, tegas, dan cerdas membuat banyak orang terpikat. Meski begitu, ia sebenarnya punya sisi lain cukup emosional saat berhubungan dengan orang-orang yang disayanginya. 

Akting Lim Ji-yeon di drama ini benar-benar patut diacungi jempol. Meskipun sering didapuk sebagai peran antagonis, nyatanya di sini ia berhasil menunjukkan sisi komedinya dengan sangat natural. Ekspresi bingung saat pertama kali berhadapan dengan teknologi modern, cara bicaranya yang masih kental dengan gaya Joseon, hingga tingkahnya saat mencoba beradaptasi dengan kehidupan masa kini terasa menghibur. 

Di sisi lain, Heo Nam-jun berhasil membuat saya terpesona dengan penampilannya. Ia berhasil menunjukkan bakat aktingnya dengan memerankan karakter Cha Se-gye. Di beberapa episode awal, kita ditunjukkan dengan karakternya yang tegas, dingin, perfeksionis, dan tak kenal ampun dengan siapapun. Namun, begitu bertemu dengan Shin Seo-ri, dunianya seolah ikut berubah drastis. Ia menjadi pria bucin yang rela melakukan apapun demi mendapatkan hati Shin Seo-ri—sekalipun harus dengan cara-cara yang terkadang terkesan tidak masuk akal bagi penonton. Bahkan saat mengungkapkan perasaan untuk pertama kalinya pun, ia menggunakan wajah bengis dan cara tak terduga. Sehingga banyak warganet yang menyebutnya "jatuh cinta dalam keadaan bengis". 

Meskipun demikian, justru karakter Se-gye dan Seo-ri yang ikonik dengan kebengisan itu yang membuat drama My Royal Nemesis semakin berkesan di ingatan penonton. Selain itu, banyak pula karakter lain di drama ini yang sebelumnya berperan sebagai penjahat dan narapidana di drama lain. Termasuk Heo Nam-jun yang dikenal melalui karakternya di Your Honor dan Lim Ji-yeon yang sempat populer dengan julukan "mbak catok" karena perannya sebagai perundung di drama The Glory.

Lebih dari itu, chemistry Lim Ji-yeon dan Heo Nam-jun juga menjadi salah satu alasan mengapa drama ini sulit dilewatkan. Interaksi mereka dipenuhi adu argumen, saling menantang, tetapi tetap terasa manis. Cha Se-gye yang terbiasa mengendalikan segala sesuatu perlahan dibuat kewalahan oleh kehadiran Seo-ri yang sama sekali tidak bisa ditebak.

Setelah menonton sampai episode terakhir, jujur, saya pribadi sudah merasa sangat puas dengan akhir ceritanya. Memang, di beberapa bagian episode akhir, ada beberapa part yang kurang dijelaskan dengan detail, tapi bagi saya itu tidak terlalu mengganggu cerita utama yang ingin disampaikan di drama ini. Jadi secara keseluruhan, sudah cukup bagus, memuaskan, dan bikin saya susah move on dengan karakter Cha Se-gye dengan bahasa cintanya yang unik.

Karakter Kang Dan-shim dan Shin Seo-ri di drama My Royal Nemesis membuat saya menyadari bahwa terkadang yang paling sulit bukanlah mengubah takdir, melainkan berani melepaskan diri dari masa lalu yang selama ini membentuk diri kita. Karena sekeras apa pun kita mencoba melawan keadaan, selalu ada kesempatan untuk memulai hidup yang baru dan menulis ulang akhir cerita dengan pilihan kita sendiri.

Kalau kalian sedang merasa hidup cukup berat untuk dijalani atau sekadar butuh hiburan setelah menjalani rutinitas yang membosankan, coba nonton drama ini. Memang tidak langsung menyelesaikan masalah, tapi kalian akan dibuat banyak tertawa dengan berbagai adegan kocak yang tak terduga.