M. Reza Sulaiman | Sandy Hermawan
Poster anime Bartender: Glass of God (Crunchyroll)
Sandy Hermawan

Anime ini merupakan adaptasi terbaru dari manga berjudul sama karya Arakawa Joh dan Kenji Nagatomo, yang sebelumnya sudah pernah diadaptasi menjadi anime pada tahun 2006. Glass of God membawa kembali penonton ke Eden Hall, sebuah bar tersembunyi di sudut Ginza, Tokyo, yang hanya bisa ditemukan oleh mereka yang benar-benar membutuhkannya. 

Mengisahkan Ryuu Sasakura, seorang bartender muda dengan reputasi legendaris sebagai "Glass of God". Bukan karena keahliannya dalam sulap, melainkan kemampuannya yang luar biasa dalam meracik koktail yang tepat untuk setiap pelanggan. Lebih dari sekadar minuman, Ryuu mampu membaca emosi dan masalah yang tersembunyi di balik setiap tamu, dan koktail yang ia sajikan berfungsi sebagai katalis atau cermin bagi mereka untuk merefleksikan diri atau menemukan jalan keluar dari dilema mereka. 

Setiap episode menghadirkan tamu baru dengan latar belakang dan masalah yang berbeda-beda, menciptakan mozaik potret manusia yang kaya. Kita diperkenalkan pada pebisnis yang tertekan oleh ekspektasi tinggi dan persaingan kejam dunia korporat, pasangan yang tengah menghadapi keretakan dalam hubungan mereka, seniman yang kehilangan inspirasi kreatifnya di tengah rutinitas, hingga orang asing yang tersesat bukan hanya secara fisik di kota asing, tetapi juga dalam kehidupannya sendiri. 

Di sininlah peran Ryuu, dengan sikapnya yang tenang, pendengar yang baik, dan pengetahuannya yang luas tentang minuman, menjadi krusial. Ia bukanlah seorang terapis atau konsultan hidup yang siap memberikan solusi instan atau nasihat moral yang menggurui. Ia tidak memberikan nasihat langsung, menyadari bahwa setiap individu pada akhirnya harus menemukan jalannya sendiri.

Sebaliknya, ia mendengarkan dengan penuh kesabaran dan tanpa penghakiman. Ia menciptakan ruang bagi para tamu untuk membuka diri, mencurahkan beban mereka, atau sekadar berbagi cerita yang mungkin belum pernah mereka ungkapkan kepada siapa pun. Ia mengamati bukan hanya kata-kata yang diucapkan, tetapi juga bahasa tubuh, nada bicara dan sorot mata membaca jiwa di balik setiap individu yang duduk di hadapannya.

Setelah momen mendengarkan dan mengamati ini, Ryuu kemudian bergerak. Dengan cermat dan penuh pertimbangan, ia memilih atau menciptakan koktail yang entah bagaimana berhubungan dengan situasi tamu tersebut. Koneksinya bisa berasal dari sejarah minuman itu sendiri, bahan-bahan yang digunakan, cara pembuatannya, atau bahkan sekadar nama koktail tersebut. Minuman yang disajikan bukan sekadar pereda dahaga atau sarana mabuk, melainkan simbol, metafora, atau cermin yang disajikan dalam bentuk cair. 

Koktail tersebut memicu percakapan atau pencerahan yang seringkali datang dari dalam diri tamu itu sendiri, bukan dari kata-kata Ryuu. Setiap tegukan seolah membuka lapisan-lapisan pemikiran, memicu kilasan kenangan, atau memberikan sudut pandang baru yang sebelumnya luput dari perhatian mereka. Ini adalah keajaiban "Glass of God" kemampuan Ryuu untuk menyajikan minuman yang tepat di waktu yang tepat, yang berfungsi sebagai katalisator bagi para tamu untuk menemukan kekuatan, keberanian atau pencerahan yang mereka butuhkan untuk menghadapi masalah mereka. 

Aspek drama psikologis dalam anime ini bukanlah sesuatu yang penuh ketegangan. Sebaliknya, ia hadir dalam bentuk introspeksi, perenungan dan penggalian emosi yang tersembunyi. Anime ini unggul dalam menggambarkan beban pikiran, dilema moral, penyesalan, atau kebingungan yang dialami para karakter tamu. Penonton diajak masuk ke dalam labirin pikiran mereka. Ryuu berperan sebagai fasilitator empati, di mana kehadirannya dan minuman yang ia sajikan menjadi jembatan pemahaman.

Bagi penggemar seni bartending atau sekadar penasaran tentang dunia koktail, anime ini menyajikan detail yang memukau. Proses meracik minuman ditunjukkan dengan cermat, mulai dari pemilihan bahan, teknik shaking, stirring yang tepat, hingga penyajiannya. Anime ini juga kerap menyelipkan sejarah atau cerita di balik koktail klasik tertentu, menambah kedalaman dan nilai edukatif. Ini menunjukkan bahwa bartending adalah sebuah seni yang membutuhkan pengetahuan, keterampilan dan kepekaan. 

Bagi kamu yang menyukai cerita berbasis karakter, drama yang menggali sisi psikologis manusia dan tertarik dengan dunia koktail, anime ini sangat wajib untuk ditonton.