Lintang Siltya Utami | Tarassa Q.
Adolescence (IMDb)
Tarassa Q.

Adolescence merupakan serial drama kriminal psikologis asal Inggris yang dibuat oleh Jack Thorne bersama Stephen Graham, dengan arahan sutradara Philip Barantini. Serial ini menghadirkan kisah tentang Jamie Miller (Owen Cooper), seorang remaja berusia 13 tahun yang kehidupannya berubah drastis setelah dirinya ditangkap atas dugaan pembunuhan terhadap seorang siswi di sekolahnya. Berbeda dari serial kriminal pada umumnya, setiap episode Adolescence dibuat menggunakan teknik pengambilan gambar tanpa jeda atau one-shot, sehingga penonton seolah mengikuti kejadian secara langsung tanpa adanya batas antara satu adegan dan adegan lainnya.

Serial ini pertama kali dirilis melalui Netflix pada 13 Maret 2025. Kehadirannya mendapat perhatian besar dari penonton maupun industri hiburan. Adolescence menjadi serial streaming pertama yang berhasil menduduki posisi puncak dalam daftar mingguan Barb Audiences. Kesuksesan tersebut juga terlihat dari banyaknya penghargaan yang diraih, termasuk tiga belas nominasi pada ajang Primetime Emmy Awards ke-77. Serial ini berhasil memenangkan kategori Outstanding Limited or Anthology Series, serta membawa penghargaan akting untuk Stephen Graham, Owen Cooper, dan Erin Doherty.

Ketika Sebuah Penangkapan Menghancurkan Kehidupan Keluarga

Adolescence (IMDb)

Cerita Adolescence dimulai dengan adegan menegangkan ketika polisi melakukan penggerebekan di rumah keluarga Miller pada pagi hari. Jamie yang masih berusia 13 tahun dibawa oleh pihak berwenang karena diduga terlibat dalam kematian Katie, teman sekolahnya. Peristiwa tersebut tidak hanya mengubah kehidupan Jamie, tetapi juga menghancurkan kestabilan keluarganya yang terdiri dari ayah, ibu, dan kakaknya.

Serial ini tidak hanya berfokus pada kasus pembunuhan, tetapi juga menggali dampak emosional yang dirasakan keluarga setelah kejadian tersebut. Penonton diperlihatkan bagaimana orang tua Jamie menghadapi rasa tidak percaya, rasa bersalah, dan kebingungan ketika mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi pada anak mereka.

Penggunaan teknik kamera satu pengambilan gambar menjadi salah satu kekuatan utama serial ini. Tanpa adanya perpindahan adegan melalui potongan kamera, ketegangan terasa semakin nyata. Penonton seperti berada di dalam situasi yang sama dengan para karakter, mengikuti setiap percakapan, konflik, dan perubahan emosi secara langsung.

Selain memperlihatkan kehancuran keluarga Miller, Adolescence juga membawa penonton melihat proses penyelidikan dari sudut pandang kepolisian. Para detektif berusaha mengungkap alasan di balik tindakan Jamie dan mencari faktor-faktor yang mendorong seorang anak melakukan kejahatan besar.

Dalam proses penyelidikan, muncul fakta bahwa Jamie mengalami tekanan akibat perundungan dan terpapar komunitas daring yang memiliki pandangan ekstrem, termasuk budaya incel yang menyebarkan kebencian terhadap perempuan. Serial ini menunjukkan bagaimana dunia digital dapat memberikan pengaruh besar terhadap pola pikir remaja yang masih mencari identitas diri.

Di sisi lain, Adolescence juga menjadi refleksi mengenai hubungan antara anak dan orang tua. Serial ini mempertanyakan apakah keluarga benar-benar memahami kondisi emosional anak mereka. Pola komunikasi, cara mendidik, serta kemampuan orang tua dalam membaca perubahan perilaku anak menjadi aspek penting yang ditampilkan sepanjang cerita.

Akting Owen Cooper dan Stephen Graham yang Menghidupkan Cerita

Adolescence (IMDb)

Salah satu alasan saya tertarik menonton Adolescence adalah karena serial ini memiliki reputasi yang sangat baik dengan rating IMDb mencapai 8,1. Selain itu, perhatian saya semakin besar setelah mengetahui bahwa Owen Cooper berhasil memenangkan Primetime Emmy Award untuk Aktor Pendukung Terbaik dan menjadi aktor pria termuda yang meraih penghargaan tersebut. Saya pun penasaran melihat bagaimana kemampuan aktingnya dalam memerankan karakter Jamie yang kompleks.

Setelah menyelesaikan serial ini, saya merasa keputusan untuk menontonnya tidak sia-sia. Penampilan Owen Cooper dan para pemain lainnya benar-benar memberikan pengalaman emosional yang kuat. Mereka mampu menyampaikan rasa takut, tekanan, kebingungan, hingga kehancuran batin dengan cara yang terasa sangat nyata.

Saya juga menyukai bagaimana Stephen Graham memerankan Eddie, ayah Jamie. Karakternya digambarkan sebagai sosok ayah yang berusaha tetap berdiri demi keluarganya meskipun dirinya sendiri mengalami luka mendalam. Ia terlihat tegar sebagai kepala keluarga yang ingin melindungi anaknya, tetapi di balik sikap kuat tersebut terlihat seseorang yang sebenarnya juga hancur dan tidak tahu harus berbuat apa.

Adegan favorit saya adalah ketika Jamie menjalani proses interogasi. Dalam adegan tersebut, kemampuan akting Owen Cooper benar-benar terlihat. Ekspresi wajah, perubahan emosi, serta cara ia merespons pertanyaan membuat adegan tersebut menjadi salah satu bagian paling kuat dalam serial ini.

Adolescence bukan hanya cerita tentang kriminalitas, tetapi juga sebuah pengingat mengenai pentingnya komunikasi dalam keluarga. Serial ini menunjukkan bahwa anak membutuhkan tempat yang aman untuk berbicara mengenai masalah mereka tanpa takut mendapatkan hukuman atau penghakiman. Orang tua tidak cukup hanya memberikan aturan, tetapi juga perlu hadir secara emosional dan memahami dunia yang dihadapi anak-anak mereka. Ketika komunikasi gagal terbangun, seorang anak bisa memilih memendam masalah hingga akhirnya berubah menjadi tekanan yang sulit dikendalikan.

Selain itu, serial ini memperlihatkan bagaimana internet dan algoritma media sosial dapat membentuk cara berpikir anak jika tidak disertai pemahaman yang tepat. Paparan terhadap komunitas digital yang berbahaya dapat memengaruhi nilai, emosi, bahkan perilaku seseorang. Karena itu, pengawasan terhadap aktivitas digital anak perlu dilakukan dengan pendekatan yang bijak. Orang tua dan sekolah memiliki peran penting dalam memberikan literasi digital agar anak mampu membedakan informasi yang sehat dan pengaruh negatif.

Secara keseluruhan, Adolescence adalah serial yang kuat secara cerita maupun penyampaian visual. Dengan akting luar biasa, konsep pengambilan gambar yang unik, serta tema tentang keluarga dan kesehatan mental, serial ini berhasil menjadi tontonan yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga mengajak penonton untuk lebih memahami dunia remaja. Penilaian pribadi saya untuk film ini 8,5/10.