Film superhero identik dengan ancaman kiamat, invasi alien, atau pertarungan besar yang menentukan nasib dunia. Namun, Film Supergirl yang rilis bioskop Indonesia mulai 24 Juni 2026 berangkat dari sesuatu yang jauh lebih ‘sepele’ sekaligus mendalam, terkait keinginannya menyelamatkan sosok yang dicintai.
Film produksi DC Studios dan Warner Bros. Pictures ini disutradarai Craig Gillespie yang pernah bikin Film Cruella. Sementara itu, kursi produser ditempati James Gunn dan Peter Safran yang menjadi otak utama semesta DC Universe baru.
Deretan pemainnya juga cukup menarik perhatian. Milly Alcock dipercaya memerankan Kara Zor-El atau Supergirl. Selain itu, film ini turut dibintangi Matthias Schoenaerts sebagai Krem of the Yellow Hills, Eve Ridley sebagai Ruthye Marye Knoll, David Krumholtz, Emily Beecham, lalu ada Jason Momoa sebagai Lobo, serta David Corenswet yang kembali tampil sebagai Superman.
Diadaptasi dari komik Supergirl: Woman of Tomorrow buatan Tom King, film ini mengikuti perjalanan Kara Zor-El setelah Krypto, anjing super yang menjadi sahabat sekaligus keluarganya, diracuni Krem of the Yellow Hills. Demi mendapatkan penawar dan menyelamatkan Krypto dalam tenggat waktu 72 jam, Kara pun melakukan perjalanan berbahaya melintasi berbagai dunia di luar angkasa.
Dalam perjalanannya, dia bertemu Ruthye, gadis muda yang juga memiliki dendam pribadi me Krem of the Yellow Hills karena pembunuhan ayahnya. Keduanya kemudian terlibat dalam petualangan yang nggak hanya ancaman fisik, tapi juga memaksa mereka menghadapi luka batin masing-masing.
Menariknya, dari premis tersebut muncul satu pertanyaan yang jauh lebih besar ketimbang sekadar ‘apakah Kara berhasil menyelamatkan Krypto?’ Dan ini sangat menarik dibahas.
Mengapa Supergirl Rela Melakukan Apa Saja untuk yang Dicintainya?
Dalam kehidupan nyata, manusia sering melakukan hal-hal yang tampak nggak masuk akal demi seseorang atau sesuatu yang mereka sayangi. Ada orang mau menempuh perjalanan ratusan kilometer hanya untuk menemani keluarga di rumah sakit. Ada yang menghabiskan seluruh tabungannya demi pengobatan orang tua. Dan masih banyak lagi.
Secara logika, banyak tindakan tersebut terlihat nggak efisien. Secara emosional, semuanya masuk akal.
Kita sering diajarkan keputusan terbaik adalah keputusan yang rasional. Kita diminta berpikir menggunakan logika, menghitung risiko, dan mempertimbangkan untung-rugi. Namun kenyataannya, sebagian besar keputusan terbesar dalam hidup lahir dari cinta.
Nah, karakter Kara dalam Supergirl tampaknya menjadi representasi dari kenyataan tersebut. Dia memiliki kekuatan luar biasa. Mampu menghancurkan dengan dampak luar biasa, mengalahkan musuh kuat, bahkan terbang melintasi galaksi. Namun, seluruh petualangannya justru dipicu oleh keinginan menyelamatkan seekor anjing.
Bagi sebagian orang, motivasi itu mungkin sepele banget. Namun, film ini secara nggak langsung menantang anggapan bahwa sesuatu harus besar untuk menjadi penting. Kadang-kadang satu makhluk yang kita cintai bisa memiliki nilai lebih besar ketimbang dunia ini. Ups.
Kita juga hidup di era yang semakin sering mengukur segala sesuatu berdasarkan manfaat praktis. Hubungan dinilai dari keuntungan. Pertemanan dinilai dari koneksi. Bahkan kasih sayang kadang diperlakukan bak transaksi.
Dalam kondisi Film Supergirl, tindakan Kara rasanya hampir radikal, sih. Dia hanya ingin menyelamatkan seseorang yang berarti baginya.
Relevan dengan Kondisi DCU
Menariknya lagi, situasi dalam Film Supergirl sejalan dan relevan dengan kondisi DC Universe saat ini.
Setelah bertahun-tahun mengalami pasang surut, pergantian arah kreatif, serta sejumlah film yang gagal memenuhi ekspektasi, semesta DCU (DC Universe) membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar tontonan efek visual. Mereka membutuhkan alasan emosional yang membuat penonton peduli.
Kesalahan banyak film superhero masa kini adalah terlalu sibuk membangun dunia hingga lupa membangun hati. Penonton diperlihatkan ancaman yang semakin besar setiap tahun, tapi semakin sulit merasa terhubung dengan karakter di dalamnya.
Jika Film Superman membuka semesta baru DCU dengan optimisme dan harapan, maka Film Supergirl memperkuat fondasi tersebut lewat sesuatu yang lebih personal: cinta.
Ini penting karena keberlangsungan sebuah semesta sinematik nggak hanya ditentukan seberapa luas dunianya, tapi juga seberapa dalam hubungan emosional penonton dengan karakternya.
Marvel pernah berhasil melakukan itu pada masa jayanya. Penonton datang bukan hanya karena ingin melihat dunia diselamatkan, tapi karena peduli terhadap karakter superhero yang hidup di dalam dunia tersebut. Nah, DCU kini menghadapi tantangan yang sama.
Mereka harus membuktikan, karakter-karakter baru bukan sekadar pion dalam rencana besar semesta sinematik. Mereka harus hidup, rapuh, dan manusiawi. Nah, Film Supergirl tampak memahami hal tersebut.
Alih-alih menjadikan Kara sebagai pahlawan sempurna, film ini memperlihatkan sisi dirinya yang paling rentan. Dan mungkin karena kerentanan itulah aku lebih mudah mencintainya.
Oke, deh. Bagiku Film Supergirl sangat layak tonton. Selamat menonton.
Baca Juga
-
Ketika Film Cerita Lila Menjadi Cerminan Luka Masa Kecil
-
Mengenal Dimensi Liminal, Sumber Teror Utama Film Backrooms
-
Film I Am Frankelda, Masih Bisakah Kita Berimajinasi di Era Serba Instan?
-
Ketika Sistem Gagal Melindungi Korban: Dilema Moral Teach You a Lesson
-
Apakah Semua Orang Berhak Mendapat Kesempatan Kedua? Menakar Film DOSA
Artikel Terkait
-
Diproduksi Lionsgate, Film Terbaru The Blair Witch Project Tayang pada 2027
-
Ketika Film Cerita Lila Menjadi Cerminan Luka Masa Kecil
-
Meisya Amira Jadi Wanita Tunawicara yang Menggila di Film Juminten Edan
-
Five Nights at Freddys 3 Mulai Digarap, Gandeng Penulis Film It Follows
-
Wandance Live Action Tayang 27 November 2026, JO &TEAM Jadi Pemeran Utama
Ulasan
-
Nuku: Sultan Pemberontak yang Mengguncang Imperium VOC di Nusantara Timur
-
Novel Delicious Lips: Berawal dari Rasa Turun ke Hati
-
Ulasan Film The Substance: Pertarungan Dua Ego dalam Satu Tubuh yang Rusak
-
Ketika Film Cerita Lila Menjadi Cerminan Luka Masa Kecil
-
Ulasan Drama Taxi Driver, Keadilan Hukum di Balik Taksi Mewah Misterius
Terkini
-
Pensiun Aparat Diulur, Loker Sipil Berumur
-
Kutukan di Balik Dapur SPPG: Ketika Rakyat Miskin Nyaman Jadi Buruh Murah
-
Misteri Hantu dari Tumpukan Sampah Desa Changnan
-
Resmi Debut Solo, Evan Ungkap Dedikasi dan Janji Setia di Lagu Ride or Die
-
5 Acne Sunscreen Lokal Terbaik, Cegah Jerawat Meradang pada Kulit Berminyak