"Karena itu, tetaplah hidup." (French Pink, halaman 73).
French Pink merupakan sebuah karya yang merepresentasikan bahwa karya yang indah dan bagus tidak harus memiliki jumlah halaman yang banyak dan sangat tebal. Novel karya Prisca Primasari ini memiliki tebal halaman kurang dari 100 dan memiliki vibes magical realism, heartwarming, dan meningalkan kesan manis namun di saat bersamaan juga terlihat menyedihkan di akhir novel.
French Pink memiliki latar tempat dan budaya Jepang yang kental, dengan mengangkat premis sederhana tapi tetap memberikan banyak pembelajaran hidup di dalamnya. Novel yang diterbitkan oleh penerbit Grasindo ini banyak mengajarkan tentang bagaimana seseorang harus melanjutkan hidup setelah mengalami kehilangan atau duka yang mendalam dengan tidak menghancurkan hidupnya sendiri, melainkan terus melanjutkan hidup dan terus melangkah maju.
Hitomi yang Kehilangan Warna dalam Hidupnya
French Pink menceritakan tentang Hitomi, seorang wanita yang bekerja di distrik Jiyugaoka dan menjual pita dengan beragam warna yang indah. Hitomi dulunya adalah seorang wanita yang memiliki semangat tinggi dan sering kali menawarkan berbagai macam warna pita dengan nama-nama yang khas ke beberapa pelanggan yang mengunjungi distrik tersebut. Namun, kini Hitomi hanya mengenal warna hitam dari pita tersebut dan sulit untuk melihat warna-warna cerah dalam hidupnya.
Mengalami kehilangan yang begitu dalam membuat Hitomi perlahan kehilangan semangat hidupnya. Melihat perubahan Hitomi yang begitu kontras membuat teman Hitomi berusaha untuk menghibur dan menyemangati wanita itu. Namun, bukannya merasa terhibur atau lebih tenang, Hitomi justru malah ingin bunuh diri dan tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan hidupnya.
Saat di perjalanan pulang, Hitomi melihat sebuah bulu yang menempel di kakinya dan secara tidak terduga bertemu dengan seorang lelaki yang terlihat dingin dan memakai pakaian serba hitam. Dari sana, Hitomi dimintai tolong oleh lelaki itu untuk mencari pita berwarna english lavender, syal berwarna french pink, dan kertas kado hitam. Pertemuan Hitomi dengan lelaki itu perlahan membuat perubahan dalam kehidupan yang dijalani olehnya.
Sebenarnya, siapa sosok misterius itu? Kenapa ia meminta tiga hal aneh pada Hitomi?
Ulasan Novel French Pink
French Pink memiliki nuansa budaya Jepang yang sangat khas, dengan pengetahuan tentang berbagai nama warna-warna yang diberikan membuat novel ini terasa lebih hidup dan memberikan imajinasi yang pas bagi para pembaca. Narasi dan bahasa dalam novel ini agak kaku, namun terasa mengalir di saat bersamaan juga menjadi poin plus dari novel ini.
Selain itu, French Pink adalah novel yang mengangkat tema duka dan kehilangan yang berat, tapi penulis mampu membuat alurnya lebih manis dan terasa menenangkan, ditambah dengan plot twist yang mengharukan mampu menyentuh rasa emosional pembaca di akhir. Meskipun memiliki jumlah halaman yang sedikit, novel ini tetap mampu membekas dan memberikan kesan mendalam bagi para pembaca.
Karena novel ini memiliki jumlah halaman yang singkat, maka para pembaca yang terbiasa membaca novel dengan jumlah halaman yang sangat tebal akan merasakan pengembangan konflik dalam novel ini terasa begitu singkat dan terlalu cepat bagi mereka.
Jika para pembaca menyukai novel dengan vibes heartwarming, penuh pelajaran hidup, dan bisa dibaca dalam sekali duduk, maka novel ini dapat dijadikan rekomendasi utama jika ingin membacanya. Namun, jika para pembaca tidak terbiasa membaca novel tipis dan ingin konflik dalam novel lebih dikembangkan lagi, maka novel ini harus dijadikan pertimbangan kembali jika ingin membacanya.
Identitas Novel
- Judul: French Pink
- Penulis: Prisca Primasari
- Tahun Terbit: Oktober 2014
- Penerbit: Grasindo
- Tebal: 80 halaman
- ISBN: 9786022516873
- Genre: Romance Fantasy
Baca Juga
-
Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2
-
The Great Bang Ok Sook Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya!
-
Amnesia Pasca Kecelakaan? Misteri Kelam dalam Novel Ketika Sukma Terjaga
-
Jangan Diklik! Misteri Aplikasi Teror dan Kematian dalam Novel Rahasia Ayu
-
Still Shining Tayang Oktober, Kisahkan Dua Sahabat yang Terpisah 60 Tahun
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar
-
The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi
-
Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit
Terkini
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan