Tren kuliner di media sosial sering kali membuat makanan tertentu mendadak populer dan mengundang rasa penasaran. Salah satunya adalah Dubai Chewy, dessert yang memadukan cokelat, strawberry, dan kunafa pistachio dalam satu sajian. Meskipun sempat melihatnya beberapa kali, saya sebenarnya tidak terlalu tertarik untuk ikut mencoba. Namun, rasa penasaran akhirnya muncul ketika saya sedang berjalan-jalan pada akhir pekan di Mall Kota Kasablanka, Jakarta. Di tengah kegiatan tersebut, saya melihat salah satu merek yang menjual Dubai Chewy dan akhirnya memutuskan untuk mencicipinya.
Saya memilih Ferrara Dubai Chewy dari Luuca. Salah satu hal yang langsung menarik perhatian saya adalah harganya. Saya membelinya dengan harga Rp42.000. Menurut saya, nominal tersebut tergolong terjangkau untuk ukuran dessert yang sedang viral. Jika dibandingkan dengan beberapa merek lain yang menjual produk serupa dengan harga nyaris Rp100.000, Ferrara Dubai Chewy menawarkan pilihan yang lebih bersahabat untuk orang yang sekadar ingin mencoba tren kuliner tanpa mengeluarkan terlalu banyak uang.
Dari tampilannya, dessert ini terdiri atas beberapa lapisan dengan karakter yang berbeda. Bagian paling bawah berupa es krim cokelat yang lembut. Tekstur es krimnya terasa halus dan creamy ketika disantap. Rasa cokelatnya cukup kuat, tetapi tingkat kemanisannya menurut saya masih pas. Saya termasuk orang yang mudah merasa bosan jika sebuah dessert terlalu manis, tetapi hal tersebut tidak saya rasakan ketika mencicipi Ferrara Dubai Chewy. Cokelatnya justru terasa lembut dan manis dengan kadar yang cocok di lidah saya.
Perpaduan Cokelat, Strawberry, dan Kunafa Pistachio yang Menggoda
Selain es krim, terdapat truffle cokelat yang memberikan tambahan sensasi cokelat dalam setiap suapan. Kehadiran truffle membuat rasa dessert ini semakin kaya karena tidak hanya mengandalkan es krim sebagai sumber rasa cokelat. Namun, perpaduan tersebut tetap terasa nyaman karena teksturnya lembut dan tidak membuat keseluruhan hidangan terasa terlalu berat.
Bagian lain yang menurut saya cukup penting adalah potongan strawberry. Buah tersebut memiliki rasa asam manis sehingga mampu memberikan variasi di antara dominasi rasa cokelat. Strawberry juga menghadirkan kesan segar yang membuat dessert terasa lebih seimbang. Perpaduan cokelat dengan buah memang bukan sesuatu yang baru, tetapi dalam Ferrara Dubai Chewy, kombinasi tersebut terasa cocok dan mudah dinikmati.
Kemudian, ada potongan kunafa pistachio yang menjadi elemen khas dari Dubai Chewy. Teksturnya menjadi bagian paling menarik karena terasa kenyal sekaligus renyah. Ketika bercampur dengan es krim yang lembut, perbedaan tekstur tersebut membuat pengalaman menyantapnya menjadi lebih seru. Potongan Dubai Chewy memang hanya terdapat di bagian atas, tetapi menurut saya jumlahnya sudah cukup. Saya tidak merasa porsinya kurang karena setiap suapan tetap bisa memberikan sensasi kunafa pistachio.
Secara keseluruhan, pengalaman mencicipi Ferrara Dubai Chewy cukup menyenangkan, terutama karena saya datang tanpa ekspektasi tinggi. Awalnya saya hanya penasaran setelah melihatnya dijual di mal, tetapi ternyata rasanya sesuai dengan selera saya. Cokelat yang lembut, strawberry yang manis, serta kunafa pistachio dengan tekstur kenyal dan renyah menciptakan perpaduan yang menarik.
Dengan harga Rp42.000, menurut saya Ferrara Dubai Chewy layak dicoba bagi siapa pun yang ingin mencicipi dessert kekinian tanpa harus membayar hampir Rp100.000 seperti beberapa produk sejenis. Sajian ini mungkin tidak otomatis menjadi favorit semua orang, tetapi untuk pencinta cokelat dan makanan manis, Dubai Chewy bisa menjadi pilihan menarik. Setidaknya bagi saya, dessert viral ini berhasil membuktikan bahwa rasa penasaran saat berjalan-jalan di mal dapat berujung pada pengalaman kuliner yang cukup memuaskan.
Baca Juga
-
Karhutla Jadi Sorotan Dunia, Mengapa Respons Pemerintah Masih Santai?
-
Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?
-
Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!
-
Jatuh Cinta Seperti di Film-Film: Ketika Cinta Nyata Tak Selalu Seindah Skenario
-
Ulasan Novel Sang Pemanah: Menemukan Makna Hidup dari Sebuah Anak Panah
Artikel Terkait
-
Mirip Ritual Satanic, Atraksi Pentagram dan Kostum Iblis di Pekalongan Dikecam MUI
-
Dituding Lakukan Pelecehan, Betrand Peto Beberkan Versinya: Saya Tanya Kenapa Dia Nangis
-
Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan
-
Gofar Hilman Bongkar Realita Pahit Harga Bensin, Bikin Penduduk Indonesia Elus Dada
-
Maudy Ayunda Dituding Main Aman, Netizen Sindir Telak: Lulusan Stanford tapi Memalukan
Ulasan
-
Pelajaran Memaafkan di Buku Panduan Jalan-Jalan Aman Bersama Mama Macan
-
Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'
-
Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu
-
Suicide Awareness Month: 5 Novel yang Mengajarkan Pentingnya Support System
-
Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala
Terkini
-
Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan
-
Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
-
Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan
-
Manga Gachiakuta Kembali Hiatus Tanpa Jadwal Kembali, Fans Harus Menunggu