Lintang Siltya Utami | Oktavia Ningrum
Sadar Kaya (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Banyak buku pengembangan diri berbicara tentang cara menjadi kaya melalui investasi, bisnis, atau pengelolaan keuangan. Namun, Sadar Kaya karya Mardigu WP ini lebih dahulu mengajak pembaca mengubah pola pikir sebelum berbicara tentang uang.

Menurut penulis, kekayaan bukan semata-mata hasil profesi tertentu, melainkan buah dari cara seseorang memandang peluang, menyelesaikan masalah, dan mengambil keputusan.

Diterbitkan oleh TransMedia Pustaka pada 2015 dengan tebal 206 halaman, buku ini memadukan pengalaman pribadi, motivasi, refleksi sosial, serta gagasan tentang kewirausahaan. Alih-alih menyusun teori bisnis secara akademis, Mardigu memilih gaya bertutur yang santai, lugas, dan dipenuhi kisah-kisah yang ia temui selama perjalanan hidupnya.

Isi Buku

Salah satu pesan utama buku ini adalah bahwa setiap orang memiliki kesempatan menjadi sejahtera. Penulis menolak anggapan bahwa hanya pengusaha besar yang dapat hidup berkecukupan. Seorang guru, pegawai, mahasiswa, pedagang kecil, ibu rumah tangga, hingga pekerja informal pun memiliki peluang yang sama selama mampu mengembangkan pola pikir produktif dan berani menciptakan nilai.

Bagi Mardigu, kekayaan berawal dari kesadaran bahwa setiap persoalan menyimpan peluang. Ia memperkenalkan cara pandang bahwa problem is opportunity. Dalam dunia bisnis, semakin banyak masalah yang muncul, semakin besar pula kesempatan menghadirkan solusi yang bernilai ekonomi. Karena itulah, seorang wirausahawan seharusnya tidak takut pada masalah, melainkan belajar melihatnya sebagai sumber inovasi.

Gagasan tersebut kemudian dikaitkan dengan konsep People, Planet, Profit. Menurut penulis, bisnis yang baik tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga memperhatikan manfaat bagi manusia dan lingkungan. Ketiga unsur tersebut harus berjalan beriringan agar usaha mampu bertahan dalam jangka panjang. Walaupun pembahasannya tidak terlalu mendalam, konsep ini menjadi pengingat bahwa kesuksesan bisnis tidak semata diukur dari besarnya laba.

Buku ini juga memuat kritik terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi di Indonesia. Penulis menyoroti praktik politik uang, budaya mencari rente, birokrasi yang berbelit, hingga korupsi yang menghambat lahirnya inovasi. Melalui contoh-contoh tersebut, Mardigu ingin menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas mental masyarakat dan integritas para pemimpinnya.

Bagian lain yang menarik adalah pembahasan mengenai budaya memberi atau do good. Penulis mengangkat kisah perusahaan TOMS Shoes yang menerapkan konsep One for One, yaitu menyumbangkan satu pasang sepatu kepada anak-anak yang membutuhkan untuk setiap produk yang terjual.

Menurutnya, kegiatan sosial bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga dapat menjadi strategi bisnis yang membangun kepercayaan masyarakat. Gagasan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan usaha dapat berjalan seiring dengan kontribusi sosial.

Selain itu, Mardigu juga menyoroti perubahan strategi pemasaran di era digital. Ia berpendapat bahwa promosi tidak selalu harus mengandalkan iklan berbiaya besar. Sebaliknya, membangun komunitas, berbagi manfaat, dan menciptakan pengalaman positif bagi pelanggan dapat menjadi sarana pemasaran yang lebih efektif. Pandangan tersebut masih cukup relevan dengan perkembangan media sosial saat ini, ketika rekomendasi pengguna sering kali lebih berpengaruh daripada iklan konvensional.

Salah satu kritik penulis yang cukup tajam tertuju pada budaya konsumtif masyarakat. Ia menyebut Indonesia masih lebih banyak berperan sebagai bangsa konsumen daripada produsen. Menurutnya, perubahan hanya dapat terjadi apabila masyarakat mulai berani menciptakan produk, membangun usaha, dan menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah. Pesan ini menjadi benang merah yang terus muncul sepanjang buku.

Kelebihan dan Kekurangan

Dari sisi penyajian, Sadar Kaya memiliki kelebihan berupa bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Pembaca tidak harus memiliki latar belakang ekonomi atau bisnis untuk menikmati isinya. Berbagai kisah nyata dan ilustrasi membuat gagasan yang disampaikan terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Namun, buku ini juga memiliki kekurangan. Alur pembahasannya cenderung meloncat dari satu topik ke topik lain sehingga terkadang terasa seperti kumpulan esai pendek daripada sebuah buku yang memiliki struktur pembahasan yang sistematis.

Beberapa argumen juga lebih banyak bertumpu pada pengalaman pribadi penulis dibandingkan data empiris atau penelitian ilmiah. Oleh karena itu, pembaca perlu memosisikan buku ini sebagai sumber inspirasi, bukan sebagai panduan akademik mengenai bisnis dan ekonomi.

Secara keseluruhan, Sadar Kaya merupakan bacaan motivasional yang mengajak pembaca melihat kekayaan dari sudut pandang yang lebih luas. Buku ini tidak hanya berbicara tentang uang, tetapi juga tentang keberanian berpikir berbeda, kemampuan membaca peluang, pentingnya memberi manfaat kepada orang lain, dan perlunya membangun mental sebagai pencipta nilai.

Meski penyajiannya terkadang terasa acak, gagasan-gagasan di dalamnya tetap mampu memantik refleksi bahwa perjalanan menuju kesejahteraan sering kali dimulai dari perubahan cara berpikir, bukan sekadar bertambahnya penghasilan.

Identitas Buku

  • Judul Buku: Sadar Kaya
  • Penulis: Mardigu Wowiek Prasantyo 
  • Penerbit: TransMedia Pustaka 
  • Tahun Terbit: 2015
  • Tebal: 206 halaman
  • ISBN: 978-602-1036-29-7