Lintang Siltya Utami | Oktavia Ningrum
Shatter Me (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Bayangkan hidup sebagai seorang gadis berusia 17 tahun yang tidak boleh menyentuh siapa pun. Bukan karena ia tidak menyukai manusia, melainkan karena sentuhannya dapat membunuh. Kesepian, ketakutan, dan pengasingan menjadi bagian dari kehidupan Juliette Ferrars dalam Shatter Me, novel pertama dari seri Shatter Me karya Tahereh Mafi.

Novel yang memadukan fantasi, fiksi ilmiah, romance, dan dystopia ini pertama kali diterbitkan di Indonesia oleh Penerbit Mizan pada Oktober 2012. Dengan ketebalan 445 halaman, Shatter Me menghadirkan dunia masa depan yang dikuasai sebuah pemerintahan bernama Tatanan Baru. Di tengah kondisi dunia yang kacau, kemampuan Juliette justru dianggap sebagai sesuatu yang menguntungkan sekaligus berbahaya.

Sinopsis Novel

Juliette telah dikurung selama 264 hari di sebuah rumah sakit jiwa. Ia hidup terisolasi dari dunia luar dan nyaris tidak memiliki siapa pun untuk diajak berbicara. Kehidupannya berubah pada hari ke-265 ketika seorang pemuda bernama Adam ditempatkan di kamar yang sama dengannya.

Kehadiran Adam perlahan membuat dinding pertahanan Juliette runtuh. Ia ingin berbicara, berteman, bahkan menyentuh Adam seperti manusia normal. Namun, keinginannya tersebut terbentur kenyataan bahwa sentuhan Juliette dapat menyebabkan kematian. Karena itulah, kedekatan dengan orang lain selalu menjadi sesuatu yang menakutkan baginya.

Di balik kemampuan tersebut, terdapat luka masa lalu yang jauh lebih dalam. Sejak kecil, Juliette dijauhi teman-temannya dan bahkan ditolak oleh keluarganya. Kemampuannya membuatnya dianggap berbeda dan berbahaya. Pengalaman tersebut membentuk Juliette menjadi sosok yang tertutup, penuh rasa bersalah, sekaligus mendambakan kasih sayang.

Situasi berubah ketika Juliette dipindahkan secara paksa ke sebuah ruangan mewah. Di sana ia bertemu Warner, salah satu pemimpin sektor Tatanan Baru. Warner mengetahui kemampuan Juliette dan ingin memanfaatkannya sebagai senjata untuk memperkuat kekuasaan pemerintahan.

Namun, ketertarikan Warner terhadap Juliette tidak berhenti pada kemampuannya. Ia secara terbuka mengungkapkan perasaannya kepada Juliette dan menawarkan kehidupan yang selama ini tidak pernah dimiliki gadis itu: perhatian, perlindungan, kebebasan, serta kesempatan membalas orang-orang yang pernah menyakitinya.

Juliette menolak tawaran tersebut. Ia memilih mempercayai Adam, yang memberinya harapan bahwa dirinya bukanlah monster seperti yang selama ini diyakininya.

Hubungan Juliette dan Adam kemudian menjadi salah satu daya tarik utama novel. Adam tampaknya menawarkan cinta dan kebebasan, tetapi ternyata kedatangannya ke kehidupan Juliette memiliki tujuan lain. Ia adalah seorang tentara yang ditugaskan untuk mendekati Juliette. Menariknya, Adam ternyata telah mengenal Juliette sejak mereka masih bersekolah. Perasaan Adam kepadanya bahkan telah tumbuh jauh sebelum mereka kembali bertemu.

Rahasia tersebut membuat hubungan keduanya menjadi lebih kompleks. Kisah mereka bukan sekadar romansa antara dua anak muda, tetapi juga perjalanan untuk menemukan kepercayaan di tengah manipulasi dan kepentingan politik.

Selain Juliette, Adam, dan Warner, ada Kenji yang turut memberikan warna dalam cerita. Sebagai sahabat Adam di ketentaraan, Kenji memiliki karakter yang lebih ceria dan menjadi sosok penting ketika Juliette dan Adam berubah menjadi buronan setelah melarikan diri dari Warner.

Kelebihan dan Kekurangan

Salah satu kekuatan Shatter Me adalah cara Tahereh Mafi membangun dunia dan karakter secara bertahap. Pembaca diajak memahami trauma Juliette sekaligus mengikuti perubahan cara pandangnya terhadap dirinya sendiri. Alur yang bergerak antara masa lalu dan masa kini juga membantu menjelaskan bagaimana pengalaman masa kecil membentuk keputusan Juliette di masa sekarang.

Pada akhirnya, Shatter Me bukan hanya cerita mengenai gadis dengan sentuhan mematikan. Novel ini berbicara tentang pengasingan, penerimaan diri, kebebasan, cinta, dan pertanyaan penting: apakah seseorang yang memiliki kemampuan berbahaya otomatis menjadi monster?

Dengan konsep dystopia yang kuat, konflik romantis, karakter-karakter penuh rahasia, dan kemampuan unik Juliette, Shatter Me menjadi pembuka yang menarik untuk sebuah serial panjang. Novel ini cocok bagi pembaca yang menyukai perpaduan antara kisah cinta, dunia distopia, konflik kekuasaan, dan perjalanan seorang tokoh dalam menemukan siapa dirinya sebenarnya.

Identitas Buku

  • Judul: Shatter Me
  • Penulis: Tahereh Mafi
  • Penerbit: Mizan
  • Tahun Terbit: 2012
  • Tebal: 445 halaman
  • ISBN: 9789794337059
  • Genre: Distopia, Young Adult, Romansa