Lintang Siltya Utami | Agustian Pamungkas
Twisted 3: The Sinners. [IMDb]
Agustian Pamungkas

Twisted 3: The Sinners adalah serial komedi-horor Indonesia yang tersedia di Vision+. Serial ini menjadi bagian dari Twisted dan dibintangi Hana Saraswati, Anrez Putra Adelio, Gabriella Desta, Mamang Osa, Ananta Rispo, Bobby Samuel, Ruth Marini, hingga Marcelino Lefrandt.

Serial ini terdiri dari delapan episode dengan durasi sekitar 30 menit. Ceritanya mengikuti Mentari, seorang perempuan yang mendapat perlakuan buruk dari orang-orang di sekitarnya. Setelah meninggal, Mentari kembali sebagai arwah dan mulai meneror orang-orang yang punya kaitan dengan penderitaan yang dialaminya. Dari situlah kisah balas dendam Mentari dimulai.

Sinopsis Twisted 3: The Sinners

Mentari bekerja bersama sejumlah orang yang awalnya terlihat seperti rekan kerja biasa. Namun, kehidupannya berubah setelah ia menjadi korban perundungan dan kekerasan. Orang-orang di sekitarnya juga punya peran berbeda. Ada yang terlibat langsung, ada yang membiarkan semua itu terjadi, dan ada juga yang sebenarnya tahu apa yang dialami Mentari tetapi memilih diam.

Setelah Mentari meninggal, orang-orang yang punya kaitan dengan masa lalunya mulai menghadapi teror. Salah satunya Robby, rekan kerja yang menyimpan sakit hati setelah pernah ditolak Mentari. Hubungan Robby dan Mentari kemudian menjadi salah satu hal yang perlahan terungkap sepanjang cerita.

Twisted 3: The Sinners tidak hanya mengikuti cerita hantu yang memburu korbannya satu per satu. Serial ini juga memperlihatkan hubungan setiap karakter dengan penderitaan Mentari. Kesalahan mereka memang tidak sama, tetapi tindakan maupun sikap mereka ikut menjadi bagian dari alasan Mentari kembali untuk membalas dendam.

Rahasia tentang kehidupan Mentari dan orang-orang di sekitarnya kemudian dibuka sedikit demi sedikit. Jadi, cerita ini bukan hanya soal kemunculan sosok hantu. Penonton juga diajak mengikuti hubungan antar karakter dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi sebelum Mentari meninggal.

Ulasan Twisted 3: The Sinners

Buatku, hal yang paling menonjol dari Twisted 3: The Sinners adalah perpaduan cerita balas dendam dengan komedi. Kisah seseorang yang meninggal lalu kembali sebagai hantu untuk memburu orang-orang dari masa lalunya memang bukan hal baru. Namun, serial ini tidak membuat suasananya terus gelap karena beberapa karakter dan adegannya diberi sentuhan humor.

Cerita Mentari sebenarnya cukup serius. Ada perundungan, kekerasan, dan orang-orang yang memilih diam ketika melihat seseorang diperlakukan dengan buruk. Beberapa adegan bahkan bikin kesal karena melihat apa yang dialami Mentari. Tapi setelah suasananya mulai berat, komedi kembali muncul dan membuat ceritanya tidak terasa terlalu gelap. Campuran seperti ini bisa jadi kelebihan, tetapi di beberapa bagian juga membuat suasana horornya tidak selalu konsisten.

Hana Saraswati sebagai Mentari juga membuat perjalanan karakternya lebih mudah diikuti. Sebelum berubah menjadi sosok yang meneror orang-orang di sekitarnya, penonton lebih dulu melihat kehidupan Mentari dan bagaimana dia diperlakukan. Jadi, ketika Mentari mulai membalas dendam, kemarahannya terasa punya alasan dan bukan sekadar muncul untuk menakut-nakuti karakter lain.

Orang-orang di sekitar Mentari juga tidak semuanya melakukan kesalahan yang sama. Ada yang memang terlibat langsung, tetapi ada juga yang sebenarnya tahu apa yang terjadi lalu memilih diam. Bagian ini membuat cerita tidak hanya membahas soal balas dendam, tetapi juga menunjukkan bagaimana sikap diam bisa membuat masalah menjadi semakin besar.

Dari sisi horor, Twisted 3: The Sinners tidak terus-menerus membangun suasana tegang. Teror lebih banyak datang dari kemunculan Mentari dan apa yang dialami orang-orang yang menjadi targetnya. Beberapa adegan pembalasan juga dibuat cukup ekstrem sehingga unsur horornya tetap ada. Sementara itu, kehadiran Ananta Rispo dan Mamang Osa membantu membuat suasana tidak terlalu serius.

Durasi sekitar 30 menit per episode juga membuat ceritanya mudah diikuti. Konflik utama sudah dikenalkan sejak awal dan delapan episode yang ada tidak terlalu banyak diisi cerita sampingan. Hubungan antar karakter dan beberapa rahasia kemudian dibuka perlahan sepanjang perjalanan cerita.

Meski begitu, perpindahan dari horor ke komedi terkadang terasa terlalu cepat. Ada momen ketika suasana sudah mulai tegang, tetapi kemudian langsung berubah karena muncul humor. Bagi yang ingin menonton horor dengan suasana gelap dan serius, hal ini mungkin bisa mengurangi ketegangan. Namun, kalau sejak awal memang mencari tontonan komedi-horor, perpaduan tersebut masih sesuai dengan konsep serialnya.

Secara keseluruhan, serial ini memadukan cerita balas dendam dengan unsur horor dan komedi. Cerita Mentari menjadi bagian yang paling kuat karena penonton bisa memahami alasan di balik kemarahannya, sementara unsur komedi membuat serial ini berbeda dari cerita horor balas dendam pada umumnya.

Dengan delapan episode berdurasi singkat, serial ini bisa menjadi pilihan untuk yang ingin menonton horor Indonesia tanpa suasana yang terlalu berat. Perpaduan horor dan komedinya memang tidak selalu mulus, tetapi justru menjadi ciri khas Twisted 3: The Sinners.

Rating pribadi: 8/10.