Jujur aku sendiri baru menyadari bahwa konsep film ini memang mencari masalah yang sebenarnya bisa dihindari. Seperti film horor yang bukannya kabur malah makin penasaran. Film ini juga membuat masalah yang membuat hidup pemerannya tersakiti sedemikian rupa. Mirip-mirip konsep film Bintang di Hatiku di RCTI yang bikin emak aku nangis tiap hari.
Film Kehormatan di Balik Kerudung yang dirilis pada 27 Oktober 2011 merupakan adaptasi novel karya Ma'mun Affany. Diproduksi oleh Starvision Plus dan disutradarai Tya Subiakto Satrio, film berdurasi 105 menit ini dibintangi Donita sebagai Syahdu, Andhika Pratama sebagai Ifand, serta Ussy Sulistiawaty sebagai Sofie.
Mengusung genre drama religi, film ini berusaha mengangkat tema cinta, pengorbanan, kehormatan perempuan, hingga poligami dalam balutan nilai-nilai Islam.
Sinopsis Kehormatan di Balik Kerudung
Syahdu, seorang perempuan yang memilih menenangkan diri di rumah kakeknya di Pekalongan setelah mengalami kegagalan cinta. Di sanalah ia bertemu Ifand, pemuda saleh yang perlahan mengisi kembali ruang kosong di hatinya. Keduanya saling mencintai, tetapi memilih menjaga hubungan tanpa pacaran demi mempertahankan prinsip agama yang mereka yakini.
Sayangnya, kedekatan mereka justru menjadi bahan gunjingan warga desa. Hubungan laki-laki dan perempuan yang terlalu akrab dianggap mencoreng nama baik keluarga. Demi menjaga kehormatan sang kakek, Syahdu memutuskan meninggalkan Pekalongan. Keputusan itu menjadi awal dari rangkaian tragedi yang seolah tidak pernah berhenti.
Sekembalinya ke rumah, Syahdu mendapati ibunya sakit keras dan membutuhkan biaya pengobatan hingga puluhan juta rupiah. Dalam kondisi terdesak, ia menerima lamaran Nazmi, seorang pria yang bersedia membiayai pengobatan ibunya dengan syarat Syahdu mau menikah dengannya. Pernikahan tanpa cinta itu berakhir singkat setelah Nazmi mengetahui bahwa hati istrinya masih tertambat pada Ifand.
Di sisi lain, Ifand yang mengira Syahdu telah bahagia bersama suaminya akhirnya menerima pilihan ibunya untuk menikahi Sofie. Ironisnya, Sofie telah lama memendam rasa cinta kepada Ifand. Ia menjadi sosok yang paling dewasa dalam keseluruhan cerita. Ketika mengetahui Syahdu telah bercerai dan jatuh sakit akibat memendam perasaan, justru Sofie yang mendorong suaminya menjenguk perempuan yang pernah dicintainya itu. Bahkan ketika akhirnya Ifand memilih menikahi Syahdu sebagai istri kedua, Sofie menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.
Namun, poligami yang diharapkan menjadi jalan keluar justru melahirkan konflik baru. Syahdu merasa tersisih ketika menyaksikan kasih sayang Ifand kepada Sofie. Ia meminta Ifand memilih salah satu di antara mereka, tetapi Ifand menolak menyakiti Sofie yang selama ini begitu tulus. Syahdu memilih pergi dan tak lama kemudian menjadi korban kecelakaan kereta api.
Kelebihan dan Kekurangan
Secara premis, Kehormatan di Balik Kerudung sebenarnya memiliki potensi besar untuk mengulas dilema moral, pengorbanan, dan kompleksitas poligami dalam perspektif agama. Sayangnya, potensi tersebut kurang berkembang. Film lebih banyak berkutat pada rangkaian penderitaan para tokohnya dibanding memberikan ruang bagi penonton untuk memahami perkembangan karakter.
Hampir semua keputusan yang diambil para tokohnya justru terasa tidak rasional dan cenderung memancing frustrasi. Syahdu berkali-kali memilih jalan hidup yang paling menyakitkan. Ifand digambarkan plin-plan dalam mengambil keputusan. Sementara konflik demi konflik terus bermunculan tanpa jeda, seolah setiap masalah hanya boleh diselesaikan dengan air mata.
Dominasi adegan menangis membuat emosi film terasa dipaksakan. Alih-alih menyentuh hati, beberapa adegan justru menghadirkan kejenuhan karena penderitaan yang dialami para tokohnya terasa berlebihan. Unsur religi yang seharusnya menjadi identitas utama film pun kurang tergarap mendalam. Nilai-nilai Islam lebih banyak hadir melalui penampilan para tokohnya daripada melalui dialog, penyelesaian konflik, maupun pesan moral yang kuat.
Meski demikian, film ini tetap memiliki beberapa nilai positif. Pemilihan pemeran terasa cukup tepat. Donita mampu menggambarkan sosok Syahdu yang rapuh, sementara chemistry Andhika Pratama dan Ussy Sulistiawaty justru tampil lebih alami dibanding hubungan Ifand dengan Syahdu. Tidak mengherankan jika banyak penonton merasa hubungan Ifand dan Sofie justru lebih meyakinkan sebagai pasangan suami istri.
Rekomendasi Pembaca
Bagi pembaca novelnya, film ini memang tidak mampu memuat seluruh detail cerita sehingga beberapa bagian terasa dipadatkan. Namun sebagai adaptasi, hasilnya masih tergolong layak meski belum sepenuhnya memuaskan.
Pada akhirnya, Kehormatan di Balik Kerudung menjadi film yang lebih menonjolkan melodrama dibanding drama religi. Kisahnya penuh pengorbanan, cinta yang tak tersampaikan, dan pilihan hidup yang menyakitkan. Film ini mungkin berhasil menguras air mata karena penonton jelas emosional melihat para tokohnya terus-menerus mengambil keputusan yang membuat hidup mereka semakin rumit.
Di situlah letak paradoks film ini. Bukan tragedinya yang paling membekas, melainkan rasa gemas terhadap jalan cerita yang seolah sengaja membiarkan para karakternya terus terjebak dalam penderitaan.
Identitas Film
- Judul: Kehormatan di Balik Kerudung
- Tanggal Rilis: 27 Oktober 2011
- Sutradara: Tya Subiakto Satrio
- Penulis Naskah: Amalia Putri (diadaptasi dari novel Ma'mun Affany)
- Rumah Produksi: Starvision Plus
- Genre: Drama, Religi
Pemeran Utama:
- Donita sebagai Syahdu
- Andhika Pratama sebagai Ifand
- Ussy Sulistiawaty sebagai Syarifah
- Meriam Bellina sebagai Ibu Ifand
- Roy Marten sebagai Ayah Ifand
Baca Juga
-
Korupsi di Era Modern: Memburu Koruptor yang Tak Pernah Menyentuh Uang
-
She's the Man: Film Komedi Romantis yang Mengkritik Stereotip Gender
-
Rumput Tetangga (2019): Ketika Hidup Orang Lain Terlihat Lebih Bahagia
-
Jingga untuk Sandyakala Part 2: Penutup Manis Perjalanan Panjang Ari-Tari
-
Membaca Papua Lewat Memoria Passionis: Catatan Luka dari Timur Nusantara
Artikel Terkait
Ulasan
-
Hidden Gem di Muara Bulian: Menikmati Kuliner Lezat di Tepi Sungai Bujang
-
Resensi Film Dokumenter Syekh Yusuf: Ziarah Panjang Sang Sufi
-
She's the Man: Film Komedi Romantis yang Mengkritik Stereotip Gender
-
Branding in Seongsu: Kisah Body Swap di Balik Sengitnya Dunia Marketing
-
Seminggu Menggunakan Aolon Curve 3, Apakah Smartwatch Murah Ini Layak Dibeli?
Terkini
-
The Last House: Kisah Mencekam Satu Keluarga Terjebak di Rumah Misterius
-
Resmi Tayang, Film Supergirl Raup 13 Juta Dolar di Box Office Global
-
Konflik Timur Tengah: Sampai Kapan Dunia akan Menutup Mata?
-
Jangan Keburu Parno! Ini Rahasia Membaca Angka Detak Jantung agar Tidak Gampang Panik
-
Bye Garis Halus! 5 Eye Patch Retinol untuk Area Mata Awet Muda